
"Lalu gadis seperti apa kau??"
"Bukan urusanmu" ucap Cathrine lama-lama kesal juga Kendrick selalu mengganggunya
ia hanya ingin tenang dan diabaikan di pesta ini.
pesta yang membuatnya bad mood
"Disini kau rupanya sedang menebar jala.
pinter juga kau mencari mangsa" ucap Lely sinis
"Nyonya Clift apa maksud perkataan anda????" tanya Kendrick tak suka
"Tuan muda white wanita di samping anda sangat berbahaya.....
dia licik" ucap Lely berharap Kendrick menjauhi Catty.
Lely tidak pernah suka melihat Catty.
apalagi jika sampai Catty menikah dengan pria berkelas seperti Kendrick.setidkanya jika Ayaka tak mendapatkan Aidan, ia bisa menggaet tuan muda dari keluarga lain seperti Kendrick tapi tidak dengan Aaron.
Lely suka sakit mata melihat cara berpakaian Aaron.
sekalipun dia berasal dar keluarga nomor tiga diatas keluarga Clift, namun Aaron hanya pria bodoh yang memiliki latar belakang luar biasa menurut Lely.
"Nyonya Anda tak perlu memperingatkan dengan siapa saya bergaul. Dan saya suka gadis lick.
owh ya jika saya tidak lupa, Catty adalah putri angkat keluarga Clift dan sebagai nyonya keluarga Clift anda sungguh merendahkan keluarga anda sendiri"
"Kau....
lekas pulang, kami sudah akan pulang" ucap Lely lalu balik badan dan pergi dengan wajah marah dan malu
"Hahaha, setidaknya kau cukup membuatku senang"
"Karena aku sudah membuatmu senang, bagaimana jika kau mentraktir makan malam???" tanya Kendrick langsung memanfaatkan situasi
"Kau perhitungan sekali
karena mood ku baik jadi aku setuju
kalau begitu aku permisi"
"Catty, nomor ponselmu...." tanya Kendrick
"Mana ponselmu??" Kendrick bergegas memberikan ponselnya pada Cathrine, setelah mengetuk nomor ponselnya Cathrine pergi dengan senyum lebar.
Kendrick masih menatap tak percaya ia bisa membuat wanita galak itu senang.
Senyum yang cantik.
ternyata menjadi tak tahu malu di depan Cathrine membuatnya selangkah lebih maju.
Kendrick bukan tipe pria yang suka berbicara banyak pada wanita, dan ini lah pertama kalinya.
__ADS_1
"Tuan mudan White, bolehkan kami menemani anda??" tanya beberapa wanita muda menghampiri Kendrick.
"Maaf aku ada keperluan, permisi" ucap Kendrick memilih pergi.
terlihat wajah kecewa para gadis muda itu.
Kendrick memang seperti rumor yang beredar.
dingin dan sulit di dekati.
mereka jadi iri pada Catty.
Cathrine memilih pulang ke villa daripada harus tinggal di mansion Alvaro.
ia merindukan suara berisik Layla sahabat barunya.
sesampainya di villa, suasana sudah sepi, sepertinya semua orang sudah tertidur.
Catty berjalan masuk hingga ia berhenti di kamar Sandra karena mendengar suara isak tangis
"Siapa yang menangis, bukan hantu kan???" ucap Catty memegang tangannya merinding.
ia lalu menempelkan kupingnya ke daun pintu dan suara itu berasal dari kamar Sandra
"Sandra menangis??? apa dia merasa kesakitan???.
apa aku harus mengetuk pintu kamarnya???" gumam Catty bingung.
setengah jam sudah ia berdiri dengan pikiran bingung, hingga akhirnya ia mengetuk pintu kamar Sandra
"Tol tok tok
apa.kau baik-baik saja???" Tak ada sautan dari dalam kamar
"Sandra, apa kau sakit????
Cekreeeekkkk
Pintu kamar Sandra terbuka dan terlihat Sandra berdiri dengan wajah kuyu dan mata sembab karena terlalu lama menangis.
rupanya mat sembab itu karena ia sering menangis malam hari
"Apa kamu sakit??? aku akan segara memanggil paman Alan"
"Tidak, aku baik-baik saja"
"Apa kau yakin???? tanya Catty
"Ya, aku hanya...
hormon kehamilan ini membuat mood ku naik turun" ucap Sandra setengah berbohong.
nyatanya ia memang mudah esih, marah, senang.
tapi Memnag ia sering menangis sambil memandangi foto Aidan.
__ADS_1
"Aku belum mengantuk, bagaimana jika kau temani aku meminum segelas coklat hangat.
dan aku membawa beberapa cake dari papa untukmu tadi.
sekali-kali melupakan diet itu sangat menyenangkan, bagaimana???" tanya Catty
"Baiklah, ayo temani ibu hamil ini memperbaiki mood" ucap Sandra lalu keduanya tertawa menuruni tangga.
Catty hanya ingin menghibur saudarinya.
jujur saja sebenarnya ia sudah sangat kenyang karena banyak makan cake di acara tadi, tapi demi Sandra ia rela.
Catty tahu jika Sandra menutupi kesedihannya.
memiliki anak saat perpisahan terjadi, itu sangat menyakitkan. Catty menduga jika Sandra sangat mencintai pria itu.
Catty bertekad ia harus mencari tahu segara siapa pria yang sudah menyakiti saudarinya dan membalas dendam untuk Catty.
Akhirnya Sandra bisa tertawa bahagia dengan kelakar Catty.
hingga suara tawa mereka membangunkan Layla yang sudah tertidur pulas.
Layla membuka pintu kamarnya dan melihat jika Raung tengah menyala.
ia menajamkan pendengarannya dan mengambil piyamanya menuruni tangga.
terlihat Sandra dan Catty sedang menonton kartun Tom and Jerry
"Astaga apa kalian gila malam-malam tertawa kencang sambil nonton kartun??"
"Kita memang gila ya kan Catty???"
"Iya sis, aku tertular olehmu" ucap Catty lalu keduanya tertawa
"Sial kalian tidak mengajakku makan enak" ucap Layla lalu merebut cangkir coklat milik Catty yang masih utuh
"Hei buat sendiri, ini punyaku" protes Catty kesal
"Kau buat lagi saja.
hmmm enak sekali.
kalian curang makan enak tidak membangunkan ku" gerutu Layla
"Saat kamu lewat kamarmu, kau mendengkur keras" ucap Catty asal membuat Sandra tertawa kecil.
jelas Catty sedang mengerjai Layla
"Apa benar begitu San???
"Iya, bahkan suara dengkuran mu mirip..."
"Mirip apa???" tanya Layla tak sabaran
"Mirip kebo hahaha" tawa Sandra pecah.
__ADS_1
Layla dengan gemas menggelitik Sandra hingga keduanya tertawa
akhirnya ketiganya nonton kartun, dini hari mereka baru kembali ke kamar mereka masing-masing