Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Nina menjenguk


__ADS_3

Catty menarik Kendrick keluar ruangan, ia penasaran sebenarnya bagaimana kondisi Aidan


"Katakan, akun tahu kau bohong"


"Baby darimana kau tahu?"


"Aku bukan baby mu, cepat katakan atau aku marah" ucap Catty cemberut


"Baik-baik apa yang tidak buat calon istriku" ucap Kendrick membuat Catty merona merah


"Jangan bercanda,"


"Apa kau tak ingin menjadi istriku???"


"Ken.... Kita sedang serius"


"Aku juga serius Catty, hanya kau yang aku ingin menjadi ibu dari anak-anakku" ucap Kendrick dengan wajah serius. Catty tertegun sejenak, ia lalu berbalik badan ingin kembali ke dalam ruangan


"Baby mau kemana???


Iya, iya aku akan katakan"ucap Kendrick


"Cepat"


"Kondisi Aidan sedikit mengkhawatirkan, aku sudah menghubungi temanku ahli syaraf, namun baru sebulan ia bisa tiba, sementara ini hanya bisa mengandalkan obat yang bisa ku berikan


"Apa separah itu??" Kendrick mengangguk.


"Tolong cari cara apapun untuk kesembuhan pria menyebalkan itu, aku tak ingin saudariku menderita karenanya"


"Kau sangat menyayangi saudarimu baby"


"Tentu saja, dia sangat berarti bagiku.


Dia menerimaku apa adanya, menyayangimu sepenuh hati, jadi tak ada alasan bagiku tak membalasnya.

__ADS_1


Ia memperlakukan aku seperti saudara sedarahnya padahal aku hanya...."


"Kau putri keluarga Clift, tak kan ada yang bis merubah itu, sekalipun kau bukan lahir keluarga paman Alvaro, tapi kau lahir dari hati mereka


Terkadang ikatan ini lebih kuat di bandingkan ikatan darah, percayalah"


"Terima kasih Ken, perkataanmu membuatku senang"ucap Catty lalu kembali kedalam ruangan, Kendrick tersenyum senang melihat Catty senang.


Baru saja Catty dan Kendrick duduk, pintu diketuk seseorang


"TOK TOK TOK"


Pintu ruangan di ketuk dan masuklah Aaron dan seorang wanita yang tak lain adalah Karenina.


Wanita berambut pirang itu membawa buket buah


Ketiga orang di ruangan itu hanya diam, tak mempersilahkan dua orang itu masuk


Namun jelas.mereka tak suka dengan kehadiran orang itu.


"Bagaimana keadaan Aidan??" tanya Aaron menggaruk kepalanya, ia tahu jika tak etis, membawa Nina menjenguk Aidan.


Namun Aaron tak bisa menolak permohonan Nina, terlebih melihat Nina yang patah hati, ia kasihan


"Buat apa kau datang??" tanya Catty langsung bangkit


"Catty .. Dia hanya menjenguk" ucap Sandra, sekalipun ia tak suka, namun rasanya tak benar jika ia tak percaya pada suaminya.


Lagi pula saat ini Aidna perlu suasana tenang, jika Catty melakukan sesuatu pasti akan gaduh.


Mereka baru memulai lembaran baru, saling percaya adalah point yang mereka utamakan dalam hubungan ini.


"Kok elo yang sewot sih, kakak ipar aja santai"ucap Aaron mendapat lampu hijau.


"Aaron .." Kendrick terlihat tak suka ia berjalan mendekati Aaron.

__ADS_1


"Lah bener bro, Nina ini datang cuma mau jenguk Aidan, kami teman masa kecil


Lagi pula Catty seolah berfikiran jika Nina datang untuk menculik Aidan, dasar aneh" cibir Aaron


"aku memang datang untuk menculik Aidan, namun bukan raganya melainkan kepercayaannya, cintanya, memorinya hahaha" Nina memasang wajah sedih, ia menitikkan air mata. Air mata buaya betina


"Jika kalian tak suka aku disini, ayo kita kembali Aaron"


"Tidak Nina, mereka tak berhak melarang mu menjenguk, lagi pula kau dan Aidan....."


"Aaronnnnn" Kendrick menyela ucapan Aaron. Sahabatnya itu sudah melewati batas.


"Aku mengatakan Fakta, kita berempat tumbuh besar bersama, jalinan persahabatan kita siapa yang bisa putuskan, sekalipun Sandra adalah istri Aidan kini" ucap Aaron makin keterlaluan


"Kau...."Sandra menepuk bahu Catty sambil menggeleng. Jika tak di halangi oleh Sandra sudah pasti lelaki cantik itu babak belur di hajar olehnya


"Huh, jika bukan karena saudariku menahan ku dan aku harus memberi muka pada Aidan, sudah dari tadi ku hajar wajahmu, dasar lelaki dua alam" maki Catty mengepalkan tangannya, rasanya tangannya gatal ingin menghajar wajah pria cantik itu


"Maksud loe apaa???"tanya Aaron tak suka


"Ngaca, punya kaca enggak???


Pria kok kaya badut pake baju warna-warni " cibir Catty


"Catherine.....


Loe mau mati ya???" teriak Aaron marah di hina oleh Catty


"Berisik....!!!!!!!!!!!!" teriak Kendrick membuat semua orang langsung diam. Catty juga, ia sangat terkejut pria yang terlihat cool itu bisa juga marah


"Aaron, gue perlu bicara sama loe" ucap Kendrick langsung menarik Aaron keluar


"Kalau aku enggak boleh jenguk, aku permisi" ucap Nina lirih dengan suara bergetar ingin menangis


"Jenguk lah, kami akan menunggu di luar" ucap Sandra menarik Catty yang tak rela meninggalkan ruangan tersebut.

__ADS_1


"Sis, loe udah memberi kesempatan ular berbisa itu meracuni suami loe" gumam Catty lirih.


__ADS_2