Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Memikirkan Rencana


__ADS_3

Setelah menjalani pemeriksaan lengkap, Aidan di nyatakan dal.kondisi baik, walau tentu saja bagian yang parah dan retak masih memerlukan waktu untuk sembuh.


Aidan anehnya juga dinyatakan bebas dari hipnoterapi yang di tanamkan Nina, ia sudah mengingat semuanya tanpa terkecuali termasuk sikapnya pada Sandra saat terkena hipnotis Nina.


Aidan sungguh merasa sangat sedih malu dan juga marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah terkena hipnotis Nina.


harusnya Aidan tidak memberi celah pada Nina semua ini terjadi karena kakeknya.


sekalipun begitu Jika saja Aidan memiliki pendirian yang kuat kejadian itu tak akan terjadi.


namun buat apa menyesali masa lalu yang harus dia lakukan sekarang adalah mencari Sandra dan menyelamatkannya.


Kendrick sudah melarang Aidan untuk turun tangan namun pria itu tak mau tinggal diam ia merasa bertanggung jawab sebagai suami ia merasa sudah kewajibannya menyelamatkan istri serta anak-anaknya.


sementara di tempat yang berbeda


"Jane Apakah kau bisa membawaku keluar dari kediaman ini????"tanya Sandra tiba-tiba membuat Jane diam dan menatap sandra


"itu aa....aku tidak berani.


aku mendengar dari para seniorku jika tuan besar adalah seorang yang sangat menakutkan.


Dia adalah seorang penjahat besar. Mama Sandra, mama lihat sendiri kan bagaimana pengamanan di tempat ini. jika kita tertangkap mereka akan membunuh kita"ucap Jane lirih


"Apa kau tidak ingin keluar dari tempat ini????"


"tentu saja mau asalkan aku bersamamu ma....


hanya saja....."Sandra mengelus puncak kepala gadis kecil itu ia mengerti di usianya yang masih belia tentu saja Jane tidak bisa menutupi rasa ketakutannya,


Tak berbeda dengan Sandra, ia juga merasa takut hanya saja ia tak bisa terus berada di tempat ini, Nina sewaktu-waktu bisa saja membunuhnya atau ia akan kehilangan anaknya jika ia tetap bertahan di kediaman ini dan melahirkan anak-anaknya di tempat ini.

__ADS_1


yang paling mungkin adalah ia akan melahirkan di kediaman ini, mereka tak mungkin membawa Sandra ke rumah sakit, terlalu beresiko.


"bagaimana menurutmu Kate???"tanya Sandra tiba-tiba, ia ingin tahu penilaian orang mengenai Kate


"Kak, Kate baik , dia berbeda dengan yang lain, hanya saja ya itu.... sama dengan yang lain....


semua orang di kediaman ini adalah seorang penjahat, mereka memiliki keahlian masing-masing.


Pria yang bermata sipit yang searing bersama Kate bernama tuan Lee, dia ahli bom


lalu ada tuan Astra, ia ahli racun, mereka menjuluki pria tua itu iblis racun tua, lalu wanita yang sering bersamanya adalah muridnya sama-sama ahli racun, Hanya saja wanita itu memakai jarum beracun. Jane takut dekat mereka ,takut kena racun.


lalu ada pria yang botak itu, dia ahli senjata, begitu juga pria kurus di sebelahnya ahli senjata tersembunyi.


pokoknya semua nya orang jahat, begitu kata senior. Kami di larang banyak berinteraksi dengan mereka, atau nyawa kami akan melayang"bisik Jane lirih takut ada yang mendengar. Sandra mengangguk mengerti. Sepertinya pria di balik Nina seorang yang berkuasa. Apa mereka geng penjahat???? Yakuza??? atau sejenisnya????


Sandra bertanya-tanya dalam hati, ia juga penasaran bagaimana rupa tuan besar yang di maksud Jane.


"Aku tahu, tapi aku melihat dia memiliki sisi lembutnya, sekalipun penjahat mungkin saja dia melakukannya terpaksa. Jauh di dalam dirinya ia tidak menyukai perbuatanya."


pembicaraan mereka berakhir sebab salah seorang rekan Jane datang untuk membawakan Sandra makan.


Jane kembali mengerjakan pekerjaannya, ia hanya berpamitan dengan kode mata, kini Sandra tinggal sendiri, sebab rekan Jane hanya mengantarkan makan malam nya dan pergi


Sandra tak berselera makan, tiap detik, tiap menit, ia cemas dan ketakutan.


Nasibnya kini berada di ujung tanduk.


Sandra rela mati asalkan kedua anaknya aman, tapi tidak di tempat ini.


Sandra berdiri menatap rembulan malam sambil mengelus perutnya, seminggu lagi perkiraan waktu kelahiran nya.

__ADS_1


Sandra menghela nafas dan membuangnya perlahan.


Ia merindukan semua orang terutama Aidan


"Sayang tolong selamatkan aku dan anak-anak kita"ucap Sandra menangis lirih


Sandra terlalu larut dalam pikirnya hingga tak menyadari Kate yang masuk ke dalam kamar tersebut. Kate diam dan hanya memperhatikan Sandra yang sedang menangis sambil mengelus perutnya


"Sayang-sayang mama, bertahanlah, kita akan keluar dari tempat ini, Tuhan pasti akan menolong kita" ucap Sandra berusaha menegakkan dirinya sendiri. seolah mengerti keduanya menendang perut Sandra bergantian.


Kate urung menganggu Sandra, ia kembali keluar dari kamar Sandra,


Kate terdiam lama terlihat pergi sedang berfikir, lalu beranjak pergi dengan ekspresi sulit di ungkapkan.


Tok Tok Tok


"Ma.... apa kau sudah makan???


Ma mengapa menangis apa mama Sandra sakit???


Apa perut mama Sandra sakit??" tanya Jane panik melihat Sandra menangis


"Mama hanya rindu suami mama,"


"Apa papa kan menerima anak angkat seperti???"tanya Jane ragu, sebab Andra begitu cantik, pasti suaminya juga sangat tampan, batin Jane mengagumi mama angkatnya


"Tentu saja, kau gadis yng cantik manis dan baik hati. Siapa yang tidak suka padamu hemm???"


"Apa kakek dan nenek akan menyukaiku??"


"Hmmm itu kakek pasti suka, dan yang terutama ku punya buyut dan juga aunty yang cantik" ucapan Andra membelai rambut Jane

__ADS_1


mata Jane berkaca-kaca, ia memiliki keluarga, bahkan banyak ....


Tapi bagaimana ia bisa bertemu dengan mereka????


__ADS_2