Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
introgasi


__ADS_3

"Ayo tak perlu ada sandiwara lagi"ucap Jaret menyeret cucunya, Jordan seperti anak kucing yang di tarik kerah bajunya. Margareth ingin protes, tapi ia urung sebab Jordan jelas mencari alasan agar mereka tak kerumah sakit.


Di dalam mobil Jordan yang duduk di depan kakek neneknya terlihat serba salah


"Kau bersekongkol dengan kakakmu??" omel Jaret


"Tidak kek, aku juga baru tahu"ucap Jordan menunduk


"Bagaimana kau kenal Sandra???


Tunggu, aku sepertinya familiar dengan nama itu..."ucap Margareth mencoba mengingat-ingat dimana ia pernah mendengar nama itu


"Sandra... Sepertinya aku juga pernah mendengar nama ini, karena ini bukan nama yang lazim di negara kita"ucap Jaret menimpali. Jordan lebih memilih diam, ia sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Bukankah putri Alvaro bernama Sandra dear???"tanya Jaret pada istrinya.


Jaret memang menonton acara jumpa pers Alvaro.


walaupun sudah sepuh, namun ingatan Jaret masih tajam.


"Astaga kau benar, putri Alvaro juga bernama Sandra, apakah dia orang yang sama????"gumam Margareth tak yakin


Jordan pura-pura tak mendengar, ia lebih memilih menoleh ke arah luar jendela.


kakek neneknya menatap Jordan dengan tatapan menyelidik


"Cucuku sayang, apakah itu Sandra yang sama???"tanya Margaretha sambil tersenyum


"Nenek aku tidak tahu" ucap Jordan tak mau memasang kakek dan neneknya


"Sayang, cucumu ternyata lebih suka kita kirim..."


"Iya, iya aku jujur, kakak ipar anak paman Alvaro"ucap Jordan kesal karena dalam satu jam sudah mendapat ancaman dua kali dari kakek dan neneknya

__ADS_1


"Astaga....


dunia ini kecil sekali.


bagaimana Aidan bisa bersama dia???


Takdir yang rumit"ucap Margareth yang di balas anggukan Jaret


"Karena kau menjodohkan Aidan dengan Ayaka, ternyata Aidan suami kakak Ayaka...


Ckckck sungguh takdir yang aneh"ucap Jaret menggeleng pelan


"Sejak kapan kau kenal dengan Sandra????"tanya Margareth


"Nenek, aku tahu kakak ipar tidak sesuai kriteria keluarga kita, namun Dia wanita hebat dan baik hati.


Aku mohon kalian bisa menerima Sandra menjadi bagian dari keluarga kita, terutama calon ponakan kecilku"


"Apankami terlihat ornag yang kaku???


Tapi kakek bisa pastikan jika akan melakukan yang seadil-adilnya untuk mereka berdua.


Ngomong-ngomong, bagaimana kau mengenal Sandra???


"Nenek,kakek sudah sampai, ayo cepat turun"ucap Jordan segera turun dan membantu neneknya keluar. Jordan terselamatkan.


JIka saja nenek dan kakeknya tahu ia kabur ke indonesia dan beralsan jika ia sedang study wisata ke luar kota, bisa habis Jordan. Bisa dipastikan kakek dan neneknya akan mencabut fasilitas yang ia miliki


"Hmmm"gumam margareth. Mereka lalu menuju ruangan dimana Sandra di rawat. Jordan berharap Kendrick membantunya menyembunyikan sandra dari kakek dan neneknya, namun....


#Flash Back


"Hallo..." suara berat seorang pria di ujung telepon

__ADS_1


"Kak, Kak Kendrick tolong,


Kakek dan nenekku tahu tentang kak Sandra, Aku keceplosan ngomong kak"


"Lalu apa yang kau inginkan dariku??"tanya kendrick datar


"Kakak pindahkan kak Sandra, tolong sembunyikan kak Sandra sementara waktu, kakek dan nenekku sangat menyeramkan, aku takut mereka akan berbuat hal yang buruk pada kak Sandra"


"Itu saja??'tanya kendrick masih dengan suara datar


TOK TOK TOK


Suara ketukan pintu terdengar


"Kak sudah dulu, aku matikan teleponnya"


Sementara di ujung telepon kendrick menyeringai lebar,


#Flash Boack Off


"Selamat datang Tuan besar dan nyonya lawrence. Maaf aku tidak menyambut kedatangan anda"


"Jangan terlalu forman Kendrick, kta sudah seprti keluarga.


bagaimana kabar kakek mu???"


"Kakek baik. Beliau sedang menetap di kota J menghabiskan tua mereka disana"


"astaga betapa beruntungnya tua bangka itu, sementara aku masih terus memikirkan anak cucuku huh" gerutu Jaret membuat ken tersenyum


"Ken, kami ingin menjenguk Sandra"


"Silahkan, "ucap kendrick sopan membukakan pintu ruang perawatan. Did alam sana terlihat aidan yang sedang duduk di sisi ranjang, sementara seorang gadis kecil sedang berada di sisi sebelahnya

__ADS_1


Aidan yang mendengar seseorang masuk menoleh, matanya membulat sempurna melihat siapa yang datang


__ADS_2