Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kelakuan Pasutri Tua


__ADS_3

"Meninggalkan wanita yang di cintai, apakah dia pria????" ucap Mona sengit.


Sandra melihat api kebencian di mata neneknya, sementara Catty menepuk keningnya pelan


"Catty...."


"Nanti Ku jelaskan, ..." ucap Catty memberi isyarat agar Sandra Dian dan menyimak.


Sandra mengangguk mengikuti isyarat dari Catty.


"Semua orang pernah melakukan kesalahan, semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua" ucap James, sementara Juan hanya diam dengan wajah masam.


"Ya, semua kesempatan kedua tidak disia-siakan oleh Aidan seperti seseorang itu


Jika itu terjadi, jangan harap keluarga kami, keluarga Clift mau menerima keluarga Lawrence lagi, sekalipun kamu harus berperang"ucap Mona penuh kebencian


"Sayang..."


"Maaf Juan, melihat dia aku emosi" ucap Mona dengan wajah bersalah.


"Tak apa, tak apa, ada aku" ucap Juan penuh cinta merangkul Mona, Ada rasa tak rela terlihat di wajah Jaret, namun ia memilih memalingkan wajahnya ke arah lain.


Ekor matanya melihat wajah Margareth yang kecewa, ya ia hari ini keterlaluan.


"Aku tak bermaksud" ucap Jaret setengah berbisik pada Margareth"


"Tak perlu di bahas"


"Jadi Aidan apa yang akan kau lakukan??" tanya Juan mental Aidan


"Kakek Juan, nenek Mona, aku mohon berikan aku kesempatan. Aku tahu aku salah, aku akan menebus kesalahanku selama sisa hidupku bersama Sandra"


"Kau dengar sendiri bukan?"ucap Jaret namun diabaikan Juan sepenuhnya. Kakek tua itu mendekati ranjang Sandra dan menggenggam tangan cucu nya itu


"Sandra apa kau mau kembali pad Aidan???


Kakek Hany ingin kau bahagia.


Jika kembali pada Aidan membuatmu bahagia, maka kembali lah sayang.


Tapi jika kau tak ingin kembali, maka kakek akan menjadi garda terdepan yang akan melindungimu"

__ADS_1


"Kakek..." Sandra menangis hari, sedalam itu ia di cintai oleh kakeknya


"Papa..."Alvaro mendekati Sandra dan mengelus puncak kepala putrinya


"Papa sama dengan kakekmu.


Kami hanya ingin yang terbaik untukmu"ucap Alvaro, kini Sandra gantian memeluk Alvaro


"Aku ingin memberi kesempatan pada mas Aidan pa, kek, nek.


Maafkan jika keputusanku membuat kalian kecewa"ucap Sandra menunduk malu


"Anak bodoh apa yang kau pikirkan????


Sudah kakek dan papamu katakan, kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami.


Tapi jika dia macam-macam, jangan salahkan jika dia tak akan pernah menemukan jalan kembali bersama padamu. Nenek sendiri yang akan memastikan itu" ucap Mona menatap tajam ke arah Aidan. Aidan sampai menelan Saliva nya dengan sulit. Nyonya besar Clift seperti yang di rumorkan, tegas dan berwibawa.


Bahkan aura nya bisa menekan Aidan


pantas menjadi pewaris keluarga Clift, keluarga bangsawan yang pernah berkuasa di eranya.


Pesona wanita itu sungguh sulit di sangkal,. Bisa Aidan bayangkan secantik apa nenek Sandra itu saat muda dulu.


Aidan melihat wajah Sandra ada kemiripan dengan neneknya, terutama senyumnya.


Serta tatapan tajam Sandra.


"Nenek, aku tidak berjanji apapun, aku akan membuktikannya"ucap Aidan penuh tekad


"Semoga kau tak mengecewakanku


karena kau ingin menjadi menantu keluarga Lawrence maka siapkan maharnya, cucuku tidak semudah itu kembali padamu.


Adakah pernikahan dan penyambutan yang sesuai untuk cucuku,"


"Mona, mereka..."


"Nenek, aku menyetujui syarat mu" ucap Aidan membuat Margareth mendengus kesal.


Ia masih belum bisa menerima Sandra, namun keadaan ini membuat ia terpojok.

__ADS_1


"Kakek akan membantumu cucuku" ucap Jaret menepuk punggung Aidan


"Karena permasalahan selesai, kamu pamit" ucap Margareth


"Kami tunggu kedatangan resmi kalian" ucap Mona sebelum Margaret dan suaminya melangkah


"Tentu" ucap Margareth datar, lalu berbalik badan dan pergi


Jaret menatap Mona sekilas lalu menyusul istrinya


"Huh, dasar tidak tahu malu" gerutu Mona


"Sayang...."


"Maaf sayang, melihat pria tua Bangka itu membuatku kesal" ucap Mona


"Kesal atau kau masih memendam perasaan???"


"Juan kau cemburu???? Hahaha pria tercintaku cemburu. Dengan sayang, selamanya kau adalah kekasihku. Aku emosi hanya karena mengingat kelakuan tua Bangka itu." ucap Mona menangkup wajah suaminya, terlihat Juan merona merah.


Catty memutar bola mata malas melihat pemandangan di depannya, kedua pasutri sepuh itu senang sekali mengumbar kemesraan tanpa tahu tempat.


Sementara Sandra melongo dengan wajah polos


"Pa,.ma,.kalian lanjutkan di rumah.


Lihat cucu dan cucu menantu kalian serta Layla melihat kalian dengan aneh"


"Hahaha maaf, maaf kami pulang dulu.


Sayang lekas sembuh" ucap Mona mencium pipi kanan ,kiri dan kening cucunya.


"Sandra, kakek pulang dulu ok, lekas sembuh dan kembali" ucap Juan mengecup puncak kepala cucunya


"Alvaro kami pulang dulu, jaga cucuku baik-baik" ucap ?Mona, lalu pasutri sepuh itu berjalan sambil berpegangan tangan


"Kita tidak perlu pulang, kita ke villa saja biar anak-anak mengurus semua masalah"


"Sayang, kau nakal" ucapnya manja, masih terdengar tawa kecil Mona hingga keduanya menjauh


Alvaro menggeleng pelan melihat kelakuan papa dan mamanya. Tapi ia sangat bahagia melihat cinta diantara mereka.

__ADS_1


__ADS_2