Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Layla marah


__ADS_3

Sandra sport jantung seharian itu, beruntung Aidan pergi sebelum makan siang, entah bagaimana pria itu bisa keluar tanpa di ketahui oleh anak buah papanya, yang jelas Sandra merasa lututnya sangat lemas karena ia takut Aidan tertangkap


"Tunggu, apakah aku mulai perduli pada pria itu???" gumam sandra, ia menggelengkan kepalanya, ia merasa otaknya sudah salah, dulu ia sangat membenci pria itu sekalipun jujur ia masih mencintai Aidan, namun kini ia merindukan pria itu. Baru saja Aidan pergi sandra meras gelisah.


apakah ini namanya bawaan bayi???


apakah karena hormon kehamilannya???


"Sandra apa kau ayam betina???


mengapa kau di kamar saja tidak keluar sejak pagi. Sudah berapa telur yang menetas??"omel Layla yang datang karena sudah menjelang makan siang sandra belum juga turun dari kamarnya


"Gadis tengik, kau pikir aku induk ayam apa?? Anakku di dalam bukan di luar. Nanti saat kau hamil dan menjadi pemalas, aku akan menyeret mu dari kamar" gerutu Sandra.


"Wooo galak, persis induk ayam..." teriak layla langsung ngibrit


"Layla liliput menyebalkan"


'Induk ayam, induk ayam' goda Layla sambil berlari. Sandra tidak bisa menyusul karena ia hamil , ia takut akan cidera. Sejak tahu hamil Sandra semakin bijak dalam bertindak


"Nenek lihat layla menggangguku" adu Sandra membuat Rosa tertawa. Sejak kehadiran tiga gadis itu, Rosa merasa sangat bahagia. Sisi sepi dalam hatinya terobati.


Bahkan Catty yang selalu diam kini ikutan ceriwis membuat suasana menjadi ramai


"Mengapa kau mengganggu Sandra?' tanya Catty meletakkan bukunya


"Aku bosan melihatmu sejak tadi membaca buku saja, tidak asik, aku bad mood"


"Cobalah cari apa yang kau suka"ucap Rosa tertawa kecil


"Seperti???'

__ADS_1


"Apa kau mau belajar merajut? Tanya Rosa membuat Sandra tertawa terbahak-bahak. Layla si tomboy merajut???, Sandra tak bisa membayangkan.


bagaimana jika mama dan papa Layla tahu, mereka pasti akan sangat senang, sebab memasak saja Layla tak bisa dan ia tak pernah mau memasak dengan berbagai alasan.


" Lihat nek, Sandra menertawakan ku"


"Kalian bertiga belajar merajut bersama"ucap Rosa pada akhirnya


Catty sampai melongo,


"Nenek lebih baik kau ajari aku memasak daripada merajut, aku tak tertarik" protes Catty


"Apa saudariku tak mempunyai kemampuan bersaing denganku??' tanya sandra memprovokasi, sebab ia bisa merajut. Saat Sandra tak ada kegiatan, ia selalu menemani nenek Ajeng dan akhirnya ia belajar merajut bersama.


mengingat itu ia jadi rindu neneknya


"Siapa takut, ayo Layla kita buktikan jika kita bisa"ucap Catty terprovokasi


"Tidak ada pengecualian, jika tak belajar maka tidak diajak ke danau besok, bagaimana David??' tanya Rosa mengedipkan sebelah matanya pada sang anak angkat


" Setuju ma" ucap David mendukung ide mamanya, lagi pula banyak hal positif dari merajut.


David berharap menemukan wanita yang bisa menepatkan dirinya dalam berbagai keadaan, bisa berfikir logis dan fleksibel, memiliki kemampuan penyesuaian baik ia akan tinggal di desa atau kota, masalahnya adalah, apakah ada wanita seperti itu????


hingga kini ia belum menemukanya, ataukah karena keinginan David sesuatu yang mustahil????


'Lagi ngelamun jorok ya??' ledek Layla yang kadang suka ngomong asal membuat David gelagapan, gadis mungil ini berbicara seolah mereka sudah lama kenal, namun David menyukai wanita yang tidak selalu menjaga image, ia takut omongan layla di dengar mama angkat nya, namun David bernafas lega karena ia melihat mamanya sedang mengajari Catty dan juga Sandra di ruang belakang yang pencahayaan yang baik


"Gadis kecil, kau harus memikirkan apa yang akan kau bicarakan sebelum kau keluarkan"


"apa ada yang aneh??"tanya layla sambil mengunyah buah strawberry hasil panen kemarin

__ADS_1


"Layla wajahmu sangat unik, kau perpaduan ras mana???"tanya David yang penasaran dengan kecantikan layla


Uhuk uhuk uhuk


Layla terbatuk-batuk mendengar ucapan David, namun matanya melotot marah ke arah David membuat david terpesona, Mata besar berwana coklat di hiasi sepasang bulu mata lentik dengan alis mata yang hitam alami tanpa make up dan di bingkai dengan wajah mungil dan bibir kecil yang terlihat sangat mungil, seolah memanggil david untuk menciumnya merasakan kekenyalan binbir layla yang merah alami. David memukul kepalanya sendiri, mengapa ia jadi berfikiran kesana??? Ini semua karena perkataan Layla sehingga imaginasinya melanglang buana


"Hei perjaka lapuk, apa kau pikir aku ini si blacky??? Ras, ras...


aku ini manusia, menyebalkan....


Pantas saja kau tak punya pacar, kau aneh" omel layla dengan bahasa indonesia membuat David mengerutkan alisnya bingung tidak mengerti apa yang Layla katakan


"Layla kau bicara apa??? Mau kemana kau???" teriak David


"Menjauh dari pria menyebalkan sepertimu" ucap Layla kesal


"Nenek sepertinya Layla sedang bertengkar dengan David" ucap Sandra


"Biarkan saja, David sudah lama tidak tidak berbicara dengan lawan jenis"


"Nenek tapi ini...


Apa kau bermaksud menjodohkan david dan layla???"tebak Sandra yang di balas kedipan mata Rosa


"Layla cantik dan imut perpaduan yang langka"


"Aku rasa perjodohan itu telah gagal sebelum di mulai, layla terlihat marah. Sebab David sepertinya membuat kesalahan "


"Maksudmu???"


"Psttt dia datang" ucap Sandra lalu ketiganya pura-pura kembali fokus pada rajutan mereka

__ADS_1


__ADS_2