Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Tamu tak di inginkan


__ADS_3

Catty dan Sandra atiba di kediaman keluarga Alvaro, mereka sebenarnya malas ke rumah ini sebab pasti harus bertemu dengan Lely, namun beruntung siang ini wanita ular itu tidak berada di tempat.


Mereka jadi bisa berbincang serius.


Menikmati pertemuan mereka dan tertawa bebas tanpa merasa terbebani karena keberadaan Lely.


Alvaro mengajak kedua putrinya ke ruang kerja, sebab ruangan itu sudah di sterilkan oleh Brian.


Lely sepertinya mencurigai Alvaro dan selalu berusaha memasang kamera pengintai di ruang. tersebut, entah udah berapa kali Brian menemukanya dan menghancurkannya,.namun selalu ada lagi dan lagi


Sandra sangat senang melihat kondisi papanya yangs udah membaik, setidaknya Bebena pikirannya sudah berkurang satu.


Alvaro jug senang sekali mendapat kado dari putrinya, ia akan memakai dasi dari Sandra dan kemeja dari Catty saat ia berangkat kerja esok, sebab Alvaro tetap melakukan rutinitasnya seperti biasa untuk menghindari kecurigaan


Sandra dan Catty juga makan siang di sana, sat mereka sedang berbincang santai, Lely pulang dengan Ayaka, keduanya tak menyapa dan langsung masuk kamar mereka.


Ponsel Catty berbunyi, panggilan dari Kendrick yang mengabarkan jika ia sedang menunggu di kediaman Aidan.


Catty terkejut sebab Kendrick tidak mengabarkan jika Ia dan mamanya sudah berada di kediaman Aidan serta ada seorang tamu penting yang datang dari negara lain untuk memeriksa Aidan


Setelah panggilan berakhir ia segera mengabarkan pada Sandra dan keduanya lalu pamit, sebelum pergi Alvaro memeluk erat Sandra, ia tahu putrinya saat ini sedang dilanda masalah


"Sayang, berjuanglah apanyang harus kau perjuangkan, namun ada kalanya kau harus menyerah


Namun percayalah papa dan Catty dan kakek nenekmu selalu ada untukmu, mendukungmu apapun keputusanmu.


Jangan khawatirkan tentang papa, ada Brian yang menjaga papa. Fokus pada masalahmu nak.


Maaf papa tak tahu harus membantu apa. papa hanya bisa mendoakan yang terbaik untukmu putriku" ucap Alvaro mengecup kening Sandra

__ADS_1


"Doa papa sudah cukup untukku pa.


Papa jaga kesehatan ya"


"Iya, papa akan selalu sehat karena sebentar lagi papa akan bertemu dengan cucu papa.


Jaga dirimu, makan teratur sekalipun masalahmu berat, kau harus tetap sehat demi Nak dalam kandungan mu"


"Sandra akan selalu ingat pesan papa, kamu pamit pa"


"Jangan ngebut, papa titip saudarimu nak"


"Beres pa" ucap Catty lalu keduanya meninggalkan kediaman Alvaro.


Catty DNA Sandra bergegas pulang, Sepanjang perjalanan suasana sunyi, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing


Setibanya di kediaman Aidan, Alia Sandra dan Catty berkerut, mereka melihat lebih dari dua mobil yang berada di sana, sepetinya banyak tamu yang datang.


Ia menggenggam tangan Sandra dan menatap wajah saudarinya itu


"Sis, wanita itu ada di sini"


*Siapa??? Ni..." Sandra belum menyelesaikan Kalimatnya, namun Catty mengangguk.


Sandra terdiam, dalam hati bertanya sejak kapan Nina datang??? Apa sejak ia pergi tadi pagi???


Apa Aidna yang mengabarkan jika ia sendiri di rumah??? Apa yang mereka lakukan saat....


Sandra mengigit bibirnya, ia terlihat pucat

__ADS_1


"Jangan takut ada aku disini" ucap Catty memeluk Sandra


"Ayo kita masuk, Kendrick dan mamanya serta profesor itu sudah menanti kita" ucap Catty berusaha membesarkan hati Sandra.


Sandra menghapus air matanya, ia mengangguk pelan.


Setelah masuk, Sandra DNA Catty melihat Aidan yang duduk disebelah Nina, sementara wanita itu terlihat memeluk lengan Aidan tanpa malu di depan Sonya, profesor dan Kendrick


"Sandra, Catty kalian akhirnya datang juga" ucap Sonya langsung ceria melihat kedatangan Sandra dan Catty


"Tante Sonya, maaf membuat kalian nunggu" ucap Sandra dan Catty bersamaan


"Tidak Maslaah, kamu juga baru tiba, tamu sudah sewajarnya menunggu bukan begitu Ken??"


"Ya karena nyonya rumah sudah tiba" sindir Sonya dan Kendrick kedua ibu dan anak ini muak melihat kelakuan Nina.


Wanitabitu seolah copot urat malunya, bermesraan di depan Sonya dan Kendrick seolah itu hal yang wajar


Terlihat Aidan yang mendorong Nina menjauh, ia melihat wajah sendu Sandra, hatinya ikut sedih.


"Nina, maaf istriku disini, jaga sikapmu"


"Aidan...."rengek Nina


"Maaf" ucap Aidan Mendorong Nina


Akhirnya Nina pergi, namun i menyunggingkan senyum licik kearah Catty dan Sandra


"Dasar pelacur, Tan tahu malu" umpat Catty saat Nina melintas di sampingnya. Nina berhenti dan tersenyum

__ADS_1


"Bersiaplah," ucap Nina


__ADS_2