
"Masa lalu adalah masa lalu tak akan pernah bisa menjadi masa depan, ibarat barang itu sudah tua dan tidak terpakai, tempatnya di TEMPAT SAMPAH"ucap Layla menekan kalimatnya membuat Karenina melotot marah.
Catty menoleh, itu suara Layla, gadis itu pintar sekali berkata-kata.
Catty tersenyum senang lalu keduanya kompak TOS sambil tertawa puas melihat wajah pias Nina.
Nina merasa malu sekaligus marah
"Good sis" ucap Catty
"Yoi" ucap Layla berlaga cool
"Kalian yang barang bekas" ucap Karenina asal karena bingung harus menjawab apa.
"Wooo, kami ini bukan barang bekas sepertimu. Kami memang stock lama tapi good quality"ucap Layla tertawa kecil.
Jangan suruh ia berdebat, bahkan Sandra saja kalah jika adu debat. Layla terkenal pintar mengolah kata.
"High quality sis, alias limited edition" ralat Catty lalu keduanya kembali tertawa.. Puas sekali melihat wajah Nina yang tadi sombong kini terlihat tak berdaya
"Kaliaaaannn..."
"kok kita kaya promosi barang sih"
"Kau yang mulai sis" ucap Catty keduanya kembali TOS lalu tertawa, jelas Nina kalah telak.
Kedua wanita di depannya pandai bersilat lidah
Nina berharap seseorang datang dan menyelamatkannya dari rasa malu ini
__ADS_1
"Dasar gila..." umpat Karenina, bisa saja ia mengamuk dan memaki kedua wanita menyebalkan itu, namun Nina tidak mau mengubah image yang sudah tertanam di setiap orang bahwa ia wanita lemah lembut dan santun. Sekuat tenaga Nina menahan amarahnya hingga tubuhnya rasanya menggigil, ingin sekali mencekik kedua wanita itu
"Kami???
Bukannya itu kau yang gila???
Kalau orang normal tahu kapan harus mundur dan punya urat malu, Tapi kau sepertinya sudah tak punya"ucap Layla menatap sinis Nona dengan alis sebelah naik tatapan merendahkan.
Layla sudah mengetahui siapa Nina karena Sandra pernah menceritakan bahwa ia pernah bertemu Nina dengan Aidan.
"Jangan berharap lebih, cari saja mangsa baru
Orang lain bisa kau tipu, tapi aku tidak
Aku bisa melihat sifatmu dari wajah bertopeng mu itu.
menjauhkan, aku bukan orang yang toleran jika keluargaku di sakiti" ucap Catty dingin.
Catty sudah mencari tahu siapa Nina, banyak kejanggalan yang ia dapati.
Menghilangnya Karenina beberapa tahun lalu menyisakan banyak misteri.
"Ayolah sis, aku haus. Enggak ada gunanya juga bicara sama dia. Kalau dia macam-macam kita beri aja mau kuburan apa rumah sakit" ucap Layla mengepalkan tangan kanan kirinya
"Hahaha kau benar, ayo" ajak Catty. Keduanya berjalan meninggalkan Nina yang telihat sangat emosi
"Tunggu saja aku akan membalas penghinaan ini berkali-kali lipat, dan aku pastikan akan menikmati setiap detik penyiksaan itu nanti" gumam Nina
"Yooo Adikku sayang, habis di bully ya?" cibir Larry tahu-tahu muncul dari balik pilar
__ADS_1
"Dasar kakak sialan, bukan bantu malah hanya melihat"
"Hahaha, aku enggak level nyakitin cewek, aku sukanya main cewek" ucap Larry Wilis tersenyum menyeringai
"Dasar pria tak berguna, yang ada di otakmu hanya kesenangan" Dengus Nina, walau mereka adik kakak, hubungan mereka tidak baik.
"Tapi aku lebih baik segalanya daripada kau...
Aku menghasilkan uang untuk menghidupi mama kita, tapi kau..."
"Tutup mulut kotor mu Larry, ini di dalam pesta"ucap Karenina lirih dengan mata melotot
"Aku kasihan padamu kak, target mu...
benar kata dia wanita cantik tadi, kau seharusnya melupakan Aidan"ucap Larry menghela nafas dengan wajah kasihan
"Diam, aku bisa mengurus urusan aku sendiri,
Dan kau...
Jangan menggurui ku seolah kau sudah benar" ucap Karenina lalu melangkah pergi dengan emosi.
Larry hanya tertawa kecil sambil menggeleng melihat kelakuan kakak kandungnya.
Larry dengan santai berjalan kembali ke tempat di mana ia membawa pasangannya.
pesta pertunangan itu berjalan dengan lancar.
kedua keluarga akhirnya memutuskan akan melangsungkan pernikahan dua minggu kemudian setelah hari ini. sebab Aidan ingin menggelar pestanya secara meriah dan megah.
__ADS_1
semua orang sudah kembali ke tempat mereka masing-masing. Sandra dan Aidan Kini Tinggal di mansion utama keluarga Clift.
nenek Mona sudah mempersiapkan kamar untuk mereka berdua di kediamannya.