Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Menyambut Sarah


__ADS_3

Seperti perkataan Stalin, pagi itu ia sudah menjemput Sarah, Sarah keluar dari apartemennya sambil menyeret koper nya, Stalin hanya menatapnya sambil berdiri di depan mobil


"Hei dik, ini berat bantu aku" teriak Sarah.


Stalin sedang tertegun menatap kakak tirinya.


Semalam tak henti-hentinya notifikasi masuk, total hanya dalam sehari Sarah sudah menghabiskan uang tiga ratus juta, entah apa saja yang ia beli dan Stalin baru mengerti sekarang, pakaian, tas, sepatu dan juga perhiasan permata Sarah pake, ia seperti orang kaya baru yang norak di mata Stalin


"Dik, apa kau kejam??? bantu aku!!" teriak Sarah Berteriak membuat lamunan Stalin Buyar, Stalin segera menghampiri Sarah, membantunya menaikkan koper Sarah ke mobilnya


"Sarah berdiri di depan pintu mobil menunggu Stalin membukanya, namun Stalin langsung menuju pintu kemudi


"Naik.....


Kau masih ada yang di tunggu"


"Ah sial, tidak peka sekali" gerutu Sarah lalu naik dengan muka cemberut


"Seluruh keluarga sudah menanti, tidak baik menunggu para ornagtua menantu lama.


Berikan kesan baik pada mereka.


Dan ingat disana akan ada nenek dan kakek ku dari pihak papa dan juga nenek dari pihak mama"


"Hemmm" jawab Sarah malas


"Aku peringatkan kau, perhatikan kelakuanmu, jangan membuat mama malu"


"Stalin, kau hanya ingin bertemu mama ku ok????"


"Huh..."


Satu jam kemudian mereka tiba di sebuah gate... beberapa penjaga membungkuk sopan , Stalin mengangguk sambil tersenyum.


Sepanjang perjalanan mereka di suguhkan oleh taman bunga yang luas, bahkan Sarah belum melihat dimana kediaman keluarga barunya itu.


lima belas menit kemudian mereka sampai dia sebuah mansion megah, ini seperti istana kerajaan di dalam dongeng, Sarah terkesima


Masuk kedalamnya saja terdapat lagi halaman luas, beberapa pelayan berdiri berjajar menyambut kedatangan mereka, mereka menunduk hormat serentak


"Selamat datang tuang muda, Nina muda"

__ADS_1


"Selamat datang di kediaman nona muda, semua sudah menunggu di dalam, perkenalkan nama saya Mina, saya kepala pelayan di mansion ini"


Sarah hanya memgaguk, Mina memimpin jalan memasuki mansion


Seorang wanita paruh baya mirip Sandra berdiri di samping Stalin dan Stanley, Sarah tahu itu bibinya ah bukan itu menjadi mamanya kini


"Ma...mama...." ucapan arah tersendat dengan air mata mengenang di matanya,


"Sarah huhuhu, putriku" ucap Amanda langsung berlari memeluk Sarah, Beatrix menghela nafas lega karena akhirnya Amanda bisa menemukan putrinya.


Sementara kakek Stevanus Quin dan thalia Quin sudah saling berpelukan, mereka bahagia untuk menantu kesayangan mereka


"Sudah ayo kita duduk, Sarah pasti lelah" ucap Thalia Quin


"Sayang perkenalkan, mereka kakek dan nenekmu, Stevanus Quin dan nenek thalia Quin, dia sebelah mereka nenek Beatrix"


"Salam kenal semuanya, aku Sarah Haris" sapa Sarah


"Nenek sudah menyiapkan hadiah untukmu, pelayan" teriak Thalia Quin, tak lama seorang pelayan dari kediaman Quin berjalan mendekat dengan sebuah kotak di tangan mereka, Thalia menyerahkan kotak tersebut, Sarah menerimanya dengan ragu, ia harus terlihat polos walau dalam hatinya tak sabaran.


"Bukalah" ucap Amanda.


Sarah terkejut, matanya bersinar senang, satu set perhiasan bertatahkan berlian


"ya, ya syukur lah kau senang,"


"Maafkan aku belum sempat memberikan hadiah, aku terburu-buru datang saat Amanda mengabarkan ku" ucap Beatrix yang di balas senyum Sarah


Alis Stalin berkerut, ia sangatlah tahu neneknya orang yang Murah hati.


Nenek Beatrix tak mungkin tak menyiapkan sesuatu sebab ia dengar dari asisten pribadi neneknya jika wanita tua itu bahkan membelikan sebuah gelang angka di pelelangan bawah tanah demi memberi hadiah untuk Sarah, tapi mengapa ia mengatakan tak membawa hadiah???


Apa neneknya tak menyukai Sarah????


"Aku tak mengharapkan hadiah nenek, kalian hadiah terindah ku, keluarga yng tak pernah aku miliki"ucap Sarah menangis terisak


"Anak ini manis sekali" ucap Beatrix


mereka lalu melanjutkan pembicaraan di ruang makan, acara makan keluarga berjalan lancar, setelah itu Amanda sendiri yang mengantarkan Sarah ke kamar nya, ia tak henti-henti memeluk Sarah.


"Terima kasih kau sudah menemukan mama" ucap Amanda bersyukur

__ADS_1


"Aku yang sangat berterima kasih mama masih mau menerima anakmu ini"


"Maafkan mama syang" ucap Amanda lirih


"Aku selalu memegang Kalung pemberian mama, nenek memberitahu rahasia kalung ini dimana ada fotomu di dalamnya


"Kalung ini.... "Samar Amanda mengingat jika kalung ini pemberian suami pertamanya, ayah Sarah.


"Ma, mengapa nama mu menjadi Amanda???"


"Ceritanya panjang, aku amnesia dan nenek Beatrix dan suaminya yang merawat ku, mereka ornagtua kedua ku"


"Aku tak perduli, namamu Amanda atau Firly kau tetap mamaku"


"Putriku tersayang" Amanda memeluk Sarah, di belakang punggung Amanda seringai licik terpasang di wajah Sarah


Sementara di ruang kerja


"Apa kau yakin dia anakmu nak??"


"Pa... Dia anak Amanda" ucap stanley


"Mata tua ku mengatakan bila wanita itu tak sesederhana terlihat, kalian harus waspada, bukan berarti aku tak senang Amanda Menemukan putrinya, hanya saja mata itu terlihat licik, aku tak suka melihatnya"


"Terima kasih atas peringatan papa, aku akan menjaga keluargaku" ucap Stanley


"Kakek jangan khawatir, aku akan menjaga kedua orangtuaku, jika wanita itu macam-macam aku akan membuatnya lenyap"


"Hahaha lihat???? Dia cucuku" ucap Stevanus


"Bocah nakal, siapa yang mau kau melenyapkan????? ckckck


Jangan banyak bergaul dengan kakekmu, dia pria kaku"


"Nenek...."


"Istriku kau tahu sja kalau aku ingin kopi"


"Jangan kau ajari cucu kesayanganku hal yang buruk" ancam Thalia membuat Stanley dan Stalin tertawa tertatahn meninggalkanruang kerja


"Cari waktu selidiki sendiri Sarah, pergi ke negara tempat Sarah dan mama mu dulu tinggal"

__ADS_1


"Baik pa"


__ADS_2