Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Nina menggila


__ADS_3

Sepeti dugaan Samuel, setiap hari Karenina datang dan membuat keributan, ia memaksa masuk ke dalam mansion, namun Samuel sudah mempersiapkan semuanya.


Para penjaga menghadang Karenina sehingga jangankan masuk ke dalam mansion, di depan gerbang saja ia tak bisa masuk


hingga pada puncaknya mereka sampai mengangkat tubuh mungil Karenina dan memasukkannya ke dalam mobil, Karenina memberontak dan berteriak mengucapkan sumpah serapah bahkan sampai mencakar para penjaga membuat beberapa penjaga mengalami cidera ringan akibat ulah Karenina.


Karena kesal akhirnya Samuel menghubungi pihak berwajib dan Nina di amankan, namun di lepas kembali karena Nina berjanji tidak akan membuat onar lagi.


Karenina memutar otak, dengan cara langsung ia tak bisa mendapatkan informasi apapun, namun ia tak kehilangan akal, Nina menelpon seseorang.


Senyum mengembang di bibir Nina, ia segera melajukan kendaraanya menuju sebuah tempat.


Setelah sampai di sebuah cafe di pinggir pantai, i segera menghentikan kendaraanya, melenggang turun dengan senyum terukir di bibirnya


Tak lama kemudian seorang pemuda tampan dengan pakaian mencolok datang, ia segera menghampiri Nina


"Hallo princess, tumben sekali kau menghubungiku siang hari"


"Aku hanya ingin mengajakmu makan siang" ucap Nina santai


Si pemuda yang tak lain adalah Aaron tersenyum senang mendengar perkataan Nina.


sudah hampir 3 minggu iya tak bertemu dengan Karenina.


"Baiklah, aku akan mentraktir mu"


"Tidak, tidak.


Karena aku yang mengajakmu maka aku yang akan mentraktir mu"


"Baiklah, jika kau memaksa" ucap Aaron tersenyum kecil


Mereka lalu makan siang bersama, terkadang terdengar tawa keduanya, Aaron dan Nina terlihat akrab sekali.


Setelah selesai makan Nina mulai melancarkan rencananya, obrolan ringan lalu alma-lama tertuju pada Aidan


Aaron sosok yang naif dan sedikit bodoh, mudah untuk di manipulasi.


Itulah mengapa Nina memilih mendekati Aaron ketimbang Kendrick sebab Ken sepertinya kini membencinya.

__ADS_1


"Apa kalian sudah lama tak berkumpul??"


"Huh, iya. Ken sibuk dengan kekasih barunya"


"Kekasih baru????" tanya Nina


"Catty kekasih baru Ken"


"Hahahaha.... ternyata selera Kendrick sungguh buruk.


Bagaimana dia menyukai gadis pemarah itu???" Aaron menatap Nina dengan alis naik sebelah


"Ah maksudku, Kendrick pria sempurna, seharusnya "


"Kau benar, seharusnya Ken bersama wanita yang sederajat.


Ya walaupun Catty harus ku akui cantik, namun latar belakang keluarganya tak jelas, dia hanya anak angkat keluarga Clift"


"A...apa latar belakang keluarga bagi kalian penting juga?"


"Tentu saja, keluarga kami terpandang tentu harus memiliki pasangan dari keluarga terpandang juga, bukan asal aja" ucap Aaron membuat Karenina tertegun diam


"Hei kenapa bengong, aku hanya mengatakan tentang Catty, sekalipun keluarga Wilis bukan keluarga sepuluh besar, namun dulunya keluarga Wilis cukup terpandang, jadi kau cukup memiliki kwalifikasi.


Tapi Catty....


Kita tak tahu siap ayah dan ibunya.


Bisa saja ibu Catty seorang..."


"Aaron sudah kita tak usah membahas Wanita Itu lag.


Kita harus menghormati keputusan Kendrick. Sebagai teman yang baik, kita harus bahagia untuknya"


"Nina kau sungguh wanita yang baik dan berhati lapang, aku tahu Catty membencimu tapi kau tak pernah membenci dia. Itulah mengapa aku suka kamu Nina" ucap Aaron blak-blakan


"Ehhmmm,


Lalu ku pasti sering bertemu Aidan kan???"

__ADS_1


"Huh, tidak.


terakhir kali kamu bertemu itu sebulan lalu


ku dengar dari Ken Aidan sedang bulan madu dengan Sandra..." Karena mengepalkan tangannya, jadi ucapan Samuel benar adanya.


Karenina di bakar api cemburu.


"Maaf nina...." ucap Aaron melihat perubahan wajah Nina


"Tak apa , aku mengerti Aidan perduli dengan anak dalam kandungan wanita itu".


"Kau benar. Dia mencintaimu


Mereka hanya pergi liburan agar Sandra tak stress" ucap Aaron menambahkan, walau ia juga ragu.


sebab Ken mengatakan jika kemungkinan besar Aidna akan kembali pada Sandra, ia terlontar saat Ia mengajak Ken kumpul dan tidak bisa menghubungi Aidan.


"Apa kau tahu kapan Aidna kembali???"


"Maaf Nina aku tak tahu...." ucap Aaron dilema


Ia sudah berjanji pada Ken namun ia sudah mengingkarinya, tak sengaja mengatakan kemana Aidan,


Ia tak mau menambah kesalahan, persahabatan mereka lebih penting


"Aku kecewa ternyata perkataanmu mencintaiku selama ini adalah bohong" ucap Nina menggunakan air mata buayanya


"Nina... Aku sungguh mencintaimu.


Itu dari lubuk hatiku yang paling dalam


"Tapi kau begitu saja tidak..."


"Aidan pulang malam ini"


"Aaron kau memang yang terbaik" ucap Nina memeluk arron di belakang Aaron senyum licik terpasang


"Nina... Jika Aidan memilih kembali pada Sandra, aku selalu menantimu. Aku bersedia mencintaimu selamanya"

__ADS_1


"Terima kasih Aaron,"


__ADS_2