Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Tegas


__ADS_3

Aaron mengantar Karenina sampai ke mansion ya lalu setelah itu ia pergi karena ia juga harus mempersiapkan diri untuk acara nanti malam


Aaron sahabat Aidan, tentu saja ia harus hadir di acara itu sebagai bentuk dukungan untuk Aidan.


sementara di kediaman keluarga Wilis, Karenina membanting vas bunga di ruang tamu.


ia sangat marah dan baru bisa menumpahkan emosinya sekarang.


Mendengar suara gaduh ,Larry langsung keluar dari kamarnya dan menatap kekacauan yang di buat oleh Karenina


tak terkecuali mamanya, Laurent di dorong keluar dengan kursi roda


"A..apa yyyang kau la..lakukan??" tanya Laurent dengan suara patah-patah sebab Laurent terkena struck dan sulut berbicara


"Diam kau....


kau tak perlu tahu apapun.


cukup diam dan tak usah berkomentar" teriak Karenina membuat Laurent langsung menutup mulutnya rapat, air mata menetes membasahi pipinya.


"Lebih baik kau masuk ke kamar ma...


Nina sedang gila" ucap Larry memberi kode pada suster yang merawat Laurent membawa nya masuk


",Larry..." Laurent tak meneruskan kalimatnya, ia menepuk tangan susternya dan kembali masuk ke kamarnya.


di dalam kamar ia menangis sesenggukan.


betapa sakit hatinya di perlakukan seperti itu oleh putrinya.


putri yang seharusnya lemah lembut dan menyayanginya namun sifatnya seperti....


Apakah tuhan sedang menghukumnya, memberikan anak perempuan yang Watan dan prilakunya seperti pria itu....


pria yang sudah mengkhianatinya dan pergi dengan pelayan rumah mereka.


Larry berjalan ke arah adiknya, ja hanya menggeleng pelan melihat kelakuan Karenina.


mungkin orang-orang di luar sana tak akan percaya jika Karenina memiliki perangai buruk sebab ia berhasil membangun image nya sebagai gadis yang lemah lembut dan lemah


"Kenapa kau...


pergi aku sedang kesal"


"my sister...


jika kau kesal lebih baik masuk ke kamarmu dan lakukan apa yang kau suka di dalam sana.


jika sampai orang luar tahu kelakuanmu...


ckckck apa kau pikir tuan muda Lawrence akan menerimamu????"


"Tutup mulutmu Larry....."

__ADS_1


"Aku mengatakan yang sebenarnya.


sudah sebulan sejak kau kembali dan....


kau masih belum mendapatkan Aidan.


aku lihat justru tuan muda bodoh itu yang tadi mengantarmu.


ckckck pesona mu sudah luntur*


"Diam aku bilang diam!!!!!" teriak Karenina marah


"UPS...


baiklah, aku mungkin bukan kakak yang baik.


tapi aku tahu bagaimana memperlakukan mama.


stop meneriaki nama atau aku akan menggalakan semua rencana!!!" ucap Larry dingin lalu berjalan menuju halaman belakang sambil memasukkan tangannya dalam saku celananya.


Larry tahu bagaimana menderitanya Laurent saat papanya meninggalkannya demi wanita lain


Larry saksi bagaimana menderitanya Laurent saat bersama pria itu, namun....


mamanya sangat mencintai papanya sekalipun pria itu selalu menyiksanya...


cinta yang rumit...


Larry memiliki luka hati sendiri. ia memendam semuanya dan lebih suka melupakan semua dengan minuman keras.


"Tuan, nyonya kejang-kejang" lapor sang suster


Larry langsung ke kamar mamanya sambil berlari.


membawa tubuh lemah Laurent menuju rumah sakit.


sementara ia Tan melihat Nina di ruang tengah, sepetinya adiknya itu sudah masuk kamar.


"Sial, adik durhaka...." maki Larry


"Mama...


mamam bertahan lah" ucap Larry khawatir


Sementara di mansion keluarga Alvaro


Catherine baru saja turun dari mobilnya, terlihat Ayaka dan Lely sudah menantinya di ruang keluarga.


keduanya menampilkan wajah tak bersahabat.


Catherine menghela nafas.


ini lah alasan ia tak ingin tinggal di mansion megah itu karena Lely dan Ayaka.

__ADS_1


cukup dia merasa menderita saat masih kecil.


kini Catherine tinggal di apartemen mewahnya atas izin Alvaro.


"Kau tidak diterima di mansion ini..."


"Aku tak perlu izinmu.


papa memintaku datang"


"Aku nyonya rumah disini" bentak Lely marah


"Pergi sana.


rumah ini berbau busuk karena kedatanganmu" timpal Ayaka lalu keduanya mengangguk.


cathrine hanya menatap malas pada saudari tirinya.


sebenarnya Ayaka tak seburuk itu, ia hanya terlalu mendengarkan Lely hingga otaknya di doktrin oleh mamanya sendiri.


sifat sombongnya berasal dari Lely yang selalu membenarkan dan memanjakannya.


"Apa putriku harus meminta izin mu untuk datang???" Lely dan Ayaka terkejut, mereka langsung pucat begitu mengenali siapa yang berbicara, Alvaro


"Papa....


Catherine tidak sopan pada mama sehingga aku.."


"Ayaka lebih baik kau masuk ke kamarmu.


cathrine adalah saudarimu kakak mu.


dimana sopan santun keluarga Clift yang diajarkan padamu?????


renungkan kesalahanmu atau papa akan cabut semua fasilitas yang papa berikan selam ini!!!" ucap Alvaro tegas


"Pa.....


huhuhu" Ayaka berlari ke kamarnya.


biasanya Alvaro tidak pernah bersikap seperti itu.


Ayaka merutuki sekilas pada Cathrine, ia membenci kakak angkatnya itu


"Apa ah masih mau tetap disini??" tanya Alvaro pada Lely


"Sayang, aku...."


"Jangan pernah berfikir aku akane cabut keputusanku.


jika kau tak bisa mendidik putri kita, aku akan memisahkan mu darinya"


"Sayang ...."

__ADS_1


__ADS_2