Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Rencana Aidan


__ADS_3

"Tentu saja membuat mereka merasa menang sebelum menjatuhkan ke dalam jurang penyesalan terdalam.


Disamping itu,


Aku ingin mama menyesali setiap detik apa yang sudah ia lakukan selama ini padaku, maaf nek.


Jika ia membenciku aku masih bisa maklum.


Kini aku memiliki anak, Aku tak ingin kedua anakku melihat keluarga yang berantakan ini.


Setidaknya mamaku bisa menyayangi kedua anakku dan anak-anakku yang lainnya nanti"


"Sayang anak kita baru dua..."ralat Sandra


"Memang saat ini hanya dua, tapi....


Aku ingin punya sebelas anak" ucap Aidan membuat mata Sandra melotot lebar sambil mencubit pinggang Aidan dengan kesal


sementara Margaret sampai tersendak lalu tertawa terbahak-bahak


"Kau pikir aku pabrik pembuatan anak???


Lahir kan saja sendiri sana" gerutu Sandra Membuat suasana yang tadinya tegang jadi sedikit relax,


"Benar kata Aidan, keluarga Lawrence butuh penerus yang banyak" ucap Margaret mendukung


"Neneeeekkkk" Sandra memanyunkan bibirnya merajuk


"Lalu Urusan perusahaan???"


"Selama ini aku sudah mendirikan perusahaan lain dan kini keadaan sudah berada di kondisi yang mengharuskan aku mengumumkan perusahaan itu.


Perusahaan ini tidak ada kaitannya dengan keluarga Lawrence, jika perusahaan keluarga kita hancur maka ....


Penggantinya perusahaan yang aku kembangkan nek.


di samping itu, aku ingin menghukum orang yang sudah membuatku rugi besar"


"Nenek tak tahu apapun mengenai perusahaan,


nenek berharap jika mishnbisa di selamatkan tolong kaus elamtkam, bagaimanapun perubahan itu jerih parah kakek buyutmu ya walau kau yang membesarkanya"


"Baik nek aku akan melakukan segala upaya untuk mengambil kembali apanyang menjadi gak kita"


"Nenek percaya padamu, lalu bagaimana dengan Orang yang mencuri data proyek produk barumu????"


"Masih di selidiki"


"Baiklah nenek dapat sedikit lega, namun tetap aja jika perusahaan itu tetap menjadi milik kita itu lebih baik.


Tapi jika tak bisa di ambil kembali.... Buat mereka bangkrut dan menderita!!!"

__ADS_1


"Sesuai keinginan Nenek.


Jadi sekarang nenek tunggu di rumah bersama Sandra.


Kakek sedang istirahat, Kendrick yng langsung merawat kakek jadi nenek tidak perlu khawatir.


besok nenek baru aku bawa menjenguk kakek.


Aku akan pergi menjenguk kakek dan menjelaskan semuanya saat beliau siuman"


"Baiklah, baiklah.


Nenek mau istirahat, kejadian mengejutkan di usia tua membuat nenek lelah"ucap Margret


"Ayo sandra antar nek"ucap Sandra Mengantar nenek Margaretha ke kamarnya.


Sementara Aidan langsung menuju rumah sakit, menjelaskan duduk perkara saat Jaret sudah siuman.


Malamnya Jaret siuman, ia segera meminta Aidan menjelaskan apa yang terjadi, perlahan Aidan menjelaskan, namun tetap aja Jaret emosi.


"Apa ini ada hubungannya dengan Jordan????"


"Kek.... Jordan tidak pernah punya obsesi pada perusahaan. Jikalau dia melakukanya pasti ada alasan kuat. Kamu memang bukan saudara kandung, tapi...


Jordan tidak akan pernah mengkhianati keluarga kita"


"Semoga saja, tapi lihat ini..."


Aidan membuka map tersebut, alisnya berkerut


Jordan telrihat senang duduk di sebuah cafe shop dengan Andy dan dua orang sepupu dan adik Andy.


Aidan percaya pada adiknya itu, Jordan tak akan melakukan sesuatu yang akan menyakiti keluarganya.


"Apa yang terlihat belum tentu kebenaranya, aku percaya pada Jordan" ucap Aidan pada kakeknya sekaligus pada dirinya sendiri


"Kakek tahu kau menyayangi adikmu itu, kakek juga percaya Jordan anak baik, namun...


Kau harus membuktikan ketidak terkaitan Jordan dalam maslaah ini. Jika ia membantu orang luar menghancurkan keluarga Lawrence maka jangan harap kakek akan menerimanya di keluarga kita" ucap Jaret tegas..


Aidna menelan salivanya seraya berdoa dalam hati, semoga saja Jordan tak ada kaitannya dengan kejadian ini.


Entah apa yang harus ia lakukan jika Memnag Jordan dalang di balik bocornya informasi produk baru mereka.


"Baik kek. istirahatlah yang baik dan cepat sembuh.


Nenek belum bisa menjenguk mu, nenek juga sama shock nya jdi aku meminta nenek beristirahat di rumah"


"Biarkan nenekmu istirahat, lagi pula aku baik-baik saja"


"Kakek Percayakan semuanya padaku.

__ADS_1


aku akan menyelesaikan semuanya"


"Baiklah, pergi sana kakek mau istirahat" usir Jaret membuat Aidan mendengus kesal. Kakeknya ini kadang menyebalkan.


"Kek..."


"Apa lagi????"


"kakek aku minta kakek melakukan sesuatu demi menjebak musuh"


"Katakan apa yang harus ku lakukan???"


"Berpura-pura jika kakek masih sakit keras untuk membuat musuh lengah"


"Ah sial, tapi baiklah.


Tapi panggil mamamu ke rumah sakit besok, anak durhaka itu tahu papanya masuk rumah sakit tapi tak menjenguk"


"Itu mungkin karena dia ketakutan padamu kek.


Atau mungkin dia bersembunyi sambil pipis di celana karena tahu kau murka hahaha"


"Cucu kurang ajar, memangnya aku seseram itu apa??"


"Lebih seram malah" ejek Aidan


"Sialan, pergi kau, malas aku melihatmu" ucap Jaret kesal, Aidan terkekeh menepuk punggung kakeknya lalu pergi keluar.


Saat keluar dari ruang perawatan, Kendrick sudah berdiri menunggu Aidan


"Kau akan berjaga disini???"


"Tidak aku ingin pulang, anak-anak ku terkadang malam memcariku"


"Baiklah papa muda, serahkan semua padaku" ledek Kendrick. Sejak memiliki anak Aidan sulit sekali diajak kumpul bareng, ia selalu beralasan anak.


Namun begitu Ken senang Aidan mengalami banyak perubahan. Sayang rumah tangganya terus diuji dan diuji.


"terima kasih Ken maaf aku selalu menyusahkan kamu"


"sudah kewajibanku sebagai seorang dokter.


sana cepat pulang dan sampaikan salamku untuk si kembar"


"Hmmm, aku pamit" ucap Aidan melambaikan satu tangan sambil berjalan menjauh


"Perketat penjagaan jangan biarkan sekalipun lalat masuk ke lantai ini"ucap Kendrick pada para pengawal keluarga White, ia lebih tenang jika menyerahkan penjagaan pada pengawal khusus keluarganya.


Kendrick hanya mengantisipasi jika ada seseorang yang ingin memancing di air keruh diatas kekisruhan keluarga Lawrence.


"Siap tuan muda" ucap pada pengawal keluarga White

__ADS_1


__ADS_2