
Anak buah Aaron sudah berjaga di bandara khusus mengawasi gerak gerik orang yang mencurigakan, namun sejauh ini mereka tak melihat gelagat Nina berada di bandara ini.
Aaron maupun Kendrick jadi kebingungan sendiri, apakah Nina tidak jadi menemui Aidan, bukankah maksud ia mendekati Aaron untuk mencari tahu keberadaan Aidan.
Ini sangat aneh.
"Kenapa Nina tidak muncul, aku yakin dia bermaksud nemuin Aidan"
"Aku juga tidak tahu, aku juga berfikiran sama. Atau dia memiliki rencana lain???" tanya Aaron sama bingungnya
"atau mungkin dia menunggu di parkiran???, tapi itu mustahil, ia tak tahu Dimana Aidan akan di jemput kan??"
"Iya itu tidak mungkin, atau dia insyaf"
"itu lebih tidak mungkin" ucap Kendrick membantah tegas. Ia sangat paham karakter Nina, wanita itu akan menghalalkan segala macam cara demi ambisinya, termasuk membuang harga dirinya.
"kita pikirkan nanti, Aidan sudah mendarat" ucap Aaron melihat anak buahnya memberi Abar melalui earphone yang terpasang di kuping nya
"Baik, kita temui dia"
Keduanya lalu menuju lokasi kedatangan, di kejauhan mereka melihat Sandra dan Aidan yang berjalan sambil bergandengan, sepertinya hubungan mereka sangat baik sekarang.
Atau mungkin Aidan sudah menemukan memorinya yang hilang??? Aaron DNA Kendrick saling melempar pandang, apapun itu mereka ikut bahagia
"Selamat datang tuan dan nyonya Lawrence" goda Kendrick
"Haha sial kau menggodaku.
By the way ada apa nih kalian di bandara malam-malam begini???
Jangan katakan karena menyambut kedatanganku??"
"Jelas dong, kami rindu orang menyebalkan sepertimu" ucap Aaron membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
Mereka akhirnya memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu sebelum pulang
"Ken, apa ada sesuatu yang terjadi.
Kau bukan tipe yang memiliki waktu senggang dan menghabiskan waktu menunggu kepulangan kami" ucap Sandra setengah berbisik
"Nina...
Nina memanfaatkan Aaron, saat kalian bukan madu dia menggila mencari keberadaan Aidan,
semua informasi tertutup sehingga ia memanfaatkan Aaron mengorek informasi.
Aaron dan aku menduga ia akan mengacau di bandara, tapi setelah kami tunggu lumayan lama dia tidak muncul" ucap Kendrick menjelaskan
"Maaf aku merepotkan kalian dan terima kasih atas perhatian dan kebaikan kalian"
"Dengar aku tak melakukan ini gratis, aku ingin segera menikahi Catty dan aku harus memastikan kau bahagia" ucap Kendrick berpura-pura dingin.
Namun sesungguhnya Ken memang perduli dan Catty alasan lainnya.
"Hahaha, aku mendukungmu kakak ipar.
Aku yakin Catty berada di pria yang tepat
Aku akan meyakinkan PPA agar kalian segera bersatu"
"Tidak Catty, aku ingin saudarimu tenang tentang kondisi mu, lagi pula kamu masih menikmati masa pacaran kami"
"Ken... Terima kasih dari lubuk hatiku yang paling dalam" ucap Sandra tulus.
"Kita saudara" ucap Ken tersenyum lebar
"Hei... Apa yang kalian bicarakan???
__ADS_1
Jangan katakan kau sedang menggoda istriku Ken
Sana cepat menikah agar tak menggangu istri orang" ucap Aidan memeluk Sandra posesif.
Ia mengatakan sebenarnya, sekalipun Ken adalah sahabatnya ia cemburu.
Aidna tak pernah menyangka bahwa ia memiliki tingkat posesif tinggi jika menyangkut Sandra.
"Cih dasar bucin.
Dia calon iparku apa yang harus kau cemburukan????"
"tetap saja..."
"Sayang..."
"Iya, iya" gerutu Aidan diam, Ken jadi tertawa kecil melihat seorang Aidan kini tunduk pada Sandra
"Kau baru tahu kan bahwa Sandra berharga.
Untung saja cepat kau sadari, kalau telat sedikit saja Reihan dan juga siapa tuh onta arab akan melarikan Sandra"
"Diam kau jangan membahas terus kesalahanku, menyebalkan" gerutu Aidan membuat Sandra tertawa
"Sekali aku mengikat janji pada satu pria, walau seribu pria yang datang aku akan setia" ucap Sandra Membuat hari Aidan berbunga-bunga dan bangga
"Kau dengar???
Dengar tidak.
Dia hanya Sandra ku!!!!!!"
"Huh memilih amnesia kemarin juga menolak terus...." ejek Aaron menambah bumbu membuat Aidan mendengus kesal, dua lawan satu.
__ADS_1
"Kalian berdua tunggu saja pembalasanku" ucap Aidan yang kalah debat. Sandra hanya tertawa melihat tingkah suaminya dan kedua sahabatnya