
"Ya ma???
mama menunggu apa???? kenapa mata mama melotot??" tanya Catty pura-pura bodoh
"Mana ada...
mana ada mama hanya...
ah mata mama gatal" ucap Lely berbohong.
Catty tertawa puas dalam hati.
ia melirik ke arah papanya yang menggeleng pelan karena berhasil mengerjai Lely.
Alvaro berdehem melerai anak angkat dan istrinya
"Sayang, tolong persiapkan makan malam.
papa akan mengundang tamu kerumah kita"ucap Alvaro seperti biasanya.
walau ia tak mencintai Lely namun ia tetap menghormati wanita itu sebagai ibu dari anaknya.
"Baiklah, aku akan meminta asisten rumah tangga mempersiapkan.
berapa orang tamu yang kau undang sayang???"
"Hanya Dua, pastikan semua menu yang terbaik, aku tak ingin mengecewakan mereka.
"Pa, nenek dan kakek berkata padaku bahwa mereka juga akan datang"
"Papa dan mama juga???" ulang Lely.
sepertinya tamu yang di undang Alvaro tamu penting
"Benarkah??"
" Iya, sore tadi aku mengunjungi mereka untuk menyapa"
"Baiklah, siapkan semua sayang, pastikan kau menghidangkan menu kesukaan mama dan papa"ucap Alvaro melirik kearah Catty.
gadis kecilnya rupanya menjadi mata-mata kakek neneknya juga.
"Baik kalau begitu aku permisi"
"Jangan ganggu kami hingga makan siang.
__ADS_1
kepalaku....
dokumen ini membunuhku" gerutu Alvaro
"Apa perlu ku pijit sejenak bahumu???
"Tidak, tidak" ucap Alvaro melirik ke arah Catty yang seolah tak mendengar.
Lely lalu berjalan keluar dengan wajah cemberut.
"Mau ku pijit bahu papa??"
"Kau meledekku???" ucap Alvaro membuat Catty tertawa
"Loh apa yang meledek, aku kan menawarkan bantuan untuk papa"
"Sudah selesaikan laporannya dan kirim ke email papa.
kedepannya perusahaan cabang negara J akan menjadi milikmu.
papa ingin kau sukses
"Pa...
tapi kan ada Ayaka dan Sandra, aku merasa...
Sandra sudah sudah memiliki bagaimana.
perusahaan Style adalah milik Firly, selama ini aku hanya membantu menjaganya, kini sudah ada Sandra maka perusahaan itu aku akan berikan padanya.
Dan dari papa pribadi dia akan mendapatkan perusahaan konstruksi kita.
aku harap kau tidak cemburu.
sebab papa memberikan kalian perusahaan sesuai dengan keahlian kalian"
"Pa...
aku tidak di beri apapun oleh papa, aku tidak keberatan.
bagiku papa adalah yang berharga dalam hidupku"
"Anak berbakti
papa menyayangi mu nak, tapi papa bukan papa egois.
__ADS_1
kau perlu di hormati semuanya, agar sebagai Putri papa orang tak memandang mu sebelah mata"
"Terima kasih pa, terima kasih "ucap Catty memeluk Alvaro penuh rasa syukur
Tuhan mematahkan kedua sayapnya Untu di ganti sayap baru yang lebih indah, Alvaro.
Lely yang tak tahu menahu tentang tamu istimewa yang akan di bawa Alvaro dengan semangat mempersiapkan jamuan makan malam itu.
Terlebih lagi mengetahui mertuanya akan datang juga, lely tak mau kedua mertuanya kecewa. Ia sekaku berusaha mengambil hati mertuanya sejak ia memasuki keluarga Clift.
Sekalipun di luar ia sosok yang sombong, namun di depan orangtua suaminya ia berperan sebagai istri dan menantu yang baik, semua demi masa depan Ayaka.
Catty di minta tinggal untuk ikut makan malam, alvaro sengaja mengatakan itu di depan lely.
Itu hanya sandiwara Alvaro, tujuannya adalah agar Catty nanti bisa melindungi Sandra dari amukan ayaka dan juga lely pastinya,
Malam hari tiba, nyonya dan tuan clift senior sudah tiba dan di sambut manis oleh ayaka serta Lely.
Ayaka bahkan menggandeng tangan neneknya manja dan membawa mereka ke ruang keluarga, menanti tamu istimewa yang di katakan oleh Alvaro.
Namun Sejak sore Alvaro belum keluar dari ruang kerja, Lely berusaha bertanya pada Catty namun wanita itu berkata tak tahu apa-apa.
Sebenarnya di dalam ruang kerja, alvaro cemas dan khawatir.
Ia gugup sendiri dan sedang mempersiapkan diri kalimat apa yang akan ia sampaikan.
Pintu ruang kerja di ketuk, alvaro menekan remote dan masuklah juan Clift dan Catty
"Sayang, bisakah meninggalkan kami??"
"kakek aku tinggal dulu ya, minuman kakek mau aku bawa kesini atau???
"letakkan di ruang keluarga saja, terima kasih Catty"Catty mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut, kini tinggal Juan dan Alvaro
" aku terkejut dengan informasi yang di berikan Catty" ucap Juan lalu duduk di sofa yang ada di ruangan tersebut,
Lelaki sepuh itu menghela nafa
"Aku juga pak, itulah kenapa aku lebih memiliki alasan kuat untuk segera mengumumkan sandra sebagai putriku, aku ingin melindungi Sandra dari pria sialan itu"
"Papa juga berfikir demikian. Namun nak, dalam rahim Sandra terdapat penerus keluarga lawrence, papa pikir....
"Pa, mereka sudah bercerai.
Sejak saat Aidan meniggalkan Sandra maka sejak saat itu pula ia tak memiliki hak atas Sandra dan juga anak dalam kandungan Sandra"ucap Alvaro muram, setiap mengingat Aidan, Alvaro merasa kemarahan yang amat besar.
__ADS_1
Sejujurnya sedikit banyak Alvaro mengenal Aidan sebagai sosok anak muda yang santun, cerdas dan juga seorang pengusaha ,muda yng berbakat, namun di kehidupan pribadinya,,,
Alvaro tak habis pikir, bagiamana Aidan bisa bersikap sangat memalukan seperti itu.