Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kebodohan Aaron


__ADS_3

Aaron mengutuk dirinya sendiri yang terlalu lemah di depan Karenina, sudah jelas jika Aidna dan kendrick tahu, nasib persahabatan mereka akan hancur, Aaron pasti juga akan di benci oleh kedua sahabatnya itu, namun rasa cintanya yang begitu besar pada Nina membuat Aaron hilang pikiran sejenak, kini ia baru menyesali semuanya.


Aaron memijit kepalanya yang terasa berdenyut , namun lamunannya buyar.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi, panggilan masuk dari Kendrick


Aaron mengumpat dalam hati, baru saja ia memikirkan tentang Kendrick kini pria itu sudah menghubungi seakan tahu jika saat ini Aaron sedang melakukan kesalahan.


"Ya hallo" tanya Aaron lirih


"Dimana kau, aku ke kantormu katanya kau makan siang di luar, bukankah ini belum jam makan siang???"


Sahut Kendrick cepat


"Ah iya aku ...


Hei ada apa mencari ku ke kantor???" ucap Aaron mengalihkan pembicaraan


"Aku tadinya mau mengajakmu makan siang, tapi kau sudah makan siang, sial" maki Kendrick


"Salah sendiri kau tak memberi kabar terlebih dahulu" jawab Aaron mencoba tenang


"Dengan siapa kau makan siang????" tanya Kendrick penasaran membuat Aaron menelan salivanya dengan sulit, ia bingung harus mengatakan apa, sebab ia bukan orang yang bisa berbohong


"Itu,....." Aaron bingung harus berkata jujur atau bohong.


Ia takut di interogasi oleh Kendrick jika ketahuan makan siang dengan Nina, dan yang lebih buruknya ia bukan orang yang pandai berbohong


"Ken???" panggil Kendrick merasa curiga


"Aaron terima kasih atas waktunya ya.


ayo kita pulang" ajak Nina yang baru selesai dari toilet


Aaron membeku, sementara di ujung telepon Kendrick menajamkan pendengarannya.


"Jangan bilang wanita itu Nina" ucap Kendrick tajam

__ADS_1


"Itu...."


"Hei Aaron. Siapa yang menelpon ap kekasihmu??" tanya Nina menggoda tanpa tahu kini jantung Aaron sedang berdetak cepat, takut dan khawatir jadi satu


"Aaroonnn....


Mengapa wanita ular itu bersamamu???


Kau tidak mengatakan apapun tentang Aidan kan???


Atau...." cecar Kendrick dengan suara dingin.


Kendrick yakin Aaron akan luluh di depan Nina


"Ken... Maaf" ucap Aaron lirih


"Aaron???......" pekik Kendrick kesal bukan main


"Apa itu Ken??" tanya Nina setelah melihat reaksi Aaron. Nina tahu jika di ujung telepon Kendrick sedang memarahi Aaron, sebab wajah Aaron pias.


Tanpa di duga, Nina merampas ponsel Aaron membuat Aaron gelagapan


Apakah salah dia makan siang bersamaku???" bentak Nina di ujung telepon


"Aku tahu Tujuanmu, kau mengajak Aaron makan siang dengan maksud tersembunyi.


Jangan kau pikir aku tak tahu apa yang ada di pikiranmu"ucap Kendrick tajam


"Kau cenayang ya???" ejek Nina yang kesal karena Kendrick bisa menebak apa yang ia lakukan.


"Nina, aku peringatkan, jangan memanfaatkan Aaron.


dia pria baik dan tulus. Hanya bodohnya dia jatuh cinta pada wanita ular sepertimu"


"Kendrick sialan apa gak mu menghinaku?????"


Dengus Nina marah

__ADS_1


"Dulu aku memang bodoh percaya padamu, tapi setelah aku tahu siapa kau, aku menyesal pernah menganggap kau adik angkat ku.


Hal yang paling ku sesali seumur hidupku adalah membawamu dalam persahabatan kami." perkataan Kendrick begitu menyakitkan bagi Nina,


dulu ia sangat dekat dengan Kendrick, namun kini Kendrick sangat membencinya bahkan terkesan jijik.


Ini semua karena Sandra, Nina menyalahkan semuanya pada Sandra, ia tak pernah intropeksi diri mengapa semua orang di dekatnya berubah, itu semua karena dirinya.


tanpa menunggu kalimat selanjutnya Nina langsung memutuskan panggilan telepon dari Kendrick, wajah Nina merah padam karena marah


"Aaron maafkan aku, gara-gara aku mau jadi kena marah"


"Itu...


Kendrick hanya akan marah sesaat, kau tak perlu khawatir, Tunggu beberapa hari kemarahannya juga akan berkurang" ucap Aaron berbohong, Ken pasti saat ini sangat marah, ia tak yakin Kendrick akan memaafkannya, ia mengibur dirinya sendiri dan berusaha tersenyum


"Tapi sepertinya Kendrick sangat marah padamu...


Aku sungguh jadi tak enak hati"


"Sungguh tak apa-apa, kau jangan khawatir"


"Baiklah, kalau begitu aku harus segera pulang, mamaku menghubungiku tadi jika ia memerlukan ku" ucap Nina lalu segera pamit dan meninggalkan tempat tersebut, setelah berbalik badan senyum licik terpasang di wajah Nina


"Dasar bodoh" ucap Nina tertawa kecil lalu bersenandung menuju kendaraanya, melakukan kendaraanya meninggalkan cafe tersebut menuju kediamannya.


Nanti malam ia akan menunggu Aidan pulang, namun ia khawatir jika penjagaan akan ketat sehingga ia perlu menyamar untuk bisa menemui Aidan.


"Aku menantimu sayang" ucap Nina lalu tertawa terkekeh seperti orang gila.


Sementara Aaron masih terduduk lemas.


ia mengacak-acak rambutnya frustasi.


"Habis sudah....." desah Aaron lirih lalu berjalan gontai menuju parkiran, ia melajukan kendaraanya kembali ke kantor, namun begitu Samapi di kantor, ia urung, berbalik arah menuju apartemennya.


pikirnya kacau, ia tak berniat kembali kerja.

__ADS_1


Baru saja ia sampai di depan apartemenya, sebuah bogem mentah mendarah di wajah tampannya, Aaton yang terkejut dan tak menduga akan mendapat bogem mentah terjatuh.


Dari sudut bibirnya mengeluarkan darah


__ADS_2