Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kondisi Fadly


__ADS_3

Layla sedang bermalas-malasan di kasur saat seorang pelayan rumahnya memberitahu jika ada tamu special menanti di ruang tamu, namun pelayan tersebut tidak menyebutkan siapa tamunya, ia hanya tersenyum penuh arti membuat Layla penasaran, siapa sebenarnya tamu special yang di maksud.


Dengan malas Layla menuruni anak tangga hingga


Di kejauhan terdengar suara percakapan, suara mamanya dan papanya yang terdengar riang, Layla mempercepat langkahnya, ia semakin penasaran.


Layla melihat seorang wanita sedang duduk membelakanginya, namun dari gestur tubuhnya terasa tidak asing


"Sayang kemarilah, lihat siapa yang datang" panggil Aarick Aslan papa Lyla pria blasteran inggris Turki


"Kenapa bengong sini sayang" panggil Salama Aslan mama dari Layla


begitu Sandra menoleh, Layla terpekik senang ia langsung memeluk Sandra


"Sandra Aurora Clift, kau menyebalkan tak memberi kabar padaku"


"Hahaha kejutaaaannn"


"Ya aku sangat terkejut, dimana keponakan kecilku??" tanya Layla celingak celinguk


"Mereka tak ada, aku kesini sendirian"


"Whaaattt, bagaimana bisa??? Lalu mereka dengan siapa???"


"Tentu saja dengan papanya, aku hanya berziarah ke makam keluargaku seklian mampir melihatmu dan..."


"Huh Rei pasti senang kau datang, secara saat dia dan Vena menikah kau tak datang"


"Ya, karena itulah aku datang, sambil menyelam minum air" ucap Sandra lalu keduanya tertawa


"Baiklah, kami pamit, silahkan lanjutkan berbincang" ucap Aarick menggandeng tangan Salamah

__ADS_1


"Terima kasih uncle, aunty"


"Sama-sama nak, oh ya kamu menginap disini saja, aunty tak mau ada penolakan "


"Baik, terima kasih. Maaf merepotkan" ucap Sandra


"Tidak, kami justru senang "


"yeaaay gue ada temen ngobrol" teriak Layla


"Sttttt, Layla jaga perilaku, kau wanita" ucap Salamah berbalik DNA melotot


"Mamaaaa...."


"Dengar tuh, cewek preman" ucap Sandra tertawa terkekeh


"Huhhh...


"Uhmm lima hari"


"Ya.... Sebentar banget." keluh Layla


"Ingat Layla gue sekarang ibu dengan dua anak"


"Ya... Ya... Mamud, alias mama muda" ejek Layla


"Loe kapan nyusul???"


"Belum ketemu hilalnya"


"Puasa kali " keduanya lalu tertawa

__ADS_1


Malam harinya mereka berdua menuju kediaman Reihan, tak berbeda dengan Layla, Reihan juga di buat terkejut dengan kedatangan Sandra ..


Sandra membawa kado yang ia persiapkan , Sandra ikut bahagia melihat Reihan dan Vena akhirnya bersatu. Reihan pria baik, dia kini sudah mendapat kan Pasangan yang terbaik.


Layal terus meledek Sandra karena ada empat bodyguard yang terus mengikuti mereka pergi,


Keesokan harinya Layla mengajak Sandra untuk makan siang di luar sekaligus shoping,


Kebetulan Sandra juga jenuh, wal hasil keduanya lalu menjelajahi toko keluar dari toko satu ke toko yang lain.


keduanya terlihat bahagia, walau Sandra berada di negara orang, ia sudah izin pada suaminya sebelum pergi.


Keesokan harinya Sandra memutuskan mengunjungi pamannya, sebenci apapun ia dengan pamannya, pria itu tetap keluarga satu-satunya yang tersisa.


Sandra sangat terkejut melihat kondisi pamannya, pria itu mengalami stuck, hingga ia lumpuh dan sulit berbicara. Namun bukan hanya itu yang membuat Sandra terkejut, bibinya ternyata sudah di bebaskan seseorang.


Sandra tidak mengerti bagaimana mereka bisa membebaskan wanita itu sementra masa hukuman Anya masih lebih dari sepuluh tahun, namun yang jelas seseorang yang kuat menggunakan pengaruh dan uangnya untuk membebaskan bibinya. Di samping itu keberadaan Anya langsung rain di telan bumi.


Sandra merasa kasihan dengan kondisi Fadly, Sandra menyewa seorang perawat untuk merawat pamannya, sebab kondisi Fadly sangat mengenaskan, di rumah sebesar itu hanya tinggal ia sendiri yang memakai kursi roda, bahkan untuk makan saja ia harus mengandalkan belas kasih tetangga.


Tidak hanya itu, juga menyewakan seorang pembantu yang akan mengurus rumah, bagaimanapun kediaman Haris adalah satu-satunya peninggalan keluarganya yang tersisa. Sandra tak ingin rumah itu hancur, terlalu banyak kenangan manis di sana.


Sandra meninggalkan sejumlah uang, ia juga berjanji akan mengirimkan uang setiap bulanya pada pamannya itu sebagai biaya hidup.


Fadly menangis tersedu-sedu, ia sangat malu dan bersalah, keponakan yang ia sia-sia justru adalah Dewi penyelamatnya. Sementara putri dan istrinya hilang entah kemana.


Sandra juga membawa Fadly ke dokter dan meminta pihak rumah sakit merawat Fadly dan biayanya Sandra yang tanggung.


Fadly bersimpuh di kaki Sandra, kedua keponakan dan paman itu menangis


"Maafkan paman sandra...."

__ADS_1


__ADS_2