
"Kau juga tua, dibalik make up mu kau keriput" ucap Alvaro membuat sandra ingin tertawa, namun ia tahan.
Sandra tak pernah tahu jika papanya akan banyak bicara dan bisa mengejek orang lain.
papanya menjadi orang yang berbeda di depan Jeta sahabatnya
"Sandra...
papamu membully ku, lihat jahat sekali"
"Paaaaa... kalian berdua masih tampan dan gagah"
"Dengar putriku memujiku"
"Hei dia putriku, kau but sendiri sana, itupun kalau terong mu tak karatan"
"papa cukup.
maafkan papa ya uncle.
uncle sangat tampan kok.
kulit uncle.aja lebih mulus dari punyaku"
"Huhuhu, akhirnya ada yang membelaku.
rasakan kau" ucap Jeta seperti anak kecil.
Sandra terkejut melihat kelakuan abnormal papa dan uncle Jeta
"Ya Allah terima kasih kau memberi kan aku kebahagiaan yang tak pernah aku bayangkan.
memiliki orang-orang yang menyayangiku"
Setelah sakit menertawakan kelakuan papa dan juga uncle jetanyanyang absolut, Sandra di bawa kesubauh butik, membeli mengambil sebuah dress yang rupanya sudah di pesan Alvaro, lalu menuju sebuah salon.
lagi-lagi salon itu milik sahabat Alvaro Miss moon
Miss moon sendiri yang merias Sandra, berkali-kali dia memuji Sandra, bahkan blak-blakan mengatakan Sandra lebih cantik dari Ayaka.
Miss Moon juga mengatakan jika Ayaka tidak seperti putri Alvaro, namun Alvaro tak ambil pusing perkataan sahabatnya itu, ia tahu Moonly memang suka berkata terus terang.
apa yang melintas di kepalanya akan ia ucapkan.
Sandra menyukai wanita cantik itu.
ia terus mengoceh ngalor-ngidul yang intinya menyayangkan jika Alvaro menikah dengan Lely, sebab menurutnya Itu sebuah musibah.
tentu saja saat mengatakan itu Alvaro tak ada di tempat itu, Alvaro keluar salon karena sedang menerima telepon dari seseorang bernama Brian.
Misi moon berkali-kali berdecak kagum ia memuji kecantikan Sandra. dan kini ia sampai melakukan foto selfie mengabadikan momen itu
"darling, sungguh kau wanita tercantik yang pernah aku rias.
sudah cantik alami di tambah ini ..
kau bidadari yang turun ke bumi darling" ucapnya antusias
"Miss, anda terlalu memuji, saya jadi malu"
"Ah tidak, aku mengatakan sesungguhnya.
__ADS_1
wajahmu mirip sekali dengan mamamu.
hanya saja senyum itu adalah senyum Alvaro.
kau mewarisi keindahan kedua orangtuamu darling" ucap Miss Moon membuat Sandra merasa ada kehangatan di hatinya.
ia perpaduan mama dan papanya.
"Apa sud....
sayang kau cantik sekali" ucap Alvaro terpana
"Alvaro...
kau sungguh beruntung memiliki peri kecil ini"ucap moonly
"Miss, aku yang beruntung memiliki papa seperti papa Alvaro. Beliau menyumbang gen yang baik" ucap Sandra mengedipkan sebelah matanya
"Hahaha lihat betapa manisnya putriku" ucap Alvaro bangga
"Lihat...
kalian pamer kasih sayang di depanku..."ucap Moonly menanyakan bibir kecilnya
"Dia putrimu juga moon, sebab kau bibinya kan???" ucap Alvaro
"Aunty moon, bolehkan aku memanggilmu seperti itu??"tanya Sandra tersenyum lebar
"Ah sial, siapa yang memotong bawang, air mataku...."Miss moon menangis namun ia gengsi mengatakannya
Sandra memeluk Miss moon.
Saat Sandra menoleh kearah Alvaro, papanya itu mengacungkan dua jari jempolnya, ia juga menitikkan air mata haru
"Jika Aunty tak keberatan, anggap aku putrimu" ucap Sandra menangkan
"Tentu tidak, Aku akan sangat senang.
Terima kasih Sandra...
Alvaro aku punya putri juga" ucap moon menatap sahabatnya.
"Ya dia putri kita.
Sandra Putri ku,njeta dan juga kau"timpal Alvaro tersenyum
"Ah lelaki dua alam itu, dia tak pantas" ucap moon tak suka
"Huh dasar" ucap Alvaro tak bisa berkata apa-apa sebab Moon dan Jeta musuh bebuyutan jika bertemu, namun hubungan mereka baik hanya saja mereka suka perang mulut.
"Sandra mulai sekarang panggil aku mommy moon okey???"
"Seperti germo mommy"
"Papa...." protes Sandra melihat Moon memanyunkan bibirnya
"Mama Moon" ucap Sandra membuat Moonly tersenyum lebar
"Ah putriku yang cantik" ucap Moonly mengelus puncak kepala Sandra
"Baiklah kami harus pergi.
__ADS_1
aku ingin mengadakan konferensi pers hari ini mengumumkan keberadaan Sandra"
"Ya memang seharusnya.
Sandra percaya dirilah
kau memiliki segalanya yang orang tak punya, jadi ...
jadilah wanita tangguh dan confidence"
"Siap mama" Sandra memeluk Moonly sebelum pergi.
Setelah berpamitan Sandra dan Alvaro langsung
menuju ke perusahaan Alvaro, di sanalah Alvaro menggelar jumpa pers
"Sayang, terima kasih..."
"Untuk apa pa???"
"Kau bisa bersikap baik pada moon dan Jeta.
kedua sahabatku itu....
papa berharap Jeta bisa menemukan jalan hidupnya kembali dan Moon bisa bangkit dari kesedihan nya"
"aunty moon kenapa pa???"Tanya Sande bingung
"Dua puluh tahun lalu dia pernah hamil dan menikah
namun suaminya yang pemabuk menganiayanya sehingga ia koma dan anak dalam kandungannya meninggal dunia.
sejak itu ia menutup diri dari pria, mengejar kariernya hingga saat ini.
papa tahu itu semua dia lakukan untuk menutupi kesedihannya dan kesepiannya.
Dan tadi kau membangkitkan semangat hidupnya kembali, mengobati kesedihan dan kesepian panjangnya.
papa lihat dari mata moon yang penuh bahagia"
"Ya Allah, Sandra bersyukur pa bisa membuat mama moon dan uncle Jeta bahagia.
yang terpenting juga kebahagiaan papa"
"Yang terpenting bagi papa kebahagiaan putri papa ini"
ucap Alvaro membuat Sandra memeluk papanya
"Ingat pesat mama Moon mu, Jangan pernah menundukkan kepalamu.
tegap dan tatap semuanya karena kau wanita sempurna"
"Baik pa," ucap Sandra tersenyum
ya Dia harus percaya diri.
dia tak sendiri lagi kini.
ada banyak orang yang menyayanginya.
sekalipun berat hidup yang akan ia lewati nanti, Sandra tak pernah sendirian.
__ADS_1