Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Say


__ADS_3

Disebuah taman bunga terlihat dua sejoli tengah duduk dikursi panjang yang ada di sisi taman tersebut.


Lira bersama dengan sahabatnya Say sedang bernostalgia mengingat masa masa saat mereka sekolah dulu.


Bercanda dan tertawa, mereka terlihat seperti sepasang kekasih namun pada kenyataannya cinta Say hanya bertepuk sebelah tangan. Lira hanya menganggapnya sahabat dan itu sudah cukup untuknya.


"bagaimana pernikahanmu?" tanya Say tiba tiba.


"baik baik saja. lalu apakah kau sudah mempunyai pacar Say" Lira menggoda Say.


"kau tau jawabannya Ra" kata Say menatap Lira sendu.


Lira mengerti dan tau akan perasaan Say padanya, namun Lira tidak bisa membalas cinta Say dari dulu hingga sekarang. Entah kenapa? Lira bahkan tidak tau apa itu arti cinta sesungguhnya, dia hanya tau jika Say adalah salah satu orang yang berharga dihidupnya.


"maaf Say" lirih Lira dan menundukan pandangan.


"tak apa Ra. kamu tidak bersalah, asalkan kamu mau tetap menjadi sahabatku itu sudah cukup. sudahlah jangan seperti itu, jelek" kata Say sedikit menghibur Lira.


Lira akhirnya kembali menatap Say namun masih ada sorot penyesalan dimatanya.


"sudahlah..." Say mengusak rambut Lira sayang "bagaimana kalau kita jalan jalan sepuasnya hari ini?" ajak Say.


"mm" Lira mengangguk antusias.


"ayo" Say menggandeng tangan Lira dan membawanya untuk jalan jalan berkeliling kota.


☆☆☆


Lira dan Say sudah sampai di taman bermain anak anak, mereka langsung memainkan semua permainan yang ada disana seperti anak kecil.


Lira yang langsung mendudukan dirinya di ayunan besar disana mendorong tubuhnya sendiri untuk berayun. Tiba tiba Say memegangi tali ayunan itu kemudian mendorongnya supaya ayunan itu terbang.


Lira merentangkan tangannya menikmati angin sepoi sepoi yang menerpa wajahnya, dia merasa terbang dan sejenak melupakan masalah.


"ra. apa kau mencintai suamimu?"


DEG


Pertanyaan yang dilontarkan Say membuat mood Lira down seketika dan dia mulai menampilkan ekspresi rumit.


Say yang melihat perubahan seketika dari Lira mulai merasa bersalah, dia memberhentikan ayunan dan kemudian duduk diayunan satu lagi disamping Lira.


"aku tidak bermaksud bertanya begitu. lupakan saja" kata Say.


Mood Lira sudah terlanjur hancur dan dia mulai menampilkan ekspresi dingin yang sangat Say benci.


"sudah ku bilang lupakan. jangan seperti ini aku membencinya" kata Say mulai khawatir.


"ra?"


Lira hanya diam membisu.

__ADS_1


"Lira?"


Say sudah benar benar kehabisan akal untuk mengembalikan Mood Lira lagi. Dia mulai menampilkan wajah prustasinya.


AHAHAHAHAHA


Lira tiba tiba tertawa terbahak bahak, dan itu membuat Say menampilkan ekspresi horor seketika. Dia baru sadar jika Lira mengerjainya.


"ahahaha. aduh perutku sakit" kata Lira disela sela tawanya "aku hanya mengerjaimu, siapa sangka jika kau benar benar percaya hahaha" Lira kembali tertawa.


Say hanya diam saja melihat sahabatnya tertawa puas telah membuatnya khawatir. Say tiba tiba mencubit hidung Lira gemas.


"aw sakit Say" protes Lira dan mengusap ngusap hidungnya yang memerah.


"kamu sudah mengerjaiku maka dari itu kamu harus menerima akibatnya" Say mulai menampilkan smirknya dan itu adalah tanda bahaya buat Lira.


Say mengangkat kedua tangannya dan sedetik kemudian dia menggelitik pinggang Lira yang membuat siempunya menggeliat geli dan langsung berlari menghindari Say.


Akhirnya terjadilah acara saling kejar diantara keduanya, membuat orang orang yang kebetulan berada ditaman tersebut menatap heran. ada juga yang tersenyum kecil melihat kedua orang dewasa yang bertingkah seperti anak anak.


☆☆☆


Seharian waktu Lira dihabiskan untuk bersama dengan Say, dan kali ini mereka sedang berada disebuah rumah makan dipinggir jalan yang sudah menjadi favorit mereka sejak SMA.


Lira memesan mie pedas kesukaannya begitu pula dengan Say, keduanya menyantap makanan dengan nikmat dan sesekali diselingi dengan candaan.


Waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam dan memang saat itu sudah waktunya makan malam.


Ditemani suara kendaraan dan lampu lampu kecil yang menerangi meja makan itu membuat suasana menjadi sangat asik (bukan romantis ya).


"biarin. sudah lama aku tidak kesini" kata Lira.


"kenapa? bukankah kau mengajak suamimu kesini" kata Say memastikan.


"aku tidak mungkin mengajak dia ketempat favorit kita" jawab Lira enteng.


Say hanya tersenyum simpul mendengar penuturan dari Lira. ada rasa senang yang Say rasakan ketika Lira bilang tempat favorit mereka berdua. Setidaknya ada yang bisa Say jadikan alasan untuk mengajak Lira bertemu kedepannya, padahal Say tidak perlu alasan untuk mengajak Lira bertemu. Karena Lira akan dengan senang hati untuk bertemu dengannya.


"habis ini kita mau kemana?" tanya Say.


"umm.. ini sudah malam. aku kira kita harus pulang" kata Lira dan melihat jam tangan ditangannya.


"baiklah" Say terlihat sedih.


"jangan bersedih kawan. kita masih bisa bertemu lagi kedepannya, kan kamu sudah pindah kesini. itu akan mudah" kata Lira menepuk pundak Say pelan.


Say tersenyum kecil "mm" gumamnya.


Say mengemudi mobilnya dan disebelahnya ada Lira yang sedang menatap layar ponselnya, dia terlihat menampilkan ekapresi datar. Lira menatap layar ponselnya cukup lama, dan membuat Say penasaran karenanya.


"ada apa Ra?" tanya Say.

__ADS_1


Lira hanya diam saja dan terus melihat layar ponselnya dan itu membuat Say mengambil ponsel Lira tiba tiba dari tangannya.


"say.."


"ini...?" ekspresi Say saat ini benar benar sulit diartikan.


☆☆☆


"aku akan bicara pada suamimu" Say sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.


Saat ini Lira dan Say sudah berada didepan rumah pratama setelah tadi Say memaksa untuk mengantar Lira sampai didepan rumah.


"tidak Say. Lebih baik kau pulang" bantah Lira.


"tidak bisa. dia tidak bisa memperlakukanmu seperti ini" kata Say.


"dia tidak melakukan apa apa Say. ini sudah malam kumohon pulanglah" Lira mulai melembut.


"baiklah. kali ini akan aku biarkan, tapi tidak untuk lain kali" Say pergi dari hadapan Lira dan meninggalkan kediaman itu dengan mobilnya.


Lira hanya bisa menghembuskan nafas kasar, dia tidak menyangka jika Say akan sangat kesal melihat foto yang dikirimkan oleh seseorang itu.


Lira menerima pesan yang didalamnya terdapat foto seorang laki laki sedang berada di tempat hiburan, dan tengah menempelkan bibirnya dengan bibir seorang wanita. Yang jelas laki laki itu adalah suaminya sendiri.


Lira menatap pintu besar itu lekat, dia belum berniat untuk sekedar melangkahkan kakinya memasuki rumah itu. Perasaannya entah kenapa tidak karuan saat dia melihat Shean sedang bersama dengan wanita yang sudah Lira tau siapa.


Lira pikir Shean tidak akan melakukan hal seperti itu dengan wanita itu, namun Shean melakukannya. Ada perasaan sedih yang Lira rasakan saat ini, namun dia menepisnya jauh jauh.


Lira mengingat kembali perjanjiannya dengan Shean, dan dia yang setuju Shean yang kembali lagi dengan mantannya. tidak ada yang patut disalahkan dalam hal ini, karena keduanya sudah menjalin kesepakatan berasama diawal.


"kenapa denganmu Ra? mungkin mereka juga pernah melakukan hal yang lebih dari itu" monolognya dan tersenyum getir kearah pintu rumah.


☆☆☆


Ketika sudah berada didalam kamar ,Lira menemukan Shean yang tengah tertidur pulas diatas tempat tidur. Tidak ada tanda tanda bahwa Shean baru saja pulang dari tempat itu. Mungkin foto itu diambil sudah lama.


Baru saja Lira akan melangkah menuju sofa, suara berat menghentikan niatnya.


"sudah pulang?" tanya Shean dan mulai bangun dari tidurnya.


Lira berbalik dan tersenyum hambar kearah Shean, karena sepertinya Shean belum benar benar tidur.


"mm" jawab Lira.


Melihat Lira yang tersenyum hambar membuat Shean menjadi merasa ada yang aneh. Dia lebih suka jika Lira bersikap cuek kepadanya atau marah marah tidak jelas, itu memang mencerminkan sifat Lira terhadapnya.


Setelah cukup lama berdiri dan tidak ada tanda tanda Shean akan berbicara lagi, Lira mulai berniat pergi dari hadapan pria tampan itu, namun langkahnya terhenti oleh tangan kekar yang kini tengah menggenggam tangannya.


"ada apa?" tanya Lira


"ada apa?" Shean malah bertanya balik.

__ADS_1


"maksudnya? kenapa kau menjawab pertanyaan dengan pertanyaan. oh ya lepaskan tanganmu dulu" kata Lira menginterupsi.


Greb


__ADS_2