
Jane baru keluar dari kamar Sandra menjelang tengah malam, ia berjalan pelan dan hati-hati agar tidak membuat suara yang menganggu penghuni rumah.
Jane menuju dapur, ia berniat ingin mengambil segelas air putih untuk di bawanya ke kamar, namun justru setelah mengambil minum, ia nyatanya malah duduk bengong menghadap kolam ikan yang berada dibelakang dapur, suara gemericik air membuat hatinya tenang
"Jane....."
"Ya tuhan kak Kate kau membuatku terkejut"ucap Jane berjingkrak kaget
"Hahaha, anak kecil malam-malam begini bengong sendiri, nanti di rasuki setan" goda Kate
"ih kak Kate nakutin aja"
"Kamu ngapain jam segini belum tidur???
Kaya orang dewasa aja banyak pikiran" ledek Kate mengacak-acak rambut Jane
"Memangnya hanya orang dewasa aja yang boleh banyak pikiran ya kak??" tanya Jane polos membuat tawa Kate pecah.
Ia mengacak-acak rambut Jane gemas.
Jane menginginkannya pada mendiang adiknya, senyumnya, tawanya bahkan wajah mereka hampir mirip,
"Ih kak Kate, berantakan rambut aku" protes Jane merapihkan rambutnya
"Memang anak kecil inu mikir apa sih????" tanya Kate gemas
"Mama Sandra...."
"Mama????"tanya Kate menaikan sebelah alisnya
"Jadi Jane itu punya mama angkat, ya Mama Sandra itu. Jane sayang banget sama mama sandra.
Kak, mama Sandra sering menangis Jane jadi enggak tega. Mama rindu keluarganya, Jane juga mau lihat mereka. Mama cerita jika dia juga dulu tumbuh sebagai yatim piatu, setelah besar baru ketemu papanya. Jane mau ketemu sama mereka, sebab kata mama Sandra mereka sekarang keluarga Jane" ucap Jane bersemangat
"Tapi....." Jane menunduk. Kate mengerti alasan Jane sedih
"Apa kau ingin meninggalkan tempat ini Jane???"
"Kak Kate mau Jane jujur atau tidak??"
"Tentu saja jujur dong"
"Sebenarnya Jane mau, Jane mau ikut kemanapun mama Sandra pergi" ucap Jane.
Pembicaraan malam itu masih terngiang di telinga Kate, sementara kini tinggal ia sendiri, Jane sudah kembali ke kamarnya untuk istirahat. Di Kejauhan ia melihat dua orang berjalan mendekat, Kate memilih bersembunyi di balik tembok. Ia sedang malas menemui siapapun, pikiran tentang Jane terus menggangunya.
"Kau harus membantuku mencari dokter yang bisa aku percaya, aku akan membawa wanita itu keluar dari kediaman ini. Lakukan operasi untuk mengeluarkan anaknya, sekalipun kau membawa dokter gadungan, asal anak itu selamat aku tak perduli dengan ibunya.
Ini uang dan sisanya akan ku bayar setelah tugasmu selesai"
"Siap nyonya kecil, apa bos sudah tidur???"
__ADS_1
"Pria tua Bangka itu sudah tidur sejam lalu" ucap Nina
"Kalau begitu aku ingin jatah ku"
"Stop Endri, ini tempat terbuka, bagaimana jika ada yang melihat kita???"
"Aku sudah tak tahan, aku tak perduli" ucap pria bernama Endri itu , ia langsung melucuti pakaian Nina, tak terdengar penolakan, sementara di balik dinding Kate melotot tak percaya, ****** kecil itu berani bermain dengan anak buah bos nya??
Kate meraih ponsel dan mencoba mengabadikan momen itu, walau tak terlalu terang namun cahaya lampu dari ruangan lain mampu merekam.
Suara erangan Nina, wanita itu menikmati permainan Endri
"Nina kau nikmat"
"Kau perkasa seperti bisa Endri....
buat aku terpuaskan...."ucap Nina jelas. Kate di balik dinding tersenyum mengejek
jika gambar tak jelas, suara percakapan mesum mereka cukup membuat rekaman Kate sebagai bukti untuk menjatuhkan Nina.
Mereka lalu pindah ke dalam kamar mandi kecil yang berada di sebelah dapur, mereka melakukan di sana dengan brutal, setengah jam kemudian Endri keluar dengan seringai puas, ia buru-buru meninggalkan tempat itu sambil memeriksa keadaan
Tak lama Nina keluar, ia terlihat tersenyum, lalu menuangkan wine, meminumnya perlahan
Kate masih di tempatnya, ia hanya ingin melihat bagaimana kelanjutannya
"Kate apa....." Kate membungkam mulut Lee, Lee melotot ingin memprotes, namun Kate memberi kode agar Lee diam. setelah Lee mengangguk, Kate melepaskan bekapan tangannya
"Sial buat apa kau mengamati Nina???
Kate aku sarankan jangan melakukan apapun pada Nina. wanita itu saat ini adalah wanita nya bos.
Walaupun jujur aku tak suka namun kita...."Kate kembali membekap mulut Lee membuat pemuda itu kembali melotot kesal
"Psttt, jangan bicara ada yang mendekat" ucap Kate memberi tanda pada Lee. seperti perkataan Kate, terdengar suara berat seorang pria menyapa Nina
"apa kau seekor serigala, mengapa telingamu tajam sekali" ejek Lee ,Kate hanya memutar bola matanya malas, pendengarannya sudah terasa sejak kecil, itu karena ia di buang di hutan oleh orangtuanya sendiri, mereka tak menginginkan anak lelaki yang seperti wanita. Bagi mereka Kate adalah aib terbesar yang pernah mereka miliki
Jika mengingat masa lalu nya Kate hanya bisa mengelus dada.
"Apa yang mereka lakukan??? Apa wanita itu gila???" bisik Lee membuat Kate kesal, ia takut Nina dan pria bertubuh besar itu tahu keberadaan mereka
"Tutup mulutmu atau kau ku bungkam selamanya" ucap Kate mengancam, Lee menaikan telapak tangannya dengan senyum di bibirnya.
Bagus Lee, Kate sangat galak tapi ia senang melihatnya.
"What, gorila itu dan Nina...."
"Leeee....." Dengus Kete memberi peringatan terakhir.
Sementara di sebrang ruangan, nina seperti anak kecil dalam gendongan pria bertubuh besar itu,
__ADS_1
tak lam kemudian suara berganti decakan dan erangan. Nina dan pria bertubuh besar itu melakukan penyatuan
"gila... Dia berani-beraninya"
"Diam, kau ingin merekam mereka"
"Untuk koleksi????, mengapa kita tak buat sendiri saja"
"Jika nyawamu banyak, maka cobalah" ucap Kate membuat Lee tertawa kecil
Kate mulai merekam lagu, bukti tambahan atas kebinalan Nina, Kate ingin muntah rasanya, wanita itu.....
Sungguh ****** diatas ******!!!!
Nina wanita hina yang menjijikkan!!!
Kate menarik Lee menjauh, mereka melewati taman samping dan menembus ke belakang, Kate duduk di bangku taman, ia terus menghela nafas
"Wanita itu melakukan di dapur sebanyak dua kali, pertama dengan Endri lalu sekarang bolt aku ras wanita itu memiliki kelainan"
"Mungkin" ucap Lee santai lalu duduk di samping Kate.
"Lee jika suatu saat aku berkhianat, apa kau akan membunuhku???"
"Mengapa kau bertanya itu??? Apa kau mau berkhianat???
Dengar Kate, tuan Alvaro itu pria yang kejam dan sangat menyeramkan, kau tak akan bisa lepas dari cengkraman tangannya, sekali kau berada di genggamannya, maka tak da jalan kembali"
"Aku tahu, tapi aku berada di titik dimana aku lelah menjadi seperti ini" ucap Kate lirih. Lee hanya menoleh sekilas lalu kembali menatap ke depan sambil menghembuskan asap rokoknya
"Bagi kita seorang yang bergelut di dunia hitam, akan sulit hidup di dunia putih, sekalipun kita mencoba keluar, kita akan berada di zona abu-abu dan pada akhirnya ...
Doooorrrr
timah panas penegak hukum akan menutup hidup kita., merek atak perduli kita bertaubat, yang mereka tahu kita harus membayar semua perbuatan jahat kita di masa lalu" ucap Lee
"Aku tahu, dan aku tak keberatan jika itu terjadi, setidaknya tak ada penyesalan dalam diriku"
"Apa yang membuatmu berubah??
Apa wanita hamil itu???"
"Aku.....
Aku merasa simpati padanya...."
"Kate...
"Aku tahu aku terdengar aneh, tapi sebagai wanita aku tak bisa mengandung, dan ...."
"Bagiku kau sempurna Kate.
__ADS_1
Aku menyukaimu apa adanya" ucap Lee , Kate terkejut namun sedetik. Kemudian Lee mencium bibir Kate,