
Aidan membeku di tempatnya dengan bola mata yang melotot besar seperti ingin keluar, Di depan sana ada kakek, nenek serta adiknya Jordan.
Aidan bisa melihat tatapan tajam kakek neneknya, sementara Jordan terlihat kesal.
Ya Jordan sangat kesal sebab melihat Aidan ada di sana, dan sedang memegang tangan Sandra.
Jordan di bakar api cemburu, sekalipun ia sudah mencoba berdamai pada hatinya dan melupakan perasaanya pada Sandra, namun terasa sulit
Mengapa takdir begitu kejam harus Sandra yang menjadi istri dari kakaknya.
Mengapa ia harus jatuh cinta dan harus ia hapus rasa itu saat ia yakin Sandra adalah hidupnya.
Jordan merasa dadanya sesak, ia tak pernah jatuh cinta, dan Sandra cinta pertamanya.
namun cinta yang tragis, layu sebelum berkembang
Aidan mengirimkan sinyal marah pada Jordan, namun segera putus setelah Jaret berdehem dengan wajah dingin
"Kakek, nenek, kalian datang"
"Apa kau masih menganggap kami kakek nenekmu??" tanya Margareth dingin berjalan masuk dengan anggun
Sekalipun wanita sepuh itu berusia lebih dari enam puluh tahun, namun wajah Margareth masih terlihat berusia lima puluh tahun, sebab ia selalu menjaga pola makanya dan olah raga teratur.
"Anak durhaka, kau masih punya muka memanggil kami kakek nenekmu????" bentak Jaret membuat semua orang tegang, Sementara Kendrick memberi kode pada Layla untuk keluar
Layla pura-pura tak melihat, ia tak ingin meninggalkan sahabat terbaiknya terutama dalam situasi seperti ini
Jelas pasangan tua itu terlihat berbahaya.
__ADS_1
Layla tak akan meninggalkan Sandra, tidak walau zelangkahpun.
Sandra memegang tangan Layla, ia sungguh takut saat ini. Bukan takut karena kedua pasutri sepuh itu, namun takut jika mereka ingin berbuat sesuatu pada anak dalam kandungannya.
Sandra akan merasa bersalah seumur hidup jika ia tak bisa melindungi anak dalam kandungannya
"Tenanglah sis, ada aku disini.
Catty akan segera tiba" ucap lalu berbisik.
Layla bisa merasakan tangan Sandra yang dingin.
"Aku tak akan membiarkan siapapun menyakitimu.
Kau juga bisa melindungi dirimu sebab kau bisa juga bisa bela diri. Ingat kau bukan wanita lemah" ucap Layla membuat Sandra sadar.
Ya buat apa dia menguasai ilmu bela diri jika melindungi anak dalam kandungannya ia tak mampu.
Selain itu Catty yang di hubungi Layla sejak tadi setelah mendengar percakapan Aidan, ia sadar jika Seseorang dari keluarga Lawrence sudah menyadari keberadaan Sandra.
Catty segera menghubungi papanya yangs Aat itu sedang berbincang dengan Juan dan Mona, akhirnya ketiganya langsung meluncur ke rumah akit dimana Sandra di rawat.
"Awas saja jika tua Bangka itu berani menindas cucuku.
Aku tak butuh berbesan dengan tua Bangka angkuh itu" ucap Juan berapi-api.
Ia terus saja mengomel sepanjang jalan
"Sayang, sabarlah. Sekalipun kakek tua itu angkuh dan dingin, namun Sandra mengandung cicitnya
__ADS_1
Ia tak bodoh juga ingin menyinggung keluarga kita" ucap Mona menenangkan suaminya, walau jujur ia juga gelisah.
Namun jika ia juga menunjukkan kegelisahannya, bisa-bisa Juan akan makin cerewet
Ini saja entah sudah berapa lampu merah yang mereka terobos.
Bahkan ia sampai meminta anak buah mereka mengamankan jalan, membuat kegaduhan.
Siapa yang berani menghentikan Jaret yang saat ini sedang murka, terlebih pasukan yang ia kerjakan merupakan pasukan mantan presiden negara itu, ya buyut keluarga Clift pernah menjabat sebagai presiden, sementara sekalipun keluarga Lawrence keluarga bangsawan nomor satu, mereka belum pernah menduduki tampuk kekuasaan pemerintahan tertinggi di negara itu
"Sial mengapa lama sekali mobil ini"
"Papa tenanglah, kau malah membuatku panik juga" ucap Alvaro yang terus memikirkan putrinya
"Ah sial, ngebuuut.
James tancap gas.
Apa kau sudah menua hingga tak bisa ngebut" ucap kakek tua itu membuat James menghela nafas.
Bisa saja ia ngebut, tapi ia sedang membawa dua ornagtua yang usianya saja sudah tujuh puluh tahun lebih, apa jantung mereka masih kuat????
"Alvaro, lain kali jangan James yang mengemudi, dia sudah uzur" ucap Juan membuat Alvaro ingin tertawa. apa papanya lupa usianya?? James dan Alvaro hanya beda tiga tahun,, artinya usia James bisa dikatakan sama dengan. Alvaro.
"Tua Bangka yang ada kita akan sampai cepat tapi di ruang IGD, dasar pemarah.
James jangan dengarkan kakek tua ini.
Menyebalkan" ucap Mona mampu membungkam Juan.
__ADS_1
Jika tak ingat mereka sedang panik, Alvaro rasanya ingin tertawa, Jujur Alvaro iri melihat kedua orangtuanya saling mencintai hingga tua, cinta mereka mendalam satu sama lainnya, walau terkadang di bumbui pertengkaran kecil, namun itu adalah bunga kehidupan.