Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Ancaman Catty


__ADS_3

"Nina... Hello Ninaaaa...."panggil Aaron yang melihat Nina terdiam hanyut dalam lamunannya


"Nina... Kok malah ngelamun sih??"tanya Aaron menyentuh bahu sahabat kecilnya itu


"Ah maafkan aku Aaron, aku hanya..."


"Sudahlah tak perlu minta maaf, aku tahu bagaimana perasaanmu saat ini.


Aku sejujurnya juga tak suka Aidan bersama wanita itu, namun wanita itu sedang mengandung anak Aidan jadi kau harus bisa menerimanya, maaf Nina"


"Mengapa kau harus minta maaf???


Aku baik-baik saja, mungkin ini akhir cerita antara aku dan Aidan"ucap Nina dengan wajah sendu


"Tetap saja aku lebih suka melihat kau bersama Aidan, sebab cintamu pada Aidan lebih besar dari siapapun"ucap Aaron


"Tetap saja kenyataanya Aidan sudah bersama orang lain"ucap NIna memasang wajah sedih.


"Ah sial, jangan bersedih, kau masih punya aku"ucap Aaron membuat Nina tersenyum.


Nina bukan tak tahu jika Aaron mencintainya, namun sejak dulu ia hanya menatap Aidan seseorang.


Sekalipun Aaron juga berasal dari keluarga kaya juga, namun dibandingkan Aidan, Aaron tak ada apa-apanya.


Jika Nina harus memilih jika tidak dengan Aidan kandidat kedua adalah kendrick, namun pria tampan itu terkenal dingin dan bengis. Nina pernah mendengar kendrick bahkan pernah membunuh teman kencannya, entah rumor atau benar, namun sekalipun itu kebenaran, semua bisa di tutupi oleh White dengan mudah karena kekuasaan yang mereka miliki.


"Aaron aku ingin ke toilet sebentar"

__ADS_1


"Apa perlu ku antar???"tanya Aaron perhatian


"Tidak, tunggu ya"ucap Nina meninggalkan Aaron.


Kini Aaron sendirian, ia berniat mengambil wine yang dibawa oleh seorang pelayan namun ia tak melihat jalan dan menabrak seseorang


"Aaawww..."Layla hampir jatuh, beruntung Aaron langsung menariknya dan akhirnya Layla jatuh diatas tubuh Aaron.


untuk sesaat keduanya diam. Pertama kalinya ia melihat wajah Layla dari dekat, wajah mungil, mata besar dengan bulu mata asli panjang dan lentik serta alis yang alami, terlihat sangat cantik alami, di tambah bibir layla yang....


"aaaaarrghhh" layla langsung mendorong Aaron dan bangkit dengan susah payah


"Dasar cowok sinting"


"Whattt????"


"Setiap berjumpa denganmu aku selalu sial, menyebalkan" ucap layla melihat kain kebayanya yang sobek


"Aku yang selalu sial bertemu kau, dasar wanita galak"maki aaron tak mau kalah,


Catty langsung menghampiri Layla memeriksa keadaan layla


"Apa kau baik-baik saja???"


"Tidak, aku bertemu mahluk paling menyebalkan sedunia"ucap Layla melirik kearah Aaron


"Aku lihat kau tadi terpana dengan ketampanan tuan muda smith

__ADS_1


"Sial, Catty.... Seleraku lebih baik, pria itu bukan pria, bagaimana ada pria berpakaian ramai seperti wanita"gerutu Layla


Catty menatap Aaron yang terlihat kesal


"Hahaha kau benar, dia pria berhati hello kitty"ucap Catty lalu mereka berdua meninggalkan tempat itu.


Karenina berpapasan dengan Layla dan Catty, catty berhenti sejenak menatap Nina


"Kau datang?" tanya Catty dengan nada tak suka Jelas keluarga Clift tak akan mengundang wanita itu, apa Nina di undang Aidan????


Catty akan membuat perhitungan pada Aidan.


Ia tak kan membiarkan Aidan dekat dengan wanita ular ini, karena sejinak-jinaknya ular, suatu saat akan mengigit juga menyemburkan bisanya.


"Mengapa kalau aku datang???"tanya NIna menatap Catty dengan tatapan menantang


"Itu bagus buatmu, sehingga kau tahu batasan antara kenyataan dan obsesi" cibir Catty tersenyum sinis, sungguh ia ingin bersorak senang melihat penderitaan Nina saat ini,


"Kau....." Karenina mengepalkan tangannya, ia berusaha menahan emosinya


"Kenapa??? Kau mengakui dalam hati jika masih mengharapkannya??? Ibarat buku kau hanya buku usang dan saudariku adalah buku baru dimana Aidan akan menggoreskan masa depannya"ucap Catty tajam menusuk


"Buku usang terkadang di rindu" ucap Nina berusaha membela diri


"Hahaha ku harap kau tidak berada di mimpimu, come on bangun... Jangan sampai saat kau terbangun nanti kau jatuh dan sakit sendiri"cibir Catty


"Orang bilang cinta pertama sulit di lupakan, apa kau sebegitu yakinnya dia tidak menyimpan aku di hatinya????

__ADS_1


Percaya diri penting, tapi sadar lebih penting. Sebaiknya kau menjaga baik-baik saudarimu, aku takut jika ada masa dimana cinta lama bersemi kembali, Jangan lupa bagaimana dulu Aidan mencintaiku, ku harap kau tak lupa itu"ucap Nina penuh percaya diri


"Masa lalu adalah masa lalu tak akan pernah bisa menjadi masa depan, ibarat barang itu sudah tua dan tidak terpakai, tempatnya di TEMPAT SAMPAH"cap layla menekan kalimatnya membuat Karenina melotot marah.


__ADS_2