Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kedatangan Reihan


__ADS_3

Sandra menatap pelayan tua itu dengan alis berkerut, pelayan itu berkata anak-anak, apa maksudnya???


"Anak-anak????" tanya Sandra penuh tanya


"Ya anak-anak anda nona muda, apa ..." tanya pelayan tua itu malah terlihat bingung


"Aku Memnag belum memeriksakan jenis kelamin anakku, aku ingin itu kejutan.


Namun aku tak tahu jika" Sandra mengelus perutnya yang sudah membuncit, pantas saja besar sekali.


ia terlalu sibuk, ditambah papanya sakit, lalu kemudian Aidan, Sandra sampai tak punya waktu untuk dirinya sendiri


"Astaga, nona muda, anda hamil kembar


Anak dalam kandungan anda kembar, masa anda tak sadar???


Kapan terakhir anda memeriksakan Kandungan anda??????? Apa dokter tidak mengatakan apapun????" tanya bi Ani heran


Sandra memeriksakan kandungannya waktu kehamilanya masih tiga bulan atau mungkin empat bulan bulan, Sandra lupa.


namun sejak itu ia memang tak memeriksa lagi.


Sandra menggeleng, ia menangis namun juga tertawa membuat sang pelayan tuah menggeleng sambil tersenyum


"karena ada dua jagoan di dalam sana maka anda harus makan lebih banyak, nanti akan saya buatkan asinan mangga muda dari kebun belakang" ucap pelayan itu lembut membujuk Sandra


"Apa kau bisa membuat asinan Bu?" tanya Sandra membayangkan memakan asinan, salivanya langsung menetes


"Panggil aku bibi Ani" ucap Ani tak enak di panggil Ibu


"Baik bibi Ani, bagaimana kau bisa membuat asinan??" tanya Sandra antusias


"Aku belajar waktu bekerja di Taiwan dan teman kerjaku berasal dari Indonesia. Kami sering ngerujak dan juga buat asinan dan makanan tradisional lainya" ucap Bibi Ani mengingat pengalamanya saat muda dulu


"Tolong buatkan aku asinan nanti bi, air liurku sudah menetes membayangkannya saja" ucap Sandra


"Baik, baik,


Makan segera makan siang anda"

__ADS_1


Sandra memakan makan siangnya dengan lahap sebab kini ia memiliki motivasi tambahan.


Bi Ani tersenyum senang, ia merasa kasihan dengan perjalanan rumah tangga Sandra, sebagai wanita ia bisa ikut merasakan bagaimana jika ia di posisi Sandra.


Sementara di tempat lain


Kendrick, Aaron, dan seorang pria tampan nampak sedang berbincang serius. Ketiganya nampak menampilkan ekspresi yang berbeda


"sudah kuduga sejak awal aku yakin jika Aidan akan kembali pada Nina sebab Nina adalah kekasih sejati Aidan"ucap Aaron membuat wajah Kendrick dan pria


"tutup mulutmu Aaron Apa kau bodoh????


ini bukan masalah cinta sejati, jika wanita itu mencintai Aidan, ia tidak akan melakukan hal keji itu.


Nina sudah menghipnotis Aidan sehingga sahabat kita itu melupakan istrinya dan segalanya tentang Sandra" ucap Kendrick tak suka dengan perkataan Aaron


"wanita licik itu ...


seharusnya kalian sebagai sahabat membantu Aidan dan menjauhkan dari wanita itu" ucap pria itu


"hey Rey kami bukan pengasuh Aidan mengapa kami harus memperhatikan Aidan, sementara ia sudah dewasa dan mengerti baik buruknya"ucap Aaron santai


dan Nina masuk secara tiba-tiba dan terjadilah hal itu"


Ucap Kendrick menjelaskan bagaimana Nina bisa terlibat dalam Maslah ini.


"entah mengapa aku tidak merasa kasihan pada Sandra"ucap Aaron yang sejak awal memang tak menyukai Sandra tanpa alasan yang jelas.


"entah mengapa aku prihatin padamu Aaron.


mengapa kau menjadi begitu jahat dan picik untuk menilai seseorang.


karena kau mencinta Nina dan membelanya kan???? come on kau pasti juga tahu bahwa Nina tidak pernah mencintaimu dan selama ini dia hanya memanfaatkanmu.


"kau tak tahu apapun tentang aku Rey"ucap Aaron dingin


"dan kau tak tahu apapun tentang Sandra jadi stop mengomentari apapun yang tidak kau tahu"ucap Reihan naik pitam.


"Kau Aaron, kau jadi bodoh danntak punya logika, dimatamu hanya Nina yang benar, sementara yang lain tidak. Suatu saat kau akan menyesalinya.

__ADS_1


Nina tidak seperti yang ku kenal, dia menyembunyikan jati dirinya di depanmu.


Kau melihat Nina seperti Dewi tapi sebenarnya dia siluman rubah"


"Ken, gue enggak tahu kenapa loe jadi jahat gini sama.nina, apa loe lupa jika dulu loe anggap Nina adik loe, sekarang loe bela Sandra???"


"Sebab Nina memang tak patut untuk di bela, lebih baik loe jauhi dia atau suatu saat loe akan merasakan penyesalan seumur hidup loe"ucap Reihan


"sudahlah kalian kita bertemu untuk melepas rindu karena Rai datang ke negara ini dan kita jarang bertemu." ucap Kendrick percuma berdebat dengan Aaron, sahabatnya itu sudah buta mata , telihat dan hatinya.


"dan kau Aaron, apa yang rei katakan adalah benar.


disini Sandra adalah korban dan ia tak berhak mendapatkan perlakuan seperti itu dari Aidan mengenai Nina Wanita itu sudah berbuat jahat pada Aidan dan kau menutup mata hanya karena kau mencintainya Apakah kau tidak terlalu picik tentang itu coba pikirkan itu"ucap kendrick marah menatap dingin ke arah Aaron


"Sorry gue telat datang"ucap Aidan menyapa mereka bertiga pembicaraan mereka langsung terhenti


"hai bro Rehan Aku senang kau akhirnya punya waktu untuk berkumpul bersama kami"ucap Aidan ingin memeluk Raihan melepas kerinduannya walau beberapa minggu lalu ia sudah bertemu dengan Rehan.


malam itu saat ia pergi ia bukan menemui Nina melainkan menemui lelehan yang baru saja tiba di negara itu"


wajah Raihan datar tanpa ekspresi ia Bahkan tak membalas pelukan Aidan membuat Aidan mengerutkan alisnya


"seharusnya loe nggak melakukan itu pada dia" ucap Reihan dengan aura membunuh, ia mengepalkan tangannya menahan amarahnya


"maksud loe apa Rei????" tanya Aidan dengan wajah bingung


"Loe mau pura-pura bego" ucap Reihan dengan suara naik dua ojtaf, ia sungguh marah pada Aidan rasanya tangannya gatal ingin melayangkan bogem mentah ke arah Wajah Aidan yang terlihat polos


"Maksud loe apa??? Gue beneran enggak ngerti sob"


"Sandra ...


gue udah memperingati loe beberapa kali untuk jangan pernah menyakiti Sandra lagi.


Jika gue tahu loe cuma nyakitin dia, harusnya gue rebut Sandra dari loe dulu waktu loe campakan dia karena kebodohan loe"ucap Raihan marah sambil mencengkram kerah baju dan dengan sorot mata penuh kebencian


"Sandra istri gue"


"Istri???? hahahaha" Reihan tertawa namun tawanya terasa dingin

__ADS_1


__ADS_2