Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Episode: 78. Saling Mencintai


__ADS_3

Putra semakin mengeratkan pelukannya. "Kenapa kau tidak memberitahukan kepadaku? apa kau tahu setelah kejadian waktu itu aku mencari mu. Kenapa kau pergi begitu saja?" ujar putra seusai menguraikan pelukan mereka.


"Aku, aku tidak pantas," lirih Rika dengan wajah menunduk, sadar dengan keadaannya sekarang.


Putra menghela nafas, lalu mengusap rambut Rika dengan perasaan haru. Wanita yang dua bulan ini dicari-carinya kini sedang bersama dengan dirinya.


"Siapa yang mengatakan tidak pantas?"


Rika terdiam karena tidak bisa menjawab. Itu hanya dugaan dia saja.


Putra kembali berjongkok, mengusap perut Rika. "Girl Papa minta maaf. Ini adalah Papa sayang," ucap Putra bicara kepada buah hati mereka. Hal itu membuat Rika tertawa karena menurutnya geli.


"Aku saja belum tahu jenis kelaminnya," ucap Rika dengan tersenyum senang.


"Aku yakin anak kita perempuan. Aku ingin anak perempuan," sambungnya sangat berharap sembari mengecup perut itu.


Rika menghela nafas sesak yang masih terasa. Ia ingin menghilangkan rasa itu di dadanya. Ia tak pernah menduga jika Putra miliki sisi lembut dan perhatian.


Putra mendekap kedua bahu Rika, menatapnya begitu intens. "Menikahlah denganku! Kita akan membesarkan buah hati kita bersama," papar Putra dengan serius.


DEG


Rika kaget mendengar penuturan Putra. "Jangan bercanda," lirihnya kembali dengan mata mengganak.


"Tatap mataku, apakah aku bercanda atau serius?"


Rika mengikuti apa yang dikatakan Putra. Apa yang dia duga tidak ditemukan di sana tetapi malah sebaliknya bahwa Putra benar-benar serius dengan apa yang dikatakannya.

__ADS_1


"Kamu tidak mencintaiku, bagaimana mungkin pernikahan ini terjadi. Kamu hanya menginginkan anak ini bukan? tenang saja aku tidak akan menjaga jarak antara kamu dan dia ketika lahir nanti," pungkas Rika karena ia sadar bahwa Putra ingin bertanggungjawab karena anak dalam kandungannya itu.


Usai mengatakan itu Rika kembali menangis tertahan. "Aku jan____"


Cup


Mulut Rika spontan di lu matt oleh Putra hingga ucapannya tergantung. Mata Rika membulat mendapat serangan tiba-tiba itu. Lama kelamaan ia ikut terbuai hingga ciuman itu begitu nikmat.


Huh....


Keduanya meraup energi yang sempat kehabisan hingga ciuman hebat itu terpaksa diakhiri. Putra mengusap bibir Rika yang basah dengan ibu jarinya. "Aku mencintaimu.....perasaan ini tumbuh ketika kita menghabiskan tidur bersama!" Akui Putra dengan tatapan dan raut wajah serius. "Aku mencintaimu Rika!" Ungkapnya kembali sembari menempelkan dahinya dengan dahi milik Rika hingga hidung mancung keduanya saling bersentuhan.


Rika kaget tak menyangka, kembali lagi air mata itu luruh membasahi kedua pipinya.


"Aku, aku juga mencintaimu....." balas Rika sembari memejamkan mata.


DEG


"Apa? apa kau bilang? katakan lagi?" desak Putra sembari memundurkan wajahnya, menatap Rika dengan bola mata berbinar-binar.


"Aku juga mencintaimu....dan aku mau menikah dengan mu," ucap Rika berusaha senyum, walau air mata tak berhenti keluar.


Putra memejamkan mata sesaat, lalu tersenyum senang hingga ia memeluk Rika dengan girang seperti sedang mendapat sebuah piala.


Putra maupun Rika sangat bahagia. Ternyata tanpa mereka sadari perasaan itu tumbuh pada masing-masing.


Rika yang sempat takut anak yang ada dalam kandungannya lahir tanpa sosok Ayah kini merasa lega. Sementara Putra yang selama ini frustasi mencari keberadaan Rika kini bisa bernafas lega.

__ADS_1


Mereka sepakat untuk mempublikasikan hubungan mereka, walaupun harus siap mendengar cemoohan dari luar sana.


Dua belah pihak juga harus diberitahu secepatnya. Rika menolak usulan Putra untuk makan malam beserta keluarga Bahtiar, ia belum siap untuk berhadapan lagi dengan keluarga yang pernah menjadi bagian dari hidupnya.


Karena penjelasan Putra, hingga Rika menyetujuinya. Dan malam ini mereka akan mengadakan pertemuan di sebuah restoran.


Putra mengantar Rika di rumah yang mereka sewa setelah keluar dari hunian mewah keluarga Bahtiar. Putra akan menjemput Rika beserta Mami Maya nanti malam.


***


Pulang dari kantor tujuan Balin langsung mencari istrinya, kebetulan tadi Gia pulang lebih awal karena ingin pergi ke kediaman Mami Maya.


"Sayang....." panggil Balin seketika tiba di kamar tetapi ia tidak menemukan sosok wanitanya itu. Samar-samar terdengar percikan air didalam kamar mandi hingga dengan senyuman menyeringai Balin segera membuka semua pakaian yang ada di tubuhnya. Masuk kedalam kamar mandi dengan tubuh polosnya, tidak sulit baginya karena pintu kamar mandi tidak pernah dikunci ketika mereka melakukan ritual mandi.


Awww


Gia tersentak kaget merasakan dua buah tangan kekar serta tonjolan di belakangnya. Hampir saja jantungnya meledak karena ia sama sekali tidak menyadari kedatangan sosok itu. Ditambah lagi bunyi air shower yang menyirami sekujur tubuhnya.


"Sayang kamu buat aku kaget saja," protes Gia sembari mencubit lengan Balin.


"Satu ronde ya?" bukannya menjawab pria yang kini dikuasai hasrat itu berbisik sembari mengigit halus daun telinganya.


Yang tak diduga pun terjadi juga dan kini hanya ada kelelahan seusai berkali-kali mereka melakukannya.


Bersambung....


🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like vote favorit dan komennya agar author lebih semangat lagi


__ADS_2