Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Tamu di pagi hari


__ADS_3

Sandra Edang bersiap untuk pergi saat terdengar sebuah mobil berhenti didepan halaman kediaman Alvaro.


Kamar Sandra berada di depan sehingga ia bisa mendengar seseorang yang datang.


Sandra membuka jendela kamarnya, alisnya berkerut melihat seorang pria memasuki kediaman Alvaro


dari siluetnya terasa tak asing.


atau karena ia begitu merindukan pria itu???


mengapa ia merindukan dia sementara pria itu sudah meninggalkannya tanpa penjelasan????


Sandra memegang dadanya, sakit


rasa rindu dan benci membuat ia kesakitan.


Sandra memejamkan matanya, ia berusaha kuat.


Kini ia memiliki Alvaro dan juga buah cinta nya dengan. Aidan.


Ia memiliki kenangan Aidan di dirinya


"Nak, mama tahu kau pasti ikut sedih


kita harus kuat ok???


Hanya ada kau dan mama" ucap Sandra mengelus perutnya yang masih rata


Sandra sudah selesai berias. ia memandangi wajahnya di cermin. Pipinya yang tirus kini terlihat berisi


beruntung kehamilannya tidak menyusahkan seolah anak dalam kandungannya mengerti.


Sementara di ruang tamu


Lely terlihat tersenyum lebar dan berbincang dengan seorang tamu di ruang tamu.


Tak jauh berbeda, Ayaka juga sama.


senyum terus merekah di bibirnya menampilkan deretan giginya yang putih


lihat senyum dan keramahan itu, Sandra tak melihatnya sejak ia menginjakkan kaki di kediaman ini.


Sandra melihat papanya yang terlihat tak suka menatap tamu di depannya, Sandra hendrak kembali ke kamarnya sampai Alvaro memangilnya nanti.


ia tak ingin menganggu.


Namun Alvaro melihat kedatanganya.

__ADS_1


"Sayang, kaus udah siap???"


"I..iya pa" ucap Sandra gugup karena Lely dan Ayaka langsung ikutan menoleh


"Saya permisi" ucap Alvaro bangkit, sang tamu ikut berdiri dan ingin menyalami Alvaro, namun Alvaro mengabaikannya.


Alvaro langsung menyunggingkan senyum menghampiri Sandra.


"Ayo kita berangkat" ucap Alvaro mengelus puncak kepala Sandra.


sang tamu menoleh


"Sandra...." panggil sang tamu.


Ayaka dan Leli saling pandang bingung melihat sang tamu terhormat mengenali siapa Sandra.


"tuan muda Lawrence Anda mengenal Sandra????


wanita kampung itu bagaimana anda bisa mengenalnya???"tanya ayah kah tak bisa menutupi penasarannya.


Aidan tak menjawab pertanyaan Ayah kah Ia hanya menatap lurus ke arah Sandra dengan pandangan penuh kerinduan


"Ya?" jawab Sandra menoleh ke arah ruang tamu, ia terkejut bukan main melihat siapa sebenarnya tamu keluarga Alvaro


dia adalah Aidan, mantan suaminya.


Apa Aidan mencarinya???


tapi itu tidak mungkin, atau dia sedang bertamu karena Ayaka????


"Sayang, papa ada disini, kau tak usah takut dengan pria brengsek itu" ucap Alvaro Menggenggam tangan putrinya yang terasa dingin


"Papa...


ayo kita pergi" ucap Sandra lalu berjalan keluar di ikuti Alvaro


"Sandra....


Sandra tunggu" panggil Aidan mengikuti Sandra yang berjalan cepat keluar rumah.


Sandra langsung masuk ke dalam mobil, jantungnya berdebar kencang, nyatanya ia masih mencintai Aidan.


Kedatangan Aidan pagi ini karena permintaan neneknya, Margareth yang meminta Aidna menjemput Ayaka untuk makan siang.


Aidan awalnya menolak, namun Margaret menolak sarapan pagi, padahal kesehatan Margareth sedang tak baik. akhirnya Aidan mengalah dan pergi menjemput Ayaka di kediamannya.


namun tanpa di duga ia bertemu dengan seseorang yang ia cari selama ini.

__ADS_1


wanita yang sudah mengobrak-abrik hatinya dan membuatnya rindu.


Alvaro berhenti dan menghadang Aidan dengan tatapan tajam


"Jangan ganggu putriku" ucap Alvaro penuh kebencian


"Paman Alvaro biarkan aku bertemu dengan Sandra"


"Dengar Aidan, aku menghormatimu karena kau putra Serena.


tapi aku tak mentolerir jika kau ingin mendekati Sandra.


berhenti menyakiti putriku!!!!!" bentak Alvaro marah


"Putri????"tanya Aidan terkejut bukan main.


ya dia tadi berfikir salah dengar Alvaro mengatakan putrinya, namun dia mengatakan tegas dan Aidan tak salah dengar


"Pergilah, sebaiknya kau juga jauhi Ayaka


aku tak mengizinkan kau memiliki hubungan dengan kedua anakku" ucap Alvaro memberi tanda pada pengawalnya untuk menghadang Aidan.


Alvaro langsung masuk mobil dan pergi.


sementara Aidan tertahan oleh dua orang bodyguard Alvaro.


di dalam mobil Sandra telrijats termenung.


namun air mata terus menetes di sudut matanya


Alvaro merasa sedih melihat kondisi Sandra saat ini ia memeluk putrinya dan menepuk lembut punggung Sandra


"menangislah jika kau ingin menangis.


tumpahkan semua perasaanmu, kekesalan mu, kecewamu saat ini.


namun setelah ini papa harap tak ada air mata lagi untuk pria itu.


bangkit.


bangkit sayang kau adalah seorang cliff


keluarga klip adalah keluarga yang tangguh, begitu juga kamu.


Papa percaya kamu bisa melewati semua ini.


dan kamu tidak sendiri ada Papa yang akan selalu berada di sisimu"

__ADS_1


"Papa....."Sandra tak mampu berkata-kata ia menangis sesagukan dalam pelukan Alvaro ternyata cintanya pada Aidan lebih besar dari apa yang dia pikirkan selama ini.


__ADS_2