
"mengapa kau mengatakan itu adikku tidak akan melukai papa dan mamaku Sebab mereka adalah orang tuanya juga.
aku rasa keputusan Alfa ada kaitannya. dengan Lely"
"itu sudah bisa di yakinkan tuan, hubungan tuan Alfa dan nyonya Lely sangat baik"Ucap James
"Ya mereka dekat, sebab lely pernah mengatakan Kasihan dengan keadaan Alfa.
Alfa bukan cacat bawaan, sehingga ia lebih butuh dukungan moril untuk membuatnya bersemangat hidup"
"tuan saya akan berangkat sekarang juga agar sampai di kota tidak terlalu malam.
setelah saya sampai saya akan mengabarkan situasi dan kondisi mension utama keluarga"
"Apa kau tidak menunggu sampai makan malam dulu???"
"Saya akan makan di jalan saja tuan,
Saya tidak tenang sekalipun anak buah kita sudah memastikan bahwa semua aman, namun saya harus berada di sana"
"Terima kasih James, tolong bantuannya.
Hati-hati di jalan" ucap Alvaro menepuk punggung James
James lalu pamit dan pergi dengan dua orang kepercayaannya,
"Tuan"
"Brian, kau sudah mendengar semua bukan???
Keadaan saat ini masih belum jelas.
bisa baik atau semakin memburuk.
Aku ingin kedepannya kau menjadi pengawal khusus Sandra dan juga Catty
__ADS_1
Walau Catty bisa ilmu bela diri, dia tetap wanita.
Aku tak ingin kehilangan satupun putriku.
Hari ini aku akan memperkenalkan kau secara resmi pada Sandra jika kau akan jadi pengawalnya"
"Baik ayah baptis"
"Keselamatan putri-putri ku aku serahkan padamu Brian"
"Saya akan melindungi nona muda dengan nyawa saya ayah baptis"
"Terima kisah Brian, ada kau di sisi mereka, aku bisa sedikit lega"
Alvaro lalu keluar menuju para wanita yang sedang merajut, Catty mengerutkan alisnya melihat kehadiran Brian, biasanya rekannya itu akan berada di jarak aman tanpa ketahuan. Kini terang-terangan berjalan bersama, berati papanya sedang siaga
"Ladies perkenalkan Brian, dia akan bertugas menjadi pengawal untuk Sandra dan Catty
"What, aku tidak mau di kawal, aku bisa menjaga diriku sendiri pa" protes geti spontan
"Sandra saja, Sandra lebih butuh"
"Aku??? Pa sebenarnya ini ada apa?" tanya Sandra bingung, Catty jadi terdiam, ia sadar sudah membuat kegaduhan dan mungkin kini Sandra berfikir aneh-aneh"
"Tidak ada apa-apa, Papa hanya ingin meyakinkan putri-putri papa aman.
keluarga kita keluarga lumayan terpandang, pasti membuat banyak orang itu.
Itu hanya mengantisipasi saja.
karena biar tak mencolok, Brian akan menjadi asisten pribadi kalian"ucap Alvaro
"Aku hehe sebenarnya aku tidak butuh asisten pa.
Layla saja sudah membuatku pusing tujuh keliling"ucap Sandra menggeleng keberatan
__ADS_1
"Woi, kenapa loe bawa-bawa gue sih"protes Layla , ia terlihat salah tingkah di depan Brian
Sandra paham jika sahabatnya itu sedang salting di depan cowok tampan.
ya, Brian sangat tampan, walau ketampanannya tidak sebanding dengan Aidan, namun bisa di sejajarkan dengan pria itu.
"Mulai hari ini Brian akan selalu ada dekat kalian berdua.
Bibi Rosa malam ini aku pinjam kamar tamumu yang di sebelah dua anak ini, karena Catty akan pindah juga di dekat kamar Sandra"
"Papa...., ah sudah lah" Catty tak jadi protes. sebenarnya Catty protes karena merasa Sandra lebih berhak di lindungi, namun melihat keputusan Alvaro yang tidak bisa di ganggu gugat ada rasa hangat di hati Catty. Papanya tetap menyayanginya ada atau tak ada Sandra dan ia bersyukur di cintai oleh Alvaro sebesar itu.
"Tentu saja" ucap Rosa tersenyum.
Akhirnya makan malam kali ini bertambah satu orang, Brian ikut makan malam bersama mereka, setelah makan, Alvaro menyampaikan pada Sandra jika besok mereka harus kembali karena Mona sakit sebab merindukan Sandra, Sandra tak banyak tanya, ia langsung setuju.
Setelah itu Alvaro menjelaskan pada Rosa mengapa mereka pulang lebih cepat dari seharusnya.
Di tempat lain Catty sedang berbincang dengan Brian
Keduanya memang akrab, Brian berasal dari panti asuhan yang sama dengan Catty, hanya saja Brian memilih tinggal di asrama hingga saat kuliah baru ia meninggalkan asrama itu juga karena Alvaro memintanya kuliah, Alvaro ayah baptis Brian.
Pagi itu, Alvaro mendapat kabar dari James, alisnya berkerut dalam.
Kepulangan mereka yang harusnya siang nanti, dimajukan pagi ini sehingga Rosa meminta asisten rumah tangganya mengemas beberapa makanan, terutama selai strawberry dan apel yang mereka panen dari kebun. Serta buah apel dan Strawberry segar yang di petik kemarin sore.
Rosa mengantar keponakannya hingga depan rumah, wajahnya juga terlihat khawatir.
"Alvaro, ingat!!!
Keluarga paling utama.
Harta bisa di cari" ucap Rosa yang di balas anggukan Alvaro
"aku akan selalu ingat pesan bibi"
__ADS_1