Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
kebencian Andy


__ADS_3

Sementara di kediaman Selena.


kemarin Selena datang ke mansion utama atas perintah Margareth, ia habis di maki-maki oleh Margaret, kali ini Selena hanya bisa pasrah sebab Selena mengakui kesalahannya. Ia belum berani menemui papanya, ia sangat takut.


Margareth mengancam akan menghapusnya dari keluarga Lawrence jika ia tidak menemui papanya dan mengakui semua kesalahannya.


Di samping itu pula Andy Kelly tidak pulang sejak kemarin dan ponselnya tidak bisa dihubungi. Selena sudah mencarinya ke mansion utama keluarga Kelly, ia sangat terkejut melihat perubahan yang drastis pada mansion tersebut.


Mansion yng awalnya sederhana kini berdiri megah dan mewah, ia jadi bertanya-tanya dari mana keluarga itu memperoleh itu semua,


Pantas saja Andy tak pernah mau diajak ke mansion utama untuk mengunjungi mama nya, ternyata oh ternyata....


Selena kembali merasa di bodohi.


Poppy mama Andy yang juga mertua Selena menatap sinis ke arah Selena, wanita tua itu yang dulunya sangat ramah menyambut Selena kini terlihat acuh tak acuh. Dari tatapan Selena bisa melihat ketidak sukaan wanita tua itu.


Poppy imalah sibuk bermain seorang anak kecil berusia lima tahun, entah mengapa wajah anak itu mengingatkan Selena pada Andy.


Selena membuang pikiran buruknya, ia menduga jika anak itu adalah anak dari adik sepupu Andy.


Sesampainya di rumah Selena menghubungi Jordan, namun putra kesayangannya itu tidak bisa di hubungi.


Kekesalan Selna makin menjadi karena Jordan tak kembali ke mansion sudah tiga hari, tepat sejak kejadian penggulingan Aidan dari perusahaan,


"Apa Jordan ikut Andil dalam rencana itu???


Ah tidak mungkin, Jordan sangat menyayangi Aidan" gumam Selena .


Ia meremas rambutnya karena frustasi.


Malam harinya Andy kembali, pria itu sudah berganti pakaian dan wangi, tidak seperti pria yang kabur dan menginap di luar, entah dimana ia tidur yang jelas ia terlihat segar,


"Dari mana saja kau???" bentak Selena begitu melihat Andy memasuki rumah


"Apa kau harus mencampuri urusanku????" tanya Andy menaikan sebelah matanya


"Andy kau suamiku!!!!" teriak Selena marah


"Lalu????


Jika aku menceraikan mu , artinya aku bukan suamimu lagi kan???"

__ADS_1


"A..aaaaapa maksud mu????" tanya Selena dengan suara bergetar, ia tak pernah menyangka Andy akan melontarkan kalimat tabu itu.


Ucapnya pun sinis, ia tak pernah melihat Andy seperti ini Selama ini Andy adalah pria yang lembut dan murah senyum, apa yang terjadi pada Andy???


Apa seseorang sudah mencuci otaknya??? Atau seperti ini kah Andy yang sebenarnya????


"Berikan sisa saham mu padaku"ucap Andy menurunkan intonasinya, ia duduk dengan santai di sofa


"Apa mau mu??"tanya Selena menatap tajam ke arah Andy, Suaminya itu tersenyum sinis


"Aku tak akan menceriakan mu jika kau dengan suka hati menyerahkannya padaku"ucap Andy tersenyum manis


"Andy jangan melewati batas!!!


Kembalikan saham yang ku titipkan padamu!!!"teriak Selena


Namun Andy malah tertawa terkekeh dengan mimik meremehkan Selena


"Titipkan???


apa ku punya bukti????" tanya Andy sinis


Aku hanya menitipkan padamu, itu semua untuk anak kita" ucapan Selena berusaha menahan emosinya, ia mencoba bersabar


Bukti....


Selena tidak punya bukti, ia berfikir jika suami istri perlu bukti apa, kini ia menyesal, sungguh menyesal.


"Jordan????? hahahaha


Selena-selana. Aku tak tahu mengapa kau naif sekali.


Dengar baik-baik " ucap Andy bangkit, mencengkram wajah Selena


"Jordan bukan anakku. Dia anakmu dengan pria sialan itu. Aku mendapati kau bercinta dengan pria sialan itu saat mabuk.


Kau tahu, aku sangat membencimu.


Dulu aku sangat memujamu, mencintaimu, tapi kau mengkhianati ku dengan meniduri pria itu, pria yang paling aku benci di dunia ini!!!!"ucap Andy penuh kebencian


"Boo....bo..bohong" Selena sangat shock

__ADS_1


ia memang mencoba mengingat serpihan ingatan dulu saat ia mabuk, namun saat ia sadar hanya ada Andy di kamar itu


"Kau... Kau yang da di kamar itu di kasur itu!!!"


"Buat apa aku bohong??? Jika Jordan memang putraku, aku tak akan memiliki rencana menguasai perusahaan Lawrence, nyatanya dia memang bukan putraku"


"Andy jangan bercanda please....


Aku..." air mata Selena menetes deras


"Lepaskan tangan kotor mu dari tubuhku.


Selama ini aku bersabar.....


menunggu dan menunggu hingga tiba saatnya pembalasanku.


Ini pembalas ku karena kau sudah mengkhianati ku!!!


Aku melihat pria itu bergegas pergi dengan panik, aku berpura-pura tidur di kasur bekas kau mengkhianati Dasar ****** yang sombong.


Kau seperti wanita pelac*r"


"Plaaaaaaakkkkk" sebuah tamparan melayang di wajah Andy, Andy meringis memegangi pipinya yang terasa panas


"****** tua sialan....." wajah Andy berubah garang,


"Plaaaaaakkk, plaaaaakkkk, plaaaaakkkk, plaaaaakkkk" Andy memukuli wajah Selena dengan membabi buta, suara tamparan tangan terdengar memenuhi ruangan.


Beberapa pelayan meringis merasa kasihan, namun mereka tak ada satupun yang berani menolong Selena.


salah pernah langsung menghubungi kediaman utama untuk meminta pertolongan, mereka khawatir tuan mereka akan membunuh nyonya mereka.


Para pelayan juga ketakutan, tuan mereka yang biasanya penuh senyum dan ramah kini seperti bajingan yang berhati dingin.


menghajar Selena tanpa ampun hingga Selena jatuh bersimpuh di tanah dengan sudut bibir yang mengeluarkan darah segar


Wajah cantik Selena juga merah bengkak.


Selena menangis tersedu-sedu , hatinya hancur.


Pria yang ia amat cintai ternyata.....

__ADS_1


__ADS_2