
"Maafkan paman sandra...." ucap Fadly terisak
"Sudah lupakan saja masa lalu, yang terpenting sekarang paman cepat sembuh, paman keluarga satu-satunya yang aku miliki.
Aku sudah memaafkan paman jauh sebelum paman memintanya" ucap Sandra membuat hati Fadly makin sakit dan malu.
Betapa mulia hati Sandra memaafkan manusia hina sepertinya.
Setelah semua keperluan pamannya terpenuhi Sandra lalu seger meninggalkan kediaman Haris
"Nenek, kakek...
hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menyelamatkan apa yang kalian tinggalkan, maafkan cucumu ini" ucap Sandra menutup matanya, sebutir air mata jatuh membasahi pipinya.
Walau keluarga Haris bukan orang kaya raya, namun keluarga yang berkecukupan, memiliki banyak aset serta perusahaan, namun semua kini sirna.
Anya dan Sarah membawa kabur aset-aset keluarga Harus, sementara perusahaan bangkrut dan Fadly terpaksa menjualnya untuk membayar gaji para pekerja, hanya tinggal rumah itu satu-satunya yang tersisa
"Nyonya muda kita mau kemana???"
"Kita makan malam dulu, lurus dia blok didepan akan ada restoran, kita makan disana" ucapan Sandra
Sandra sengaja ingin mampir ke restoran milik Fred, ia merindukan pria tua itu, mumpung ia sedang berada di Indonesia.
akhirnya mereka tiba di restoran milik Fred, Sandra menatap restoran tersebut, ia teringat memori dimana Aidan membelanya dulu saat dua wanita arogan itu menindasnya
"Apa yang kalian tunggu??" tanya Sandra melihat dua bodyguardnya masih terbengong
"Nyonya muda kamu akan makan di apartemen saja"
"Astaga lupakan formalitas, perut kita sama-sama lapar. Lagi pula restoran ini menyediakan masakan dari berbagai negara, ayo" ucap Sandra , dengan ragu kedua bodyguard tersebut mengikuti Sandra
__ADS_1
Sementara dua bodyguard lagi di tempatkan di kediaman Haris sementra waktu untuk mengawasi para pekerja yang Sandra tugaskan merenovasi rumah tersebut, Sandra ingin semua selesai sebelum ia kembali ke negara X.
Rumah yang dulunya indah dan megah itu kini seperti rumah tua yang terkesan angker karena terbengkalai.
Fred sangat bahagia mengetahui Sandra datang ke restoran, ia tak percaya saat salah seorang pelayan seniornya memberitahu, baru begitu ia masuk ke dalam restoran, ia melihat sosok Sandra
"ya tuhan gadis kecil ku, aku senang sekali nak kamu masih ingat restoranku"
"Tentu saja Fred, restoran yang terbaik" ucap Sandra mengedipkan sebelah matanya
mereka lalu berbincang-bincang santai.
Fred sangat bahagia dan lega akhirnya Sandra menemukan kebahagiaan dan keluarganya di negara X
Sandra dengan lahap memakan makan Malamnya, dua orang bodyguardnya memilih meja yang berbeda, Sandra yang bisa memaksa mereka satu meja dengannya.
"Kakak cantik, kita berjodoh bertemu lagi" ucap seorang pria membuat gerakan menyuap Sandra terhenti dan ia menoleh
Dua orang bodyguard sandal langsung bangkit dan bersiap untuk menghalangi Stalin namun Sandra memberi kode agar mereka diam di tempat terlihat mencolok di depan pria muda itu.
"Kita bertemu lagi kakak cantik"
"Stop memanggilku kakak cantik, namaku Sandra"
"Kak Sandra boleh aku gabung di mejamu???"
"Silahkan"ucap Sandra sopan, ia tak mungkin juga melarang, itu terkesan tak sopan. Lagi pula Stalin terlihat anak muda yang baik.
Keduanya terlibat percakapan santai hingga akhirnya masuk ke serius saat membahas bisnis.
Entah mengapa Sandra merasa perasaan akrab, padahal mereka baru bertemu dan ini untuk kedua kalinya
__ADS_1
"Jadi kak kau punya bisnis pakaian???"
"Ya begitulah, sebenarnya aku baru menggeluti bisnis itu setahun belakangan, sebab aku awalnya bekerja dia sebuah perusahaan kontraktor"
"Hebat kak Sandra Multi talenta"
"Kau yang hebat, masih muda sudah memiliki bisnis luas" ucapan Sandra balik memuji Stalin
"Itu hanya kebetulan saja ada jalannya"
"Bukan kebetulan , tapi karena punya talenta juga. Jika hanya memiliki peluang namun tidak memiliki talenta di dalamnya tak akan berkembang"
"Iya juga sih"
"Baiklah adik manis, kakak amit duluan"
"Kok buru-buru kak, aku masih ingin berbincang" protes Stalin
"Mungkin jika jodoh seperti katamu, kita akan bertemu lagi" ucap Sandra mengelus puncak kepala Stalin dan tersenyum. Ada perasaan hangat dan bahagia yang sulit Stalin ungkapkan, biasanya ia akan marah jika ada seseorang menyentuh kepalanya, namun saat Sandra melakukanya, ia sangat suka.
"Stalin aku tinggal" ucap Sandra melambaikan tangan
"Stalin menuju meja kasir, rupanya Sandra sudah membayar semuanya
"Ah kenapa jadi kak Sandra yang bayar sih????" gerutu Stalin merutuki kebodohannya. Ia terpesona dan lupa tujuannya ingin mentraktir Sandra.
"Anak muda lupakan jika kau menyukainya"
"Tuan mengenalnya???"tanya Stalin
"Tentu saja, semua orang di kota ini mengenalnya.
__ADS_1
Dia wanita super"