Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Mencari Sandra II


__ADS_3

Aidan memaki kesal karena Kendrick memutuskan panggilan secara sepihak, ia terus menghubungi Kendrick namun pria itu menolaknya, bahkan kini ia menonaktifkan ponselnya.


Aidan hampir sja membanting ponselnya karena marah, Aidan urung karena mendengar jika Sandra di bawa pulang seorang pria tua.


"Jadi bukan Ken yang membawa istriku" gumam Aidan lirih


"Suster bisa jelaskan bagaimana orangnya??"


"Maaf saya tidak begitu jelas, dua pria tua itu mengaku kakek nyonya Sandra" ucap suster itu.


Samuel mengerutkan keningnya, dua kakek tua??? Apa mungkin kakek Juan??? Tapi dia, siapa satunya???


Samuel terus berpikir keras dan menebak siapa orangnya


"Sam..."


Samuel menoleh namun mengabaikan Aidan, ia mengucapkan terima kasih pada sang suster lalu berjalan pergi


"Samuel....." panggil Aidan mengejar Samuel


"Sial Samuel...." Aidan menarik tangan Samuel


"Okey aku salah, aku minta maaf.


aku ingin tahu dimana Sandra"ucap Aidan


"Apa kau pikir aku cenayang yang tahu dimana keberadaan seseorang????


Kau suaminya, apa.tidak malu bertanya padaku????" cibir Sam menatap tajam ke arah Aidan, ia ingin sekali mencekik atau memukul kepala Idan, mungkin dengan itu ingatan Aidan kembali.


"Sam, aku sedang tak ingin bercanda"ucap Aidan serius


"Apa aku terlihat sedang bercanda???


Kau cari Sandra dengan caramu, dan aku dengan caraku, permisi" ucap Samuel lalu berjalan cepat menuju kendaraanya dan langsung tancap gas.

__ADS_1


Adian memaki, sungguh Samuel jik marah menyebalkan, sangat menyebalkan.


Aidan tak tahu harus kemana pasalnya Samuel melajukan kendaraanya dengan kecepatan penuh hingga kini Aidna kehilangan jejaknya.


"Samuel sialan, kemana dia???


Ah Catty... Aku harus menelponnya"


"Mau apa kau meneleponku sialan???" makian kesal mewarnai pembukaan panggilan masuk ke nomor Catty


"Catty aku tahu aku salah, aku..."ucap Aidan lirih


"Jadi kau tahu salah????? Lalu mau apa kau meneleponku? Apa urat malu mu sudah putus???


Dengar Aidan, jika kau menginginkan perceraian, aku akan meminta pengacaraku mengurusnya untuk saudariku.


Menjauh, pergi jauh dari air hidup saudariku, jangan pernah kau mendekati Sandra lagi" ucap Catty tegas


"Catty...


"Kau gila??? Dia di rumah sakit semua karena kau" bentak Catty marah, benar seperti dugaan Ken, Aidan akan membelinya untuk menanyakan keberadaan Sandra


"Tapi dia tidak berada disana"ucap Aidan terdengar putus asa


"Kau apakan saudaraku sialan, aku akan menuntut mu jika terjadi sesuatu pada sandra, dasar pria brengsek, klik" Catty memutuskan panggilan sepihak. Aidan merasa amarahnya meluap, tidak Ken tidak Catty mereka berdua pasangan menyebalkan.


"Melihat reaksi Catty sepertinya wanita itu juga tak tahu menahu, apa dia berakting???" gumam Aidan berfikir


Sementara Samuel langsung menuju apartemen Catty.


Ia berbicara langsung dengan Catty.


Catty tahu Samuel perduli dengan Sandra, ia tak mengatakan apapun hanya mengatakan Sandra di tempat yang aman membuat Samuel lega.


Ia kembali ke kediaman Aidna dan tidur.

__ADS_1


rasanya ia sangat lelah memikirkan Maslaah orang lain. sementara ia memilih masalahnya sendiri


Aidan kembali ke kediaman menjelang pagi, ja langsung masuk ke kamar dan tidur.


Samuel langsung berangkat kantor, ia malas menunggu Aidan. Samuel menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda.


menjelang pukul dua belas siang, Aidna baru terbangun, ia mencari keberadaan Samuel namun prianitu sudah berangkat kantor sejak pagi


Aidan berjalan menuju ruang makan, biasanya akan da kopi buatan Sandra sudah tergelatak diatas meja, namun ini masih kosong


"Tuan, anda mau minum kopi, teh??" tanya pelayan sopan


"Kopi" ucap Aidan mengusap wajahnya kasar,


entah mengapa ia teringat Sandra, senyum wanita itu, sibuknya ia mempersiapkan semua yang Aidan perlukan tanpa bicara Sandra sudah tahu semuanya yang Aidan mau


"Mas... Ini Sandwich tuna mu, aku tambahkan salad didalamnya"


"Mas ini aku buatkan bubur, kamu pasti kangen kan makan bubur"


"Mas ini sup ayam rempah, kau harus sembuh demi anak kita, aku akan berusaha membuatmu mengingatku"


"Mas, ini salad sayur kesukaanmu yang kau ajarkan padaku cara membuatnya.


apa kau ingat??? Kau memarahiku karena aku......


Semua perkataan Sandra seolah mesin perekam yang berputar di telinganya. Bahkan senyum cantik Sandra, tawa renyahnya masih terbayang dalam ingatan Aidan.


Tanpa sadar Aidan menangis


"Mengapa hatiku sakit dan hampa tanpa dia di sisiku??? Apa kah aku mencintai Sandra????Apakah wanita yang selama ini aku cintai adalah Sandra????


"Dimana kamu kini Sandra??? Maafkan aku" ucapan Aidan lirih


Sementara di tempat lain

__ADS_1


"Makanlah nak, sejak pagi kau tak makan. Sekalipun kau tak lapar, anak-anakmu perlu makan" Sandra menatap pelayan tua yang di tugaskan merawat dan menjaga Sandra.


__ADS_2