
"Sandra..... Ya tuhan......
Cepat naikkan dia saudariku!!!" pekik wanita itu sudah berlinangan air mata, kendati sang asisten ingin bertanya, namun melihat reaksi bos nya dia bungkam.
Saudari????, Roy sangat tahu jika nyonya mudanya tak memiliki saudari, ia anak tunggal DNA kedua orangtuanya sudah meninggal, lalu siapa sebenarnya wanita hamil ini????
Bukan tanpa alasan Roy tahu, sebab sebelumnya ia sudah di beri informasi lengkap tentang nyonya mudanya sebelum ia menjadi pengawal pribadi sekaligus asistennya.
Namun melihat reaksi panik sang nyonya muda, Roy hanya memendam dalam hati, mobil segera meninggalkan tempat tersebut, Roy tidak ingin terjadi konfrontasi dengan pihak yang mengejar dan yang terpenting adalah keselamatan nyonya mudanya.
Sebelumnya Roy meminta anak buah mereka menghilangkan jejak mobil mereka, demi keamanan. Setelah itu mobil pengawal pertama membuat jejak palsu, mereka melaju ke arah berlawanan untuk mengecoh, setengah jam kemudian mereka sudah berada di belakang mobil utama.
Mobil mereka beriringan menjauh dari tempat kejadian.
Tepat setengah jam kemudian dua mobil yang mengejar tiba, mereka menemukan hanya mobil yang di kendarai kate dan Lee kosong, mereka langsung memeriksa dan menganalisa.
"Bos, sepetinya ada yang menolong mereka, walau mereka menyamarkan, namun sepertinya ada lebih dari satu mobil yang ke tempat ini.
mereka tergesa-gesa sehingga tak teliti meninggalkan jejak . Ini seperti dua mobil datang dan membawa mereka, namun saya yakin kondisi mereka sepertinya tidak baik. Ini adalah darah segar, di depan tengah maupun belakang terdapat darah segar yang terbanyak adalah di depan. Dan kaca depan mobil pecah tertusuk batang pohon. Kemungkinan Kate mati atau kritis"Terang pria bertubuh kurus yang memang ahli menganalisa.
"Apa mereka terluka parah??" tanya pria berbadan besar
"Sepetinya Kate dalam kondisi yang paling parah, barang pohon ini seperti baru di potong dan lihat ini..
Di belakang juga terdapat banyak darah begitu pula kursi penumpang, mungkin wanita hamil itu kontraksi"
"Kita harus menyusul mereka, geledah setiap klinik dan rumah sakit, aku yakin mereka membawa Kate dan komplotannya ke sana"ucap Endri menimpali
"Siap"
Ponsel si pria bertubuh besar berbunyi
"Bagaimana???"
"Maaf bos mereka lolos, tapi cidera parah"
"Cari sampai dapat, terutama Kate dan Lee aku ingin menangkap mereka hidup atau mati!!!" ucap Alberto lalu panggilan berakhir.
"Ayo teruskan pencarian" ucap pria bertubuh besar itu
"Aku tak bisa melepaskan wanita hamil itu atau Nina tidak bercinta lagi denganku" gumam Endri dalam hati.
__ADS_1
Sementara di kediaman Alberto.
Wajah Alberto terlihat menggelap karena marah, ia membanting gelas di tangannya hingga hancur berkeping-keping.
Selama ini ia sudah menganggap Kate sebagai putrinya, bahkan ia melindungi Kate, namun kini Kate mengkhianatinya???
Tidak ada yang lebih mengecewakan dari kenyataan pahit ini,
"Lee sialan, ini pasti semua ulah Lee" geram Alberto
Ia baru aja selesai menyiksa Nina di ranjang, dan berita pemberontakan Kate dan Lee membuatnya murka.
Alberto memilih berjalan menuju ruang kerjanya, ia membuka balkon dan menatap ke arah taman belakang.
"Kate mengapa kau mengkhianati ku???? " Dengus Alberto lalu mengambil rokok di dalam laci, namun sebuah benda jatuh. Alberto menatap benda tersebut, alisnya berkerut
"Ini....
Kate tak pernah meninggalkan ini" ucap Alberto lalu membuka laptopnya
Alberto membuka salah satu file, ternyata isinya sebuah video Kate
"Ayah angkat, aku mohon maaf mengingkari sumpahku. Aku ingin hidup normal dan menua bersama pria yang aku cintai.
Ayah angkat, aku menyayangimu seperti ayahku sendiri, tolong.... Maafkan putrimu yang tak berbakti ini.
Ayah angkat, sebagai baktiku yang terakhir aku memiliki sebuah video dan bukti pengkhianatan beberapankali buahmu. Anggap ini penebusan dosaku karena mengingkari sumpahku.
Aku tak akan kembali, sekalipun kau memaksaku maka hanya jasad ku yang akan kembali
Video berakhir, Alberto telihat meneteskan air mata.
Ia membuka video selanjutnya matanya membulat sempurna, bahkan wajahnya langsung memerah marah dengan urat wajah terlihat, sementara tangannya mengepal kencang
"Wanita jalaaaang!!!"
"Alberto lalu membuka satu lagi dokumen berisi penggelapan dan pengkhianatan beberapa anak buahnya. Alberto makin marah, ia melempar laptopnya hingga hancur.
"Masssukkkkk" teriak Alberto, dua orang asisten nya masuk dan melihat ruangan yang berantakan
"Apa kau tahu apa yang Kate tahu??"
__ADS_1
"Tuan saya tidak mengerti maksud tuan"
"Aku muak kalian bohongin, katakan sejujurnya" ucap Alvaro langsung menodongkan pistol ke kepala asisten nya
"Tuan sabar dulu, kami tahu jika nona Nina menghipnotis anda, namun kami tak bisa serta merta membuat anda sadar, anda..."
"Sial!!!!
Bawa wanita sialan itu ke penjarah bawah tanah kita dan jadikan ia hadiah bergilir bagi mereka!!!!"
"Maksud tuan???"
"Karena dia sangat tidak puas di ranjang bersamaku dan berselingkuh dengan Endri dan Bob, maka biarkan dia merasakan lebih banyak pria"ucap Alberto lalu meninggalkan ruang kerja tersebut.
"Kenapa kau masih bengong, ayo kita laksanakan perintah bos"
"Apa kau berminat mencicipi?"
"Hueeeekkkk....
barang murahan menjijikan, atau kau yang mau??" ucap sang asisten satu pada rekannya
"jika bis aku mau ... Mau membunuhnya!!!" timpalnya lalu keduanya tertawa, Nina di seret menuju penjara bawah Tanah yang berada di mansion tersebut.
aia tak mengenakan apapun saat di seret, hanya pakaian dalam saja.
Nina terus memaki dan meronta, ia mengancam sang asisten Alberto bahwa akan mengadukan perbuatan mereka pada Alberto membuat sang asisten tertawa terbahak-bahak
"Kau??? Tuan sudah tahu siapa.kau
****** menjijikkan, karena kau tak puas dengan tuan maka...."
PROK PROK PROK.....
Beberapa pengawal keluar dengan wajah penuh nafsu menatap Nina
"Lakukan sesuka kalian pada wanita ini. Jangan membuatnya mati"
"Siap tuan" ucap mereka langsung menyerbu Nina.
Nina berteriak ketakutan meminta tolong, namun dua orang asisten Alberto tak perduli mereka segera meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
"Akhir dari wanita licik dan serakah"
"dia akan merasakan kehidupan yang lebih menyakitkan daripada kematian"