
Ayaka terlihat sumringah melihat kedatangan Aidan berbeda dengan Aidan yang terlihat masam karena merasa dijebak oleh neneknya sendiri.
walaupun begitu Aidan berusaha tetap sopan dan menyapa semua orang yang ada di sana.
"Selamat sore tuan muda"
"Sore nona Clift"
"Nenek aku pulang"
"Cucuku sudah pulang.
tolong temani nenek tua ini menjadi tour guide untuk nona Clift.
kaki tua ini tak kuat lagi berjalan" ucap Margareth.
Aidan ingin menolak, namun Margareth memang memiliki sedikit masalah dengan kakinya karena usianya
"Baik nek"ucap Aidan lirih.
Aidan hanya berjalan di belakang Ayaka, sementara gadis itu terus mengoceh panjang lebar
Ayaka terlihat antusias dengan perkebunan anggur itu.
"Apa kau bahagia??"
"Tentu saja.
UPS maaf aku orang yang tak bisa menyembunyikan apa yang ku pikirkan.
Aku tahu anda tidak begitu suka menemaniku"
"Apa kah terlihat???" tanya Aidan santai
"Jadi tuan muda tidak suka???
"Tidak juga, aku hanya ..."
"Lihat tuan muda, anggur itu sudah rabun" ucap Ayaka tiba-tiba.
Aidan menatap kearah yang di tunjuk Ayaka dan benar.
Aidan mengambil gunting dan memotong anggur tersebut lalu , menyerahkan pada Ayaka yang terlihat bahagia.
Rupanya Margareth meminta pelayan mengambil foto mereka secara sembunyi-sembunyi.
Aidan dipaksa mengantar Ayaka pulang sebagai bentuk kesopanan keluarga Lawrence.
Aidan langsung pulang setelah menurunkan Ayaka di kediamannya, ia tak ingin keluarga Clift salah paham.
Terlihat Ayaka sangat bahagia memasuki kediaman ya, sementara Alvaro hanya mengintip dari ruang kerjanya.
__ADS_1
"Sayang, apa sukses??" tanya Lely begitu putrinya masuk
*Apa mama lihat???
tadi ruang Musa lawrence yang mengantarku"
"Anak bodoh, tentu saja mama lihat.
kalian sangat cocok" ucap Lely yang bahagia membayangkan Ayaka bersanding dengan Aidan
"Kau sudah kembali??" tanya Alvaro berjalan mendekati putri dan anaknya
"Papa...." ucap Ayaka bergelayut mesra di bahu papanya
"Sayang, tadi Ayaka diantar oleh tuan muda Lawrence"
"Itu bentuk kesopanan keluarga Lawrence apa ada yang aneh??? sayang kamu harus menjaga perilaku di depan keluarga lawrence.
mereka mungkin tertarik padamu, tapi kriteria mereka sangat tinggi mengingat mereka keluarga nomor satu.
berharap.boleh tapi ingat batasan, jangan membuat hatimu sakit sendiri"
"Aku akan ingat pesan papa" ucap Ayaka
"Sudahlah kembali ke kamarmu dan istirahat lah.
owh ya, dosenmu menelpon papa,.bisakah kau lebih serius dengan pendidikanmu???
Lely sudah menanamkan sifat buruk pada putrinya sehingga Ayaka menjadi seperti saat ini.
lebih mementingkan kesenangan daripada pendidikan untuk bekalnya
"Baik pa, aku akan menyelesaikan kuliahku, aku janji"Alvaro mengangguk sambil mengelus puncak kepala putrinya.
Dia terlalu dimanja, sementara putrinya yang lain hidup penuh derita,
Ayaka mencium pipi papa dan mamanya lalu menaiki tangga menuju kamarnya sambil.bersenandung.
terlihat mood Ayaka sangat baik malam ini.
"Mengapa kau harus mematahkan harapan putrimu sendiri???
apa kau tak ingin mendukungnya???
bukankah jika kit bisa menjalin hubungan dengan keluarga lawrence.bisniamu akan lebih besar lagi kelak????" cerocos Lely kesal
"Aku berbicara sesuai fakta.
kau harusnya sebagai mamanya lebih realistis.
pria tidak hanya tertarik pada wajah yang cantik, tapi juga memerlukan istri yang cerdas yang bisa di jadikan partner dalam keluarga dan mendiskusikan sesuatu.
__ADS_1
Jelas Ayaka Hanya tahu bersenang-senang,
kau menanamkan kebiasaan buruk pada putriku.
muli hari ini aku memblokir black card mu selama sebulan sampai kau merenungi perkataan ku" ucap Alvaro tegas
"Tapi..."
"Dua bukan"
"Honeeeyyy...."protes Lely manja berharap Alvaro akan luluh.
"Tiga bulan..."
"Sial kau menyebalkan Alvaro" ucap Lely Menghentikan kakinya lalu pergi ke kamarnya.
Tan lama kemudian terdengar suara keras pintu di banting.
Alvaro menghela nafas, ia banyak mentolerir kelakuan Lely, kini saatnya ia tegas.
"Sebentar lagi nak, seminggu lagi kamu akan menjadi putri keluarga Clift secara resmi.
tunggu sedikit lagi
papa akan terang-terangan berada di sisimu* ucap Alvaro lirih lalu kembali ke ruang kerja.
ia memang sudah satu bulan ini tak sekamar dengan Lely.
entah mengapa ia tak bisa tidur jika berada di kamar itu, seolah ada rasa bersalah yang sulit ia ungkapkan
Keesokan harinya
Pagi itu Alvaro sedang menyelesaikan beberapa dokumen penting saat Asistennya masuk dengan wajah sumringah.
ia Membawa surat kabar terbaru yang terbit hati ini.
Alvaro mendongak sambil memicingkan matanya.tidak biasanya Asistennya itu datang dengan wajah penuh senyum, sangat aneh dan mencurigakan.
"Buang wajah konyol mu itu, kau membuatku ingin menparmj"
"Hahah, tuan sepertinya anda sebentar lagi akan mengadakan pesta " ucap sang asisten dengan senyum lebar
"Pesta??? apa maksudmu???
Seminggu lagi memang pengumuman Sandra putriku, tapi pesta apa yang kau maksud???"
"Ini...
berita terhangat" ucap sanga sistem menyerahkan surat kabar yang di bawanya.
mata Alvaro Membulat lebar
__ADS_1