
"Baiklah tuan serba tahu, ayo kita kesan" ajak Ken ingin masuk ke dalam mobil, namun Sam mencekal tangan Ken
"Ken... Kita akan di tembak mati jika nekad kesana tanpa izin"ucap Sam dengan wajah serius.
perkebunan itu merupakan perbatasan negara dan sudah tak ada jalan alias mereka berada paling ujung dari Negara X.
"Jika kita tak bisa mendekat bagaimana caranya kita tahu siapa orang yang kabur dari mansion???"
"Kau punya lebih dari kemampuan untuk membuka akses. Karena tuan Matthew sudah sakit lama, tentu saja kakek mu kenal, sebab kakekmu dokter terkenal dan..."Kendrick terlihat tak suka, membahas kakek tua itu selalu membuat mood nya buruk dalam sekejap
"Sial, aku harus meminta tolong kakek tua itu" Dengus Kendrick membuat Samuel menggeleng, ia tahu bagaimana hubungan Ken dengan kakeknya.
Kendrick menghubungi kakeknya, di kejauhan masih terlihat Kendrick menahan kesal, ia tetap berusaha sabar walau tangannya mengepal, sungguh lucu melihat Kendrick memohon pada kakeknya.
tak lama kemudian panggilan berakhir
"Sial.bagaimana kau tahu kakek ku tahu pria tua itu?"
"Karena mereka satu angkatan hahaha" tawa Samuel pecah, namun Kendrick merenggut kesal.
Kalimat satu angkatan membuat Kendrick ingin sekali menjitak kepala samuel
"Bagaimana???"
"Tunggu sepuluh menit" ucap Kendrick malas.
"Jika pria tua itu sakit, ia pasti pernah di rawat di rumah sakit keluarga white, atau setidaknya kakek Melvin mengenal dia sebab kakekmu memiliki koneksi lebih dari yang kau tahu. Ditambah tidak ada orang yang tidak mengenal tuan Matthew, apalagi yang mengetahui sejarah negara X.
Jika tuan White senior mengenal baik tuan Matthew, itu memudahkan jalan kita menemuinya"
__ADS_1
"Kau benar" ucap Kendrick kali ini setuju.
Belum sampai sepuluh menit, kakek Melvin white menghubungi Ken.
Kendrick mengucapkan terima kasih walau tak terlihat tulus,
"Bagaimana?????" tanya Samuel tak sabaran
"Kalian semua tunggu disini, aku dan Sam akan menemui kakek tua itu"ucap Kendrick
"Dengar perintah tuan muda White semuanya.
Jika kami tak kembali dalam setengah jam, kalian bisa menyusul" ucap Samuel
"Untuk antisipasi" ucap Samuel yang di balas anggukan Ken. Keduanya lalu mengendarai mobil mereka menuju mansion tua di pinggir kota milik keluarga Seira.
Di tengah jalan mereka di berhentikan dua mobil,
Samuel.dan Kendrick terlihat waspada dengan senjata api mereka,.jika mereka lawan maka keduanya akan menghabisi mereka.
Dua orang pria bertubuh besar keluar dari dalam mobil, , situasi makin tegang,
Sam memberi kode pada Kendrick untuk waspada, namun salah pernah pria bertubuh besar itu mengetuk kaca mobil dengan gestur sopan
Sambil mengeluarkan token keluarga berlambang Seira
"Selamat sore tuan, mohon perkenalkan identitas anda, kalian memasuki kawasan privasi"
"Saya Kendrick white dan dia samuel asisten saya" ucap Kendrick lugas mengeluarkan token keluarga white
__ADS_1
"Maaf tuan White anda harus mengikuti peraturan di tempat kami, tanpa senjata api dan senjata tajam" ucap sang pengawal mempersilahkan Kendrick dan Samuel keluar dari dalam.mobil mereka
Lalu pengawal tersebut memeriksa Sam dan Ken. Mereka melucuti senjata keduanya dan meninggalkan mobil Ken di tepi jalan.
Kendrick dan Samuel melanjutkan perjalanan dengan mobil sang pengawal, sementara satu mobil lagi tetap di tempat
"Jangan khawatir mobil kalian aman, kamu hanya menjalankan prosedur keamanan"ucap Pengawal yang melihat tatapan Sam dan ken
Untuk seorang politisi, ini sebuah pengamanan yang super ketat. Bahkan saat mereka mendekat terlihat beberapa prajurit keluarga Seira berjaga.
Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah mansion tua,
Nampak di kejauhan seorang pria paruh baya sudah menanti mereka di depan pintu mansion.
Seperti yang di harapkan dari seorang politikus ternama, pria tua itu terlihat berwibawa. Aura kepemimpinan jelas terlihat di pembawaannya yang tenang
"Selamat datang di kediamanku dokter Kendrick white" sapa Matthew Sierra
"Tuan Seira, maaf menggangu istirahat anda" ucap Kendrick menjabat tangan Matthew
"Ah tidak, tidak, ini suatu kehormatan bagi saya"
"Owh ya ini asisten saya , Samuel"
"Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda tuan matthew, saya penggemar anda" ucap Samuel yang di balas tawa ringan Matthew
"Anak muda apa Yaang bis Adi banggakan dari kakek tua ini, ayo silahkan masuk" ajak Matthew.
Mereka lalu memasuki mansion, suasana hangat langsung terasa, rumah itu dari luar terlihat kaku namun saat memasuki mansion terlihat suasana perumahan asia Yangs Nagar kental, Samuel Bahakan merasa jika ia kembali ke Indonesia dan berada di sebuah rumah dengan dekorasi daerah Jawa tengah, bahkan di beberapa bagian terdapat pajangan khas Indonesia seperti patung Jawa
__ADS_1