
setelah video call itu Kendrick tidak bisa memejamkan matanya pikirannya terus tertuju pada nasib pernikahan Aidan dan Sandra, terlebih ia sangat merasa prihatin pada Sandra.
sebagai seorang dokter dia merasa malu tidak bisa melakukan apapun untuk membantu Aidan dan Sandra namun itu semua di luar kemampuannya nyatanya Aidan benar-benar dicuci otaknya dengan metode khusus yang keberadaannya sudah punah, Pertanyaannya adalah darimana Nina mendapatkannya????
sementara metode itu sudah menghilang sejak perang dunia ke-2 berakhir.
benar kata profesor kredit jika orang yang melakukannya berhati dingin.
Walau sedikit terkejut namun Kendrick kini mengerti dan terbuka matanya siapa Nina sebenarnya.
bagaimana Nina tega melakukan itu pada Aidan yang dulunya sangat mencintai Nina dan memperlakukan Nina seperti seorang putri sekalipun keluarga besarnya tidak pernah menerima Nina namun Apakah ini nah tidak bisa melihat perjuangan dan untuk memperjuangkan cintanya pada Nina dulu????
tiba-tiba ponsel Kendrick berbunyi panggilan masuk dari Catty, Mood Kendrick yang buruk langsung berubah setelah melihat siapa yang menelponnya.
"Sayang apa kau baik-baik saja??" tanya Catty kepikiran Kendrick yang mengirimi pesan dua jam lalu mengatakan tidak bisa tidur
"Aku baik-baik saja, mengapa kau belum tidur??" tanya Kendrick melirik jam diatas nakas sudah menunjukkan pukul dua pagi
"Aku terbangun karena buang air kecil.
Cobalah istirahat, sekalipun kau khawatir tentang sesuatu, tubuh dan otak kecilmu itu perlu istirahat"
"Apa otakku kecil"
"Heem, dan aku bisa membantumu menampung karena tak muat" ucap Catty membuat Ken tertawa
"Sekarang pejamkan matamu, aku yang akan menghipnotis mu" ucap Catty membuat Kendrick tertawa lagi
"Tutup mulutmu Ken, aku serius"
"Ya aku akan menuruti apa perkataan kekasihku" ucap Kendrick tersenyum , kerisauan hati nya sedikit berkurang
"Apa kau sudah tiduran, lalu pejamkan matamu, aku akan menyanyikan mu lagi tidur"
"sayang aku bukan anak kecil"
"Diam Lah,"
"Ken hanya menurut, Catty lalu menyanyi di iringi musik yang ia putar dari ponselnya, ia sebenarnya merasa konyol sendiri namun entah mengapa ia memiliki ide gila ini. Tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus tanda Kendrick sudah tertidur
I love you big boy" ucap Catty lalu ia tertidur juga sambil mendengarkan suara dengkuran halus Kendrick.
Catty terkejut saat kamarnya di ketuk, suara Sandra terdengar di belakang pintu
"Ah sial aku kesiangan" maki Catty melihat jam diatas meja
Ia lalu memeriksa ponselnya, mati kehabisan daya, sepertinya ia tertidur dengan ponsel masih menyala.
"kau bilang kau ingin pulang ke apartemenku pagi-pagi tapi sudah siang kau belum bangun jadi .."
"Thanks sis, aku kesiangan hehehe"
"Ah baiklah, makan dulu sarapanmu sebelum pergi" ucap Sandra tersenyum
__ADS_1
"Sis kau sedang hamil besar, perbanyak istirahatmu"
"Aku lebih baik banyak bergerak daripada aku diam saja dan pikiranku tambah kacau" ucap Sandra jujur.
"Apa kau sore ini ingin ikut denganku menjenguk papa??" tanya Catty
"Mau, aku akan meminta izin Aidan"
"Sis, kau tak perlu meminta izin pria sialan itu, dia tak ingat kau istrinya, bahkan sekalipun...."
"Catty cukup"
"Aku geran melihatnya sis, tak cukupkah penderitaan yang ia berikan padamu dan kini dia amnesia.
Apakah itu kehidupan yang kau mau???"
"Catty...
kau tak mengerti itu semua.
Setiap orang memiliki jalan ceritanya masing-masing, bagaimanapun Aidan adalah suamiku, ayah dari anak-anakku, dan aku juga mencintainya"
"Persetan dengan cinta sis jika kau terus tersakiti.
Darahku mendidih setiap kali melihatnya,
Jika tak ingat kau, sudah berkalang tanah dia" ucap Catty menonjok dinding di depannya
"Catty..." Sandra memeluk Catty,
"Aku juga menyayangimu. Bagaimana jika kita pergi sekarang saja???
Aku tak suka melihat kau sedih"
"Baik aku pamit dulu dengan Aidan"
"Sis..."
"Sebentar, walau Aidan amnesia atau gila sekalipun, sudah kewajiban istri berpamitan jika ingin keluar rumah"
"Baiklah, aku akan mencuci muk dn gosok gigi, malas mandi"
"Astaga, apa Ken tetap mau denganmu saat dia tahu kekasihnya jorok" ledek Sandra
"Ken mencintaiku apa adanya sekalipun aku tak mandi berhari-hari "
"Tidak mungkin....
Dia dokter dan menyukai kebersihan.
Cepat mandi lalu sarapan, aku juga akan bersiap"
"Huh sudahlah, baik, baik" ucap Catty ngeluyur masuk ke dalam kamar mandi, Sandra tertawa kecil,enutup pintu dan menuju ke ruang kerja di mana Aidan berada.
__ADS_1
Rasanya kesedihan dan kesulitannya sedikit berkurang karena keberadaan Catty yang selalu mendukung, menghiburnya, membuatnya tertawa
Tok Tok Tok
"Mas, boleh aku masuk???"
"Masuklah"
Samuel membukakan pintu untuk Sandra, terlihat Aidan sedang sibuk dengan dokumen ditangannya,
sejak keluar dari rumah kait Aidan belum masuk kantor. Ia mengerjakan pekerjaan kantor nya di rumah.
"Mas..."
"Sam kau boleh keluar" ucap Aidan tanpa menoleh
"Tidak, tidak, aku hanya ingin meminta izin padamu"
"Izin, kau ingin kemana???"
"Aku ingin keluar dengan Catty sekalian menjenguk papa"ucap Sandra
"Pergilah, hati-hati dijalan"ucap Aidan masih dengan kepala tertunduk menatap berkas di tangannya
"Terima kasih mas, jangan lupa minum obatmu.
makan siang sudah ku siapkan tinggal di panaskan oleh pelayan, aku pergi dulu mas" ucap Sandra mendekati Aidan, meraih tangan Aidna menciumnya sambil tersenyum.
Sandra terdiam sejenak, dulu saat ia berpamitan Aidna kan mencium keningnya sebelum ia pergi
Kini Aidan lupa ingatan, Sandra merasa hatinya sakit
"Aku pergi mas" ucap Sandra lirih
"Kau juga jangan lupa makan, kasihan anak kita kalau kau telat makan" ucap Aidna mengelus puncak kepala Sandra
"Ya, aku tak akan lupa, Assalamualaikum"
"Wa'alaikum salam"
Samuel tersenyum senang, sikap Aidna sudah sedikit berubah, walau ia belum bisa mengingat apapun tentang Sandra.
Aidan menatap kepergian Sandra.
Wanita itu terlihat pucat dan lebih kurus dari foto yang di tunjukkan oleh Samuel.bebrpa hari lalu.
Sebenarnya tadi Aidna mendengar percakapan antara Sandra dan Catty, hatinya terasa kacau.
Sandra wanita sekaligus istri yang sangat baik, Sandra juga mencintainya, menghormatinya sebagai suami kendati ia hilang ingatan
"Apa kau sudah mengingat sesuatu??"
"Tidak Sam, aku hanya merasa sangat bersalah pada Sandra"
__ADS_1
"Teruslah seperti itu, kau akan melihat betapa kalian saling mencintai.
Kau harus jujur pada hatimu, karena hatimu yang paling tahu" ucapan Samuel