Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Evakuasi


__ADS_3

"Cepaaaattt!!!!" ucap wanita itu melotot, tanpa menunggu lagi dua orang pengawal langsung mengangguk, mereka mengikuti Jane.


Jane berjalan tertatih menuju lokasi kecelakaan.


kendati begitu binar harapan terlihat di mata jernih gadis kecil itu. Ya Jane memiliki harapan menyelamatkan semua orang.


Wanita muda itu tersenyum lega, ia tahu bagaimana rasanya meminta pertolongan, saat putus asa ada orang yang menolong sungguh kelegaan luar biasa dia pernah berada di titik itu jadi tahu rasanya.


Alis wanita itu berkerut melihat jalan Jane,


"Roy, suruh orang menggendong anak itu, dia cidera" ucap wanita itu melihat jalan Jane yang tertatih serta kaki kecil anak itu yang berdarah karena terkena duri


"Nyonya..." Roy tak bisa melonggarkan penjagaan atas nyonya mudanya, sebab itu sangat berbahaya bagi keselamatan nyonya mudanya.


Tugasnya adalah melindungi nyonya mudanya dengan cara apapun, bahkan nyawa taruhannya.


Kini mereka menolong orang saja sudah membahayakan keselamatan nyonya mudanya, ia hanya takut jika orang yang ingin mencelakai nyonya mudanya memanfaatkan hal ini.


"Apa aku harus terus berargumen omongan denganmu???" Dengus wanita itu marah, Roy menghela nafas, bagaimanapun ia tak bisa membantah perintah nyonya muda nya.


"Maaf" ucap Roy lalu memerintahkan anak buahnya.


Roy memberi kode salah seorang pengawal menyusul rekan mereka dan menggendong Jane menuju lokasi kecelakaan.


Kini tinggal Roy dan satu orang pengawal, mereka bersiaga dengan senjata api di tangan mereka, siap melindungi majikan mereka.


"Maafkan aku Roy, aku tahu kau mengkhawatirkan keselamatanmu, tapi aku tak bisa begitu saja mengabaikan orang yang butuh pertolongan. Sekalipun ini adalah jebakan, aku tidak bisa...."


"Saya mengerti nyonya, itu karena anda sangat baik.


saya akan menjaga anda tetap aman" ucap Roy membuat wanita muda itu mengangguk sambil mengucapkan terima kasih tanpa suara.


Jane di gendong oleh salah seorang pengawal wanita itu, pengawal itu terlihat terlatih, mereka memegangi senjata api dan dengan perlahan menuju lokasi dengan kewaspadaan tinggi.


Jane yang melihat itu sangat paham, sebab di kediaman nya sebelumnya banyak penjaga dengan senjata api, ia sudah terbiasa.

__ADS_1


Jane hanya berharap ia tak salah meminta pertolongan pada mereka.


Begitu tiba di lokasi salah seorang pengawal langsung memberitahu keadaan disaat


"Tuan Roy, sepetinya perkataan nona kecil ini benar, mereka bertiga dalam kondisi kritis, satu orang wanita di balik kemudi tertancap kayu dan kondisi nya kritis .


Di bangku penumpang ada seorang wanita hamil besar dia mengalami pendarahan hebat,kondisinya tak sadarkan diri dan....


satu orang pria kehilangan banyak darah karena luka tembak.


Tuan Roy, sepertinya mereka di buru seseorang, dan sepertinya terjadi kejar-kejaran. mobil ini penuh dengan bekas proyektil senjata, apakah kita....." si pengawal menunggu komando Roy


"Kami akan kesana" ucap Wanita itu langsung merebut earphone yang berada di telinga Roy, dan meminta Roy dan pengawal yang tersisa membawa mobil mereka membelah ilalang menuju lokasi kecelakaan


"Saya akan membawa anda kesana, tapi... Tolong tetap berada di mobil. Percayalah saya akan membantu mereka asal anda menuruti pengaturan saya" ucap Roy tegas


"Baik"


Roy dan pengawal yang tersisa membawa mobil menuju lokasi, tetap saja mereka tak menurunkan kewaspadaan.


"Nyonya.... Sebaiknya anda tetap di mobil.


Seperti perkataan anak buah saya, sepetinya mereka....."ucap Roy memperingati


"cepat evaluasi mereka" potong wanita itu melihat betapa mengenaskan wanita yang tertancap kayu itu.


"Nyonya sepertinya mereka...." ulang Roy ingin memperingati bahwa bisa saja mereka berempat adalah buron , menjadi target seseorang.


"Apa mereka bukan urusan kita!!!!, nyawa lebih penting!!" ucap wanita muda itu tegas.


Lagi-lagi Roy hanya menghela.nafas meminta anak buahnya segera mengevakuasi korban.


Kate dalam kondisi paling parah, Roy sudah menotok bagian dadanya agar darah berhenti, beruntung ia mengerti sedikit pengobatan. Ia juga memberikan antibiotik dan bius untuk wanita malang itu,


Jane terus menangis ia lalu naik ke kursi penumpang di mana Sandra masih Tan sadarkan diri.

__ADS_1


Sementara Kate dan Lee sudah di angkut ke dalam mobil para pengawal.


namun mereka bingung kemana wanita hamil itu akan di pindahkan, sebab Kate dan Lee sudah berada di mobil para pengawal.


"Nyonya wanita hamil itu..." tanya Roy meminta persetujuan, walau ia khawatir akan keselamatan nyonya mudanya


"Bawa ke mobilku"


"Tapi nyonya...."tanya Roy ragu


"Astaga Roy, apa kau bosan menjadi asistenku, sial kau selalu menentang ku!!.


Aku yng akan tanggung jawab,


aku yakin mereka bukan orang jahat, tak mungkin mereka membawa anak kecil terlebih wanita hamil , jelas mereka di buru seseorang karena melarikan diri!!!


Lupakan!!! Yang terpenting adalah menyelamatkan mereka, aku yang akan menjelaskan pada papa dan suamiku!!!"


"Saya lakukan semua demi kebaikan anda" ucap Roy


"Sudahlah cepat bawa wanita itu ke sini dan kau adik kecil kau ikut denganku juga" ucap wanita itu.


Beberapa pengawal membawa Sandra dengan hati-hati, saat rambut Sandra tersibak, wanita itu menoleh dan terkejut bukan main, bahkan tubuhnya bergetar dan wajah nya pucat pasi


Roy langsung siaga mengarahkan senjata apinya ke arah Sandra. Jane ketakutan ia langsung memeluk Sandra menghalangi Roy menembak mama angkatnya


"Jangan bunuh mamaku tuan, jika kau ingin menembak, maka tembak aku saja" teriak Jane sambil menangis


"Apa yang kau lakukan!!!!!


Turunkan senjatamu Roy, dasar gila kau membuat anak kecil itu takut"


"Tapi nyonya, anda....." Roy jadi bingung sendiri


"Dia... Dia...."

__ADS_1


__ADS_2