
"Pria ini adalah pria yang menawan Nina saat pertama kali dia tertangkap di Daerah konflik
Ria berdarah dingin yang tega membunuh wanita maupun anak-anak, jelas bukan pria ini yang menjadi sekutu Nina.
ditambah pria ini ditemukan tewas dengan mengenaskan pada saat terjadinya kerusuhan besar 5 bulan setelah penyerangan desa di mana Lina dinyatakan hilang.
kemungkinan besar adalah pria yang menjadi rival dari pernyataan tersebut yang menyerbu ke markas pria tersebut.
dan Nina otomatis berpindah menjadi tahanan pria tersebut setelah kepala mafia pertama yang menawannya tewas.
"aku ingat saat dia baru kembali ditangannya terdapat banyak luka seperti sayatan dan juga goresan panjang yang sangat dalam menimbulkan bekas yang mengerikan"gumam alone mengingat kejadian saat pertama Nina kembali.
"kemungkinan besar itu adalah perbuatan mafia yang terbunuh tersebut.
namun kemungkinan terbesarnya adalah Nina mampu mempertahankan nyawanya dengan caranya."
"Aku selama ini memang bodoh!!!"
"Kau baru sadar??? Kau memang Bodoh"cibir Layla menatap sinis ke arah Aaron.
masih jelas di ingatan Laila bagaimana Aron dulu membela Nina.
bahkan Aron tidak menyukai Sandra sebab Nina mencuci otak Aaron.
"Kau yang bodoh"
"sudah kalian ini kita sedang serius.
kalian selalu bertengkar setiap kali bertemu atau kalian ini memang jodoh?????"ucap Brian membuat Aaron tersendak salivanya sendiri, sementara Layla langsung berkacak pinggang marah
__ADS_1
"Aku jatuh cinta dengan pria norak ini no way....
sekalipun pria di dunia ini hanya tinggal dia aku tidak akan bersedia bersamanya"ucap Layla kesal
"Awas kemakan omongan sendiri"
"Gue juga enggak mau sama loe, semua kecil mana enak" ucap Aaron bicara asal
"Kau......"
"Kalau kalian berisik menggangu diskusi kita, lebih baik kalian pergi" ucap Ibra kesal, Layla langsung bungkam dan merasa bersalah, sementara Aaron hanya batuk-batuk kecil.
Ibra meminta orang kepercayaan papanya menjelaskan sisanya dan rencana mereka.
Saat semuanya nya jelas siapa musuh yang mereka hadapi, mereka bisa tahu harus berbuat apa.
"Alberto....
namun pria ini licin seperti belut dan sulit untuk dideteksi keberadaannya.
namun mata-mata kami menangkap jika seminggu yang lalu pria itu mendarat di negara ini.
kemungkinan terbesarnya adalah pria itu mencari Karenina.
mengenai dua orang yang menculik Sandra bersama Nina kemungkinan terbesar mereka direkrut oleh Alberto atau mungkin adalah orang kepercayaan Alberto selama ini.
namun 3 hari belakangan ini kami tidak menemukan keberadaan Alberto terakhir kali ia berada di sebuah hotel di tepi pantai"
"Sial lawan kita...."
__ADS_1
"Jangan khawatir, kita pasti bisa melawan mereka" ucap Brian optimis.
"benar apa kata Brian setelah mengetahui siapa lawan kita papaku mengirimkan beberapa orang terlatih untuk datang ke negara ini.
ditambah dengan orang dari keluarga Kendrick dan juga kalian berdua"
"Aku hanya terkejut, maaf" ucap Aaron yang memang tak pernah merasakan suasana tenang, ia hanya tahu bersenang-senang, berbisnis. Maslah lain sudah diurus prajurit bayangan keluarganya.
"sekarang kita bagi tugas.
aku dan Katy akan memeriksa semua wilayah yang mungkin menjadi kediaman mafia tua itu.
yang aku khawatirkan adalah pria itu membangun markas di negara ini tanpa kita sadari.
menilik dari bagaimana dia beroperasi sepertinya orang-orang Alberto sudah memahami dengan baik seluk beluk negara ini"
"aku juga berpikir yang sama"
"Brian dan Aaron sebaiknya kalian istirahat wajah kalian sangat buruk terlihat.
aku akan memberitahu jika menemukan sesuatu"ucap Ibra, Aaron dan Brian yan keberatan, mereka memang perlu memejamkan mata beberapa saat sebab dua hari tanpa tidur bukan sesuatu yang mudah
"Bagaimana kondisi Aidan???"
"Masih kritis" jawab Catty menghela nafas
"Sungguh cobaan yang berat" ucap Ibra yang diangguki Layla dan Catty.
namun Aidan sudah berada di tangan yang tepat, Catty percaya kekasihnya bisa menangani Aidan.
__ADS_1
Catty, Layla dan ibra serta team yang di bawa Ibra mulai bekerja.
Peralatan di keluarkan semua kini ruang tamu itu menjadi markas mereka