Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kegilaan Nina


__ADS_3

"Kau gila???? Dia sedang hamil besar.


kita sudah memberikan dia obat bius dua kali.


aku tak setuju kau akan membius nya lagi!!!!!"Teriak seorang wanita bersitegang dengan wanita di depannya


"Bukan urusanmu, tugasmu hanya mengikuti instruksi ku " ucap wanita bertubuh lebih kecil itu"


"Kau sungguh-sungguh wanita mengerikan.


Sekalipun wanita itu musuh bebuyutan mu sebagai sesama wanita seharusnya kau sedikit menaruh empati padanya


Kita sudah menculiknya sesuai keinginanmu lalu mau apa lagi kau???" tanya wanita itu tetap menghadang menghalangi wanita bertubuh kecil itu membius Sandra


"Bukan urusanmu. Kau hanya kacung!!!!


Tugasmu hanya mematuhi sebagai tuanmu!!!!


Minggiiirrrrrr!!!!" teriak wanita bertubuh kecil itu tak takut kalah body


"Aku tak akan bergerak sedikitpun, sekalipun aku jahat dan berlibur dosa, sebagai wanita aku punya hati tidak seperti kau yang sudah mati"


"Owh ya sesama wanita??? Hahaha


Kau???? Are you kidding me?????


Kau itu seorang pria yang berganti kelamin, jangan mengajarkan perasaan wanita, kau tak pantas" ejek Nina


"Plaaaaakkkkkk"Sebuah tamparan mendarat telak di wajah Nina, membuat Nina sampai sempoyongan.


tenaga Kate adalah tenaga pria sekalipun casingnya sudah berubah


"Kate sialan" Dengus Nina memegangi pipinya


"Dasar ****** hina, kau tak pantas menilai ku tentang apa yang ku lakukan!!!


Sekalipun aku transgender, aku manusia sementara kau iblis betina.

__ADS_1


Dasar Pela*ur kecil. Tunggu kejatuhanmu" ucap Kate sangat marah, Nina memilih pergi dari kamar itu sebelum kewarasannya hilang dan membunuh Nina.


Kate sampai menendang pintu dan pintu itu roboh.


sementara itu Nina masih merasa pipinya sakit, telinganya berdengung dan dari sudut bibirnya keluar darah, bibir Nina pecah.


Nina memaki Kate, tapi Kate mengabaikan dan pergi


"Lee lihat, lihat wanita jadi-jadian itu sialan.


bantu aku membereskannya!!!" teriak Nina pada seorang pria bermata sipit yang beberapa hari lalu menjadi rekan kerja Nina dan Kate dalam penculikan Sandra.


Sekalipun pria itu terlihat santai dan pendiam, tapi keahliannya dalam membuat bom dan kekejamannya jangan di ragukan


"Nina.... Kali ini kau sungguh kelewatan"Dengus pria itu


"Apa kau membela siluman itu???


Disini aku bos nya!!!" ucap Nina tak suka


Ku Sarankan dan dengar baik-baik.


Saat ini tuan memang sedang menjadikan mu favoritnya, tapi jangan keluar batas. Saat kau di campakkan oleh tuan, maka saat itu pula Nyawamu habis" ucap pria yang bernama Lee memilih melenggang pergi.


Sebenarnya ia juga muak dengan Nina, namun perintah bos besar siapa yang bisa menolak.


Bagi Lee rekan kerja harus di hargai jika ia ingin di hargai juga.


di dunia hitam berapa banyak yang terbunuh hanya karena salah berprilaku. kejam dingin tapi harus tahu bagaimana bersikap saat di perlukan.


"Dasar baji*gan kalian berdua...


Tunggu aku akan melaporkan pada Alberto" ancam Nina marah, ia menendang meja di depannya lalu mengaduh kesakitan.


Nina menuju kamarnya, ia harus mengobati luka di wajahnya dan juga bibirnya


"Kate sialan.

__ADS_1


Aku kan membuatmu mati secepatnya!!!" gumam Nina sambil berjalan keluar kamar


"Essttttttt kepalaku sakit sekali" ucap Sandra lirih memegangi kepalanya yang berdenyut.


Perlahan ia membuka matanya, mengerjap beberapa kali dan mendapati dirinya berada di sebuah ruangan asing


"Ninaaaa...." kesadaran Sandra kembali, ia ingat terakhir kali Nina membekapnya.


Namun gerakan tangan Sandra terhenti saat menyadari selang infus mencap di pergelangan tangannya.


"Sial... Apa wanita gila itu membekap ku???, aku harus kabur dari tempat ini, harus atau aku bisa mati" gumam Sandra, ia perlahan bangkit, berjalan sambil membawa infusnya.


Ia tak bisa mencabut selang infus tersebut sebelum membaca situasi atau mereka akan curiga dan kesempatan Sandra kabur hilang.


Sandra membuka pintu perlahan, ia melihat ruangan yang cukup besar, Sandra menduga ini adalah sebuah rumah yang cukup besar.


Sandra lalu membuka tirai di jendela dan menuju balkon, pemandangan pantai luas terhampar di depannya.


Dimana ini??? Apa masih di negara yang sama????


penjagaan di tempat ini ketat juga" gumam Sandra melihat beberapa penjaga yang berada di beberapa titik dan juga ada beberapa yang berpatroli.


"Aku harus mencari tahu dulu dimana aku berada agar memudahkan pelarianku" ucap Sandra perlahan kembali menutup jendela dan tirai.


Beruntung ia sudah kembali ke posisi awal saat terdengar langkah kaki mendekat, tak lama kemudian seseorang memasuki kamar tersebut.


Bau semerbak mawar memenuhi ruangan, Sandra ingat parfum itu, itu parfum yang Nina kenakan.


Sandra yakin itu Nina, sebab wanita satunya berbau lavender.


"Ckckck Sandra... Sandra.....


Kau kini berada dalam genggaman tanganku!!!"


Benar tebakan Sandra itu adalah Nina.


Nina mencengkram wajah Sandra lalu menghempaskan nya. Sandra hanya bisa berpura-pura masih belum siuman.

__ADS_1


__ADS_2