Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Posesif


__ADS_3

"Reihan??? Di Negara ini??? Ada apa ini, kalian kompak sekali" ucapan Sandra bersemangat lalu bangkit a berjalan kedepan menyambut Reihan


Reihan turun dari mobil yang ia sewa, masih dengan perban di wajahnya


"Astaghfirullah Rei apa yang terjadi padamu???" pekik Sandra, ia yang tadinya bahagia kini terlihat panik dan khawatir


"Aku baik-baik saja, Ini biasa, adu kekuatan dan lawanku juga ko" ucap Reihan berbohong, ya bukan oleh dia tapi karena Kendrick.


"Kau ini...


Sudah tua masih berkelahi


Lagi pula dengan siapa kau berkelahi sih??? Siapa orangnya yang membuatmu babak belur seperti ini??


Apa perlu aku beri pelajaran dia??" ucap Sandra emosi, sementra Aidna yang juga di beritahu Reihan datang langsung keluar dan melihat istrinya membela Reihan.


Hatinya panas. Aidan terbakar cemburu.


Apalagi melihat Sandra mengelus perban dan tangan Reihan yang masih di gips sepertinya pria itu mengalami luka lumayan serius


Tapi mengapa Sandra tak memperlakukan ia seperti itu??? Bukankah saat ia pulang wajah Aidna juga lebam ????


Bukankah ia suaminya, seharusnya Sandra lebih perhatian padanya bukan dengan Rei.


Aidan itu setengah mati pada Reihan.


"Rei sialan, itu istri gue" teriak Aidan membuat meja orang menoleh ke arah sumber suara


"Mas, Rei datang"


"Biar saja dia datang, aku tak menyambutnya!!!" teriak Adian kesal


"Jangan-jangan kau berkelahi dengan Aidan??" ucap Layla menyimpulkan. Reihan mengangguk takut-takut dibawah pelototan Sandra


"Good job bro. Gue juga mau hajar dia" ucap Layla tak kalah semangat


"Sama gue juga"


"Hei kalian...


Pa kalian pikir suamiku samsak gratis???


Bagaimana jika karena kalian pukuli dia tambah amnesia???"


"Ya tinggal kawin lagi" ucap Layla santai membuat Sandra kesal dan gemas


"Anak kecil tahu apa?? Mau hajar Aidan badanmu saja tiga perempat tubuhnya


apa kau sampai menghajar wajahnya????


dan kau ...


Kau itu mana pernah berkelahi. yang ada kay akan bonyok seperti mangga jatuh dari pohon" ejek Sandra pada Layla dan ibra, keduanya cemberut sementara Reihan tertawa terbahak-bahak


"Kau juga....


seperti anak kecil saja berkelahi.


untuk kau tak terluka parah"


"Sandra aku terluka parah, suamimu itu menghajar ku habis-habisan, tapi Ken berhasil membuat Aidan ko hahaha"

__ADS_1


Catty yang mendengar itu melotot terkejut, di tambah tatapan Sandra kearahnya, Catty menggeleng pelan


"Sis, aku tak tahu, sungguh aku tak tahu" ucap Catty yang memang tak tahu menahu tentang ini


"Kaliaaaannn...." Sandra kehabisan kata-kata, perasaanya campur aduk. Ia kesal. karena mereka sepetinya ingin sekali menghajar Aidan, namun juga senang sebab mereka setia kawan .


"Urusan Aidan adalah urusanku, rumah tanggaku.


Aku tahu kalian perduli padaku. Namun rumah tangga kami, biar kami yang selesaikan.


by the way, thanks guys...


Kalian memang sahabat terbaik"


Mereka berpelukan


"Sandra .....


Kesini!!!" teriak Aidan makin cemburu melihat Ibra dan Reihan memeluk Sandra walau ada Layla dan Catty juga yang memeluknya


"Iiiya mas" ucap Sandra menghampiri Aidan.


Begitu dekat Aidna lngsung menarik Sandra, memeluknya dengan posesif.


Sandra sangat terkejut begitu pula semua sahabatnya tak terkecuali Catty.


"Katamu Aidna amnesia, tapi lihat kelakuan posesifnya tak hilang" bisik Layla bingung


"Sepertinya gilanya sudah sedikit berkurang" ucap Catty lirih


"Sepetinya pukulan ku di kepalanya membuat amnesianya berkurang"


"Apa perlu kita pukuli ramai-ramai????" bisik Ibra yang diangguki ke empatnya


"Jangan dekat-dekat apalagi memegang DNA memeluk pria lain" ucap Aidan


"Mas apa kau cemburu??"


"Itu...


Aku...


Aku hanya tak suka jika kau di gunjing para pelayan karena kelakuanmu" ucap Aidna mencari alasan


"Bener bukan karena cemburu??"


Mereka sahabatku, aku tak sedikitpun memiliki rasa cinta pada mereka, aku menyayangi mereka seperti sahabat layaknya"


"Sandra tetap saja aku tak suka, "


"Katakan saja sejujurnya jika kau cemburu mas.


sepeti hal nya aku cemburu melihatmu memeluk Nina.


Apa kau tak takut di gubjing para pelayan


Kau sudah menikah, tapi memeluk wanita lain dan mengatakan cinta.


Jangan lakukan apa yang tak ingin orang lain lakukan"


"Apa kau cemburu??" tanya Aidan

__ADS_1


"Tentu saja aku cemburu, aku sangat cemburu mas, sebab aku mencintaimu" ucap Sandra membuat Aidan membeku, jantung Aidna berdegup kencang.


entah mengapa ia sangat bahagia saat Sandra mengatakan mencintainya.


"mengapa jantungku berdegup kenceng setiap kali menatap Sandra, terlebih lagi aku merasa damai saat aku menatap matanya ....


Dia mencintaiku....


Ya Tuhan,mengapa jantungku masukin cepat berdetak seolah menari. Mengapa aku bahagia saat mendengarnya???" gumam Aidan tanpa sadar mencium Sandra, ia lupa jika mereka berada di pelataran depan rumah mereka dan di depan pra tamu mereka.


Sandra yang awalnya terkejut hanya diam tak membekas ciuman suaminya, namun sesaat kemudian ia membalas ciuman Aidan, ia merindukan suaminya itu, sangat merindukan.


Tak terasa air mata menetes di pipi Sandra. Ia bahagia, sangat bahagia.


Apakah Aidan sudah sadar?? apakah amnesia nya sudah sembuh????


beribu pertanyaan melintas di kepala Sandra


"Jangan dekat-dekat dengan pria lain karena kau istriku dan aku cemburu"


"Sayang, apa kau sudah mengingat ku???" tanya Sandra tersenyum lebar


"Belum, hanya saja ....."Aiadan mencoba mengingat siapa Sandra dan


"Aaaarrrghhhh kepalaku...


sakittttttttttt"


"Mas, mas Aidan......" Aidan langsung jatuh pingsan, Sandra berteriak histeris melihat suaminya pingsan, beruntung ia berhasil memegang tangan Aidan dan menjaganya agar kepalanya tak jatuh ke lantai


Samuel berlari, begitu juga Reihan dan Ibrahim.


mereka bertiga membawa Aidna masuk ke dalam rumah. Aidan di rebahkan di kasur


"Jangan khawatir aja, Ken sedang dalam perjalan kesini" ucap Catty menengankan Sandra yang terus menangis


"Sepertinya ia mencoba mengingatmu.


tindakannya yang posesif dibawah alam bawah sadarnya, sekalipun ia amnesia, namun sesuatu dalam dirinya mengingatmu" ucap Layla menyimpulkan


"Ya aku sependapat denganmu sis, Pria menyebalkan ini sangat posesif, dan kehadiran aku dan Reihan tak sengaja menstimulasi alam bawah sadarnya untuk menjauhkan Sandra dari kita"


"Atau mungkin karena dia dapat bogem mentah gue berkali-kali?????"


"Rei...." ucap Catty membuat Reihan langsung bungkam.


Seperti perkataan Catty, Kendrick ternyata memang sedang dalam perjalanan ke tempat itu,Catty sudah menghubunginya sehingga ia langsung tancap gas untuk segera tiba di kediaman Aidan.


Begitu tiba ia langsung menentang tas nya lalu memeriksa Aidan dengan teliti


Melihat alis Aidna yang mengkerut menahan sakit, Kendrick lalu memberikan obat pereda sakit kepala. Setelah itu Aidna tertidur


Catty lalu menceritakan apa yang terjadi. Kendrick mendengarkan dengan seksama. Ia terlihat berfikir keras


"Sepertinya kita bisa mengembalikan ingatan Aidan" ucap Kendrick


"Ken jangan memberi harapan palsu" ucap Catty takut Sandra berharap lebih, sebab profesor Fredrick saja mengatakan itu sesuatu yang mustahil


"Ken, aku akan melakukan apapun agar suamiku sembuh, walau kemungkinannya hanya 0.01peraen sekalipun" ucap Sandra


"Buat dia cemburu....

__ADS_1


Tapi ....."


"Tapi????" tanya semua orang penasaran


__ADS_2