
Baru saja ia sampai di depan apartemennya, sebuah bogem mentah mendarah di wajah tampannya, Aaron yang terkejut dan tak menduga akan mendapat bogem mentah terjatuh.
Dari sudut bibirnya mengeluarkan darah
Aaron hendak marah namun tiba-tiba mulut Aaron bungkam setelah melihat siapa yang sudah menonjolnya
"Seharusnya ku patahkan tanganmu atau kakimu agar kau tahu bahwa kami Sangat kecewa padamu Aaron"
" Aku tahu aku salah, maafkan aku" ucap Aaron lirih.
Kemarahannya menguap setelah tahu siapa yang menghadiahkannya bogem mentah, ia bahkan meminta maaf dengan tulus
"Aaron, kau, aku DNA Aidan sudah melalui asam garam hidup, melalui kesedihan dan kesenangan bersama.
Aku tahu kau mencintai Nina, tapi wanita itu hanya memanfaatkanmu saja, dia hanya mencintai dirinya sendiri dan mengambil keuntungan darimu.
Keberadaan Nina diantara kita adalah seperti bom waktu yang setiap saat akan meledak.
Dan dia sudah merusak persahabatan kita
Sekalipun kau cinta dia seharusnya kau mengutamakan persahabatan kita diatas segalanya.
Wanita baik-baik tak akan merusak rumah tangga orang lain sekalipun ia mengatakan cinta
Justru jika ia cinta , ia akan bahagia melihat orang yang ia cintai bahagia" Aaron termangu diam, i meresapi dan merenungkan semua perkataan Kendrick.
"Aku memang bodoh. Jika kau membenciku itu wajar" ucap Aaron menunduk lesu.
Bodohnya ia kini menyadari kesalahan itu.
Nina berkali-kali hanya memanfaatkan dia saja.
"Kau pria tampan dengan latar belakang hebat, wanita mana yang tak mau denganmu.
Nina bukan tak mau denganmu, dia hanya menjadikan kau cadangannya jika rencananya merebut Aidan gagal.
__ADS_1
percayalah padaku.
ini ucapanku sebagai sahabatmu, orang yang perduli pada mu"ucap Kendrick menghela nafas lalu berjalan pelan meninggalkan Aaron yang masih jatuh terduduk di lantai
"Dia pasti menunggu di bandara..."
"Aku tahu, kau dan aku menyayangi Aidna seperti saudara kandung. Aku melakukan ini karena aku menyayangi kau maupun Aidan"
"Ken...
Aku sungguh manusia hina dan memalukan
Aku akan membantumu menghalangi Nina mencapai rencananya"ucap Aaron bangkit, menghapus darah di sudut bibirnya.
Wajahnya memang terasa sakit berdenyut, namun hatinya lebih sakit jika harus membuat persahabatan mereka kandas
*Aku tak bisa melibatkan mu dalam rencanaku"
"tolong sekali ini saja percaya padaku.
Aku memang bukan sahabat yang baik, tapi aku ingin memperbaikinya.
Aku tak ingin kehilangan kalian, sahabat sekaligus saudaraku"
Kendrick menatap lekat ke arah Aaron, ia bisa melihat Aaron bersungguh-sungguh
"Aku butuh anak buahnya untuk mengamankan bandara, tepatnya untuk tidak membiarkan Nina zelangkahpun mendekati Aidna dan Sandra.
Aku tahu orangmu jago dalam penyamaran, dan aku yakin Nina akan melakukan penyamaran untuk berusaha menemui Aidan"
"Aku tahu apa yang akan ku lakukan.
Ken sekali lagi aku minta maaf"
"Tidak perlu minta maaf, sebagai sahabat sudah menjadi tugasku saling mengingatkan.
__ADS_1
Yang terpenting kau menyadari kekeliruan mu"
"Ya...."ucap Aaron tegas
"Baiklah sekarang rapihkan dulu wajahmu yang jelek itu, Maaf apa itu sakit???"
"Apa kau mau juga ku pukul???
Sudah tahu sakit malah bertanya.
kau memukulku sangat keras sial" Maki Aaron membuat Kendrick tertawa, merangkulnya lalu mereka menuju apartemen Aaron.
Setelah membersihkan luka Aaron, Keduanya lalu segera menuju markas perkumpulan mereka menyusun rencana.
Sementara di tempat berbeda, Nona ternyata menuju mall,.membeli beberapa peralatan yang ia perlukan dalam penyamarannya.
Beruntung ia belajar menyamar dari para pemberontak itu. Setidaknya ada nilai plus dari mereka mengajarkan Nina bagaimana menjadi seorang pembunuh DNA mata-mata
Tiba-tiba seseorang membekap mulut nina membuat wanita itu meronta namun sesaat kemudian Nina pingsan tak sadarkan diri.
sapu tangan yang pria itu gunakan mengandung bius, pria itu langsung menopang tubuh Nina agar tak jatuh dan langsung membopong Nina, meletakkan Nina di kursi roda, lalu mendorong kursi roda itu dengan santai.
Gerakannya yang gesit dan cepat sangat terlihat jika pria itu ahli dalam pekerjaannya
Terlihat pria itu berhenti sejenak merogoh saku celananya dan mengambil ponselnya yang berdering
"Bagaimana????"
"Target sudah aman dan langsung ke lokasi"
"Bagus , bagus kau memang bisa aku andalkan.
pastikan pria sialan itu tak membututi wanita itu.
Kita lebih baik main aman"
__ADS_1
"Baik bos" ucap si pria, lalu panggilan telepon berakhir.