
Aidan merasa sakit kepalanya hilang, harus ia akui terapi yang di berikan Nina berdampak pada kesembuhannya, namun ia tak mau tergantung pada Nina
Sebagai pria yang sudah menikah dan bentar lagi memiliki anak, Aidna harus pandai menempatkan diri nya agar tidak ada hati yang tersakiti, terutama menyakiti hati Sandra lagi, karena ia tak ingin kehilangan Sandra.
Walaupun Sandra bukan cinta pertamanya, namun perasaanya berbeda dengan wanita manapun yang pernah ia cintai,
Sandra seperti madu yang terus terasa manis dan mengatur Aidna ketagihan.
Ia sepeti candu yang membuat Aidan selalu ingin dekat dengannya, Aidan tak ingin mengecewakan istrinya itu lagi. Cukup satu kali ia merasakan betapa tersiksanya ia kehilangan Sandra.
Sandra meminta Kendrick memeriksa Aidan, sebab Aidan mendesak dirinya ingin pulang
Aidan benci bau obat.
Jika saja ia tak sakit, ia enggan menelan obat yang di resep kan oleh Kendrick, itu pun obat yang di berikan Kendrick dalam bentuk serbuk. Seperti anak kecil yang sakit saja, sebab Aidan phobia dengan obat dalam bentuk pil apalagi tablet
Semua berkaitan dengan traumatis masa kecilnya.
"Aku ingin pulang Ken" ucap Aidan setelah Kendrick memeriksanya
"Apa kau benar-benar sudah tak sakit kepala lagi???
Apa obatku seperti biasa??"
"Entahlah, aku merasa baikan memang. Tapi..."Aidna melirik Sandra, ia bingung harus mengatakan apa. Tidak mungkin kan mengatakan jika ini karena hipnoterapi Yang di lakukan Nina.
"Baiklah, nanti jika ada sesuatu hubungi aku" ucap Kendrick mengerti
Kendrick, Aidan dan Aaron sudah bersahabat sejak mereka masih taman kanak-kanak, sehingga terkadang tanpa berkata mereka memahami satu sama lainnya
"Kau bilang Aaron kesini, kemana dia??" tanya Aidan baru sadar karena tak melihat Aaron
"itu..."
"Dia sudah pulang karena ada keperluan mendesak" ucap Kendrick akhirnya berbohong
#Flash Back
Kendrick menarik Aaron menjauh dari ruang perawatan Aidan, mereka memilih menuju ruang khusus merokok yang memang di sediakan di rumah sakit tersebut
Ada ruangan VIP khusus direksi yang sering Kendrick kunjungi. Ia memang bukan perokok aktif, namun kala ia suntuk dan tertekan dengan pekerjaan, terkadang Kendrick merokok juga walau bisa di hitung dalam hitungan jari
__ADS_1
"Ada apa sih??? mengapa kau membawaku kesini??"
"Apa kau tahu??? Kau mencelakai Aidan" ucap Kendrick dingin
"Aku??? Come on bro, dia saudara kita juga, bagaimana aku bisa tega menyakitinya"
"Secara tak langsung" ucap Kendrick menghela nafas. Ia lupa jika Aaron pria yang sulit tanggap. Ia lebih lama menerima dan mencerna perkataan yang bermakna
"Maksudnya??
Ken, gue bukan orang yang cerdas dalam menebak.
To the poin, ok???" ucap Aaron mulai tak sabar
"Hufh....
Loe mencelakai Aidan dengan membawa Karenina kesini"
"What???? Gue cuma mengantar dia menjenguk bro.
dimana mencelakainya???"
Aidan sudah menikah dengan Sandra dan mereka akan segera memiliki anak.
Jangan menebar benih perselisihan diantara mereka
Nina adalah masa lalu Aidan, sekalipun dia teman kita sejak kecil, kita harus menghargai Sandra, wanita yang dipilih oleh Aidan"
"Gue kan cuma bantu Nina..."
"Aaron, gue tahu persis apa yang ada di dalam hati loe.
Nina yang sedang berbeda dengan Nina yang dulu"
"Maksud loe apa bilang gitu????
Apa Karena dia di Tawan dan di sekap jadi..."
"Bukan. Gue merasa dia berbeda atau mungkin dulu gue enggak memerhatikan saja.
Apapun itu. Buang semua pikiran loe untuk mendekatkan Nina sama Aidan. Buang
__ADS_1
Jangan sampai persahabatan kita hancur karena ini.
Loe suka kan sama Nina, maksud gue ..
Gue tahu loe udah suka Nina sejak dulu" ucap Kendrick membuat Aaron melotot kaget.
Selama ini Aaron selalu menutupi rapat-rapat perasaanya, bahkan ia tak ingin siapapun tahu.
Ia pernah menyatakan cinta sebelum Aidan bersama Nina, namun Nina hanya menganggapnya kakak.
Kini enam tahun berlalu dan Aaron masih memendam perasaan cinta itu.
Perasaan cinta yang tak akan pernah terbalas.
"Gue tahu selama ini gue diam.
Jika loe terus menuruti kemauan Nina karena loe cinta dia, berhenti bro.
Adakalanya kita harus mengejar dan ada kalanya loe harus tahu kapan berhenti
Sebagai laki-laki kita harus punya harga diri"
"Gue....
Loe benar, gue pria yang enggak punya harga diri.
Rasanya sulit menolak jika ia memintanya"
"Itu karena loe pria baik
Suatu saat loe akan menemukan wanita yang bisa mencintai loe apa adanya"
"Semoga saja"
"Jadi hubungan loe sama Catty???.
Kenapa loe suka cewek kasar itu sih???" Dengus Aaron yang selalu bersitegang dan bertengkar mulut setiap kali bertemu dengan Catty.
"Karena dia spesial" ucap Kendrick tersenyum lebar
Aaron bahkan terlihat ngeri melihat sahabatnya itu bis tersenyum begitu lebar
__ADS_1