
"Siapa Kendrick bagimu?? Sejak kapan kau dekat dengan keluarga white???" tanya Alvaro bukan menjawab perkataan putrinya
"Pa ini...."Catty terlihat serba salah
"Cathrine Clift, sejak kapan kau menyembunyikan nya dari papa???" tanya Alvaro menatap tajam ke arah putri angkatnya.
Catty biasanya selalu terbuka, bahkan saat ada pria mendekatinya, Ia akan selalu curhat pada papanya.
Alvaro terus mendorong putrinya untuk membuka hati, namun Catty selalu menolak.
Catty selalu merasa belum waktunya.
Lalu sejak kapan keluarga white dekat dengan putrinya??? apa yang terjadi????
Bukankah bisnis mereka tak berkaitan dengan dunia medis?? Apa ini ada hubungannya dengan penyakit Aidan menantunya???
"Maaf pa, bukan aku tidak bermaksud mau menyembunyikan hanya saja waktunya belum tepat"ucap Catty lirih
"Apa maksudmu belum tepat??? Sebenarnya hubungan macam apa yang kau miliki???"tanya Alvaro sedikit terkejut, lalu sebuah pemikiran melintas begitu saja di kepala Alvaro
"Apa kau dan Kendrick berpacaran???"tanya Alvaro tiba-tiba
"Uhuk uhuk uhuk" Catty terbatuk, jadi papanya sejak tadi hanya menduga jika Catty memiliki hubungan kerja, tapi Catty malah memikirkan hal lain, itu semua karena ia tak jujur pada Alvaro jika ia sedang dekat dengan Kendrick
"Astaga, jadi kau berpacaran dengan kutu buku itu????"
Tanya Alvaro tak percaya ternyata selera putrinya pria kaku, dingin dan menyebalkan itu.
Jujur Alvaro tak begitu menyukai keluarga white, terlebih pemimpin keluarga white, Malvin white yang terkenal arogan.
Ada alasan mengapa ia tak menyukai keluarga White, namun bukan berarti membencinya
Masih terbayang bagaimana kelakuan kakek tua itu saat menghadiri pesta penyambutan Catty,.
Alvaro hanya tak suka dan membenci kelakuan kakek tua itu bahkan dengan terang-terangan mengatakan jika Catty berasal dari tempat yang kotor dan hina, walau tak secara langsung berbicara di depan Alvaro, namun Monalisa mama Alvaro yang mendengarnya, sejak itu lah mereka memilih menjauhi dari keluarga white demi hari yang tenang.
__ADS_1
"Pa namanya Kendrick pa, Kendrick" bela Catty tak suka Alvaro menjuluki Kendrick kutu buku
"Apa stock pria menarik sudah habis???
Kendrick kaku dan....
Papa khawatir dia tak cocok denganmu nak" ucap Alvaro
"Papa, Catty mohon berikan kani izin untuk i saling mengenal. Kendrick pria yang baik dan dia tidak kaku seperti yang papa katakan, dan terlebih dia mencintaiku tulus sejak aku masih sekolah.
Jika suatu saat kamu memang tidak cocok setidaknya kamu sudah mencobanya.
sebenarnya Ken sudah mau menemui papa, hanya saja situasi saat ini tidak tepat dan ia tak ingin menambah beban pikiran papa" ucap Catty hati-hati
"Apa kau mencintai Kendrick???"tanya Alvaro melihat betapa tegasnya Catty membela Kendrick, ada rasa cemburu karena putrinya kini membela pria lain
putri yang ia timang dan besarkan dengan sepenuh hati, kini sudah dewasa dan memiliki kekasih. Rasanya waktu itu cepat berlalu.
Catty merona merah sambil mengangguk pelan membuat Alvaro tersenyum. Ia mengelus puncak kepala putrinya da. Mencium kening Catty
"Jika kau bahagia dengannya papa ikut senang. Tapi jika ia menyakitimu maka papa akan mematahkan kakinya.
"Pa, Aidan amnesia bukan sakit jiwa"
"Huh sama saja" Dengus Alvaro membuat Catty kehilangan kata-kata
Mungkin benar Aidan juga sakit jiwa.
"Ayo pa kita juga pergi"
"Tuck"
"Karena tak sabaran bertemu kutu buku jadi tidak siaga. Kau juga di ikuti oleh anak buah Aidan.
Apa kewaspadaan putri kecilku hilang karena sedang jatuh cinta????"
__ADS_1
"Pa...papa.....
Maaf" ucap Catty lirih dengan wajah merona.
Benar apa kata Alvaro, selain Kendrick, Aidan juga mengirim orang untuk mengikutinya.
Hampir saja ia melakukan hal ceroboh jika saja Alvaro tak memperingatinya.
"Papa yakin itu anak buah keluarga Lawrence sebab papa pernah bertemu dengan nya. Karena kau ahli beladiri, jadi Aidna mengirim orang kepercayaannya langsung mengawasi mu .
Namun dia lupa jika pria itu identitasnya sudah di kenal, Anak muda itu harus belajar lagi strategi" ucap Alvaro mengelus dagunya.
"Jadi... Apa yang harus kita lakukan???"
"Ikut pap. Cafe ini milik salah seorang teman oo dan memiliki pintu belakang, kita lewat sana" ucap Alvaro sambil menghubungi Brian yang menunggu di luar, sekaligus meminta izin pada sahabatnya menggunakan pintu belakang untuk keluar.
Kini mobil mereka sudah melaju meninggalkan cafe tersebut, Catty tersenyum dan mencium pipi papanya
"Papa memang luar biasa"
"Hei gadis kecil, bagaimana jika kekasihmu si kaku itu melihatnya??? Dia pasti akan cemburu buta karenanya" ledek Alvaro yang di balas bibir manyun Catty
"Papa....."
"Hahahaha karena sedang jatuh cinta kau jadi bisa merajuk pada papamu hah???
"Pa... bisakah papa memanggil dia Kendrick???"
"Dia belum lulus ujian ku jika ingin mendekati putri kesayanganku"
"Papaaaaa...." ucap Catty sebal tapi juga senang
Satu jam kemudian mobil yang mereka naikin memasuki sebuah perkebunan kecil, nampak mobil Kendrick sudah terparkir disana.
Begitu Catty dan Alvaro turun, Sandra sudah berlari kecil mendekati mereka. Alvaro dan Catty jadi ngeri melihat wanita hamil berlari.
__ADS_1
"Sayang, tidak usah berlari, astaga kau sedang hamil besar" teriak Alvaro panik
"Papaaaaaa" Sandra memeluk Alvaro sambil menangis