
Sandra sangat bahagia, ia baru merasakan bagaimana memiliki keluarga lagi.
Alvaro bahkan datang saat sarapan pagi, ia memilih meluangkan waktu untuk Sandra .
terbukti ia pagi-pagi sekali langsung ke mansion utama dan memilih sarapan pagi dengan putri sulungnya.
jujur saja, Alvaro sangat bahagia mengetahui jika ia memiliki anak dari wanita yang amat ia cintai, Firly.
Sejak dulu hingga kini ia hanya mencintai satu wanita yaitu mama.kandung Sandra.
Sekalipun ia sudah menikah lagi dengan Lely tapi hatinya tetap ada Firly.
bahkan di dalam brankas rahasianya, Alvaro menyimpan semua kenangan tentang Firly.
"Sandra, kami ingin kau tinggal di mansion ini.
disini terasa sepi.
owh ya, kau memiliki paman. sayangnya dia sedang keluar negeri.
saat ia kembali kamu akan memperkenalkan mu padanya.
kau pasti akan menyukai paman mu itu.
dia jago alat musik" bisik juan
"Nenek, kakek.
aku datang ke negara ini bersama sahabatku.
aku tak bisa meninggalkan dia tinggal seorang diri di negara asing. kamu berdua sudah seperti saudara saling menjaga satu sama lain.
Bolehkan ku merundingkan terlebih dahulu.
maafkan aku"
"Benar pa, ma, Sandra perlu beradaptasi.
lagi pula aku masih belum selesai mempersiapkan semuanya .
Sandra maukah kau menunggu beberapa bulan??
papa perlu mempersiapkan dokumen dan semuanya untuk mengumumkan kau putri papa*ucap Alvaro tak enak hati
"Pa, aku tak keberatan.
yang terpenting aku memiliki papa nenek dan juga kakek.
itu sudah cukup membuatku bahagia.
Aku sangat bersyukur bisa memiliki kalian, karena aku mengira jika aku sebatang kara..."
"Oh cucuku yang malang, maafkan nenek dan kakek serta papamu ya nak" ucap Mona memeluk Sandra dan mengelus rambut hitam Sandra.
"Baiklah, tapi kau harus tinggal di villa kami.
letaknya tak jauh dari sini.
aku tak ingin di bantah, sebab kau sedang mengandung cicit kecilku " ucap Juan yang mendapat anggukan Alvaro dan juga Mona
"Aku setuju"
"Aku juga setuju pa" ucap Alvaro menambahkan.
Akhirnya setelah Sarapan Sandra kembali ke apartemen mungilnya dengan di antar orang kepercayaan Alvaro, bahkan dua bodyguard menemani Sandra.
Layla terkejut dengan kepulangan Sandra, ia mengira jika Sandra akan pulang sore hari.
namun yang membuatnya lebih terkejut mereka harus pindah.
Layla menyayangkan biaya kost yang sudah ia bayarkan,
namun demi melihat sahabatnya bahagia, Layla hanya bisa ikut tinggal di villa kecil milik keluarga Clift
Sementara di tempat lain
"Maaaa, papa kemana???"
"Papamu dipanggil kakekmu ke mansion utama.
__ADS_1
Entah apa yang diinginkan kakek tua itu" gerutu Lelly yang tak pernah menyukai Juan
"Aku akan menelpon kakek" ucap Ayaka langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Kakek Juan
namun tak diangkat,
lalu ia menelpon telepon mansion utama.
kepala pelayan memberitahu jika Juan sedang makan sambil membahas urusan pekerjaan yang penting.
walau Ayaka kesal, ia tak mau mengganggu.
akhirnya Ayaka mengakhiri panggilan teleponnya sambil memanyunkan mulutnya
"Kenapa???"tanya Lely penasaran
"Kakek sama papa sama-sama workaholic.
mereka makanan aja masih membahas pekerjaan, aku tak mau menganggu , aku tak ingin kakek punya kesan buruk padaku" ucap Ayaka
"Gadis pinter.
mama bangga padamu.
jika saja kakek tua itu sudah mati, kau tak perlu bersikap seperti itu lagi"
"Ma...
kakek adalah kakekku.
teganya mama"
"Iya, iya maaf sayang.
ayo kita makan, mama sudah lapar" ucap Lely menggandeng putrinya menuju meja makan.
Di tempat berbeda
Sandra dan layla memasuki pelataran sebuah rumah mungil bergaya eropa clasic.
mereka juga di sambut beberapa pelayan.
"Nona muda selamat datang, nona Layla selamat datang.
perkenalkan saya Tina , kepala pelayan di villa ini.
anda bisa memanggil saya bibi Tina "
"Hallo bibi Tina, senang berkenalan denganmu" ucap Sandra ramah.
Hilda membersihkan nona mudanya masuk.
berbeda dengan Ayaka, Sandra terlihat anggun dan sopan. Sandra bahkan melempar senyum pada para pelayan.
"Saya sudah menyiapkan minum dan sedikit cemilan untuk anda dan nona Layla"
"Bibi Tina , tolong panggil aku Sandra saja.
aku merasa sedikit aneh di panggil nona muda" ucap Sandra malu.
memang ia tak nyaman di panggil nona muda.
mungkin karena belum terbiasa
"Tapi nona muda..."
"Please bibi Tina"
"Baiklah nona Sandra" ucap Tina kemudian
"Apakah anda perlu yang lain???"
"Tidak bi, terima kasih.
bibi bisa kembali" Tina lalu mengangguk sopan dan pergi
"Sandra Aurora Haris.
loe nona muda kaya sekarang.
__ADS_1
bahkan kekayaan keluarga Haris enggak ada setengahnya"
"Stttt, gue cuma ingin memiliki keluarga.
gue enggak perduli kekayaan yang papa gue miliki.
Layla mungkin menurut loe gue lebay.
tapi gue bahagia banget, ini pertama kalinya gue merasakan kasih sayang seorang papa, kasih sayang yang dulu bahkan gue enggak berani impikan kini nyata!!!" Layla meletakkan jari telunjuknya di bibir Sandra
"Gue yang enggak peka.
loe enggak lebay, itu sesuatu yang wajar" ucap Layla
"Loe nag sahabat terbaik gue"
"Gue laper, mana makanan yang tadinloe.bawa???"
"Astaghfirullah lupa.
Bentar..."
Layla lalu makan sarapan pagi yang Sandra bawa dari mansion utama keluarga nya
Sementara di mansion utama keluarga Clift, alvaro masih berada di sana bersama papanya saat orang kepercayaan. Juan mengabarkan jika Sandra sudah di villa mereka.
"Terima kisah sudah mengerti aku pa"
"Tak perlu berterima kasih, Sandra adalah cucuku dan kini dia mengandung cicit ku.
aku harus melindungi mereka berdua"
"Tetap saja aku berterima kasih pada papa.
tapi pa, ada satu yang masih mengganjal.
Aku ingin Albert Yan mengetahui tentang keberadaan Sandra hingga hari pengumuman.
Aku punya alasan ku tersendiri"
"Sekalipun papa Tan tahu alasanmu tapi jika demi keselamatan Sandra papa akan ikuti kau"
"Kenapa adikmu tak boleh tahu??"
"Itu...
Albert sangat menyayangi Ayaka seperti putrinya sendiri. Aku hanya takut dia kepelasam.bicara dan mengatakan prihal sandra.
aku belum mempersiapkan semuanya ma, termasuk menghadapi keluarga Wise"
"Kali ini mama juga akan mengikuti rencanamu" ucap Mona membuat Alvaro bisa bernafas lega.
"Sandra sudah di berada di villa kita, tapi kita perlu meyakinkan keamanannya
"Katrine akan menjadi asisten pribadi Sandra"
"Ak, keluarga Wise"
"Brian juga akan kembali.
jadi papa dan mama.tak perlu Khawatir.
aku tahu papa dan mama berada di situasi yang sulit.
aku tak akan menuntut.
apa yang kalian berikan pada putriku lebih dari cukup"
Atas perintah Alvaro. Catrine langsung datang ke villa dan memberitahu Sandra jika ia adalah asisten pribadi yang di kirim oleh Alvaro.
sekalipun Sandra berfikir tidak perlu namun ia tak enak mengusir Katrine.
lalu keesokan harinya Alvaro datang bersama seorang pemuda tampan, pria itu bernama Brian
Alvaro memberitahu sandra jika Brian adalah pengawal pribadinya yang akan ikut kemanapun ia pergi.
Sandra menentang keras, ia tak ingin di kawal karena aja merasa bukan siapa-siapa.
namun Layla yang sudah mengamati dan membaca situasi membantu Alvaro merayu sandra hingga lahirnya Sandra mau walau dengan setengah hati.
__ADS_1