Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Keceplosan


__ADS_3

Jordan sedang bersiap untuk pergi, sebab ia mendapat kabar dari Layla jika Sandra masuk rumah sakit.


Saat mendapat kabar ia sedang bertandang ke mansion utama untuk melihat keadaan kakeknya,


Walau hubungan kakeknya dengan. Kedua orangtuanya kurnag baik, Jordan selalu dekat dengan kakek neneknya, bahkan dengan kakak tirinya.


"Jordan mengapa wajahmu panik begitu???Ada apa?" tanya Margareth melihat cucunya panik


"Nenek, maafkan aku harus pergi.


Sandra masuk rumah sakit. Aku janji akan menemani nenek lain waktu" ucap Jordan mencium pipi neneknya


"Sandra??? Apa dia kekasihmu??" tanya Jaret


"Aku berharap iya, sayang dia kakak ipar ku" gumam Jordan lirih namun masih bisa di dengar oleh Margareth yang duduk di sebelah Jordan


"Kakak ipar???


siapa kakak iparmu??? Siapa Sandra???" tanya Margareth membrondong pertanyaan


"Ah nenek, aku buru-buru" ucap Jordan gelagapan. Ia baru sadar sudah keceplosan ngomong


"Anak muda, jelaskan pada kami siapa yang kau panggil kakak ipar???


Kakakmu cuma satu tidak mungkin kau menganggap orang lain kakakmu kan???" tanya Margareth penuh selidik. Margareth hanya takut cucunya di manfaatkan oleh orang lain karena Jordan memiliki sifat baik hati dan tak pernah menaruh curiga dengan siapapun


"Ah kakek, nenek, aku memiliki banyak teman yang usianya lebih tua dariku, aku memanggil mereka kakak, jadi ya wajar saja"ucap Jordan menggaruk kepalanya yang Tak gatal.


Jaret menatap cucunya penuh selidik. Dia menyimpulkan Jordan menyembunyikan sesuatu.


"Jordan Lawrence....


Kakek ingin kau jujur


Apa kau pikir kakek rabun tak bisa membedakan kau berbohong atau tidak???

__ADS_1


Jangan sampai kakek tahu kau berbohong. Kakek akan kirim kau ke Negara J untuk belajar bisnis dan tidak mendukung hobby mu lagi"ancam kakek Jaret


"Kakek...


Astaga kakek dan nenek menempatkan ku di posisi sulit"


"Katakan atau apa yang kakekmu katakan terwujud.


Jangan harap mamamu bahkan tidak bisa membantumu!!!!" ancam Margareth


Jordan memukul kepalanya sendiri


ia merutuki kebodohannya sendiri.


"Sandra adalah kakak ipar"


"Iya kami sudah dengar, kakak ipar siapa?? Siapa suaminya???" tanya Margareth tak sabaran


"Kakek, nenek ini cerita yang sedikit rumit.


dan perlu waktu untuk menjelaskan"


Ingin sekali ia memukul kepala cucunya yang tengil ini karena membuatnya penasaran setengah mati.


"Sebenarnya Sandra adalah mantan istri kak Aidan...."


"A..apa kau bilang???


Jordan ... Ini bukan lelucon sayang" ucap margareth


"Aku serius, kak Aidan sudah menceraikannya dan kini dia sedang hamil"lagi-lagi jordan keceplosan sebab sejak tahu aidan meninggalkan Sandra, ia membenci kakaknya, kecewa sangat kecewa dan malu kakaknya bisa berbuat seperti itu terlebih pada Sandra wanita yang Jordan cintai, tak rela...


"Apa... Hamil???'dan margareth terkejut bukan main, mereka saling pandang


"Kami ikut"ucap Margareth bangkit

__ADS_1


"ayo cepat"ucap Jaret tak sabaran karena melihat cucu nya hanya diam


"Sial, mati aku...


Kenapa mulut ini lancang sekali, Sandra dalam bahaya.


Kakek dan nenek orang yang keras, mereka akan sulit menerima Sandra. SIal apa yang harus gue lakukan???"gumam Jordan dalam hati


"Cepaaaattt mengapa kau bengong seperti sapi ompong??ucap Margareth sambil menjewer kuping cucunya,


Jordan kembali dari lamunannya dan memasang senyum canggung


"Kakek, Nenek, bagaimana jika kalian bertemu kak Sandra setelah dia sembuh???'


"Tidak bisa"ucap keduanya serempak


"aduh perutku sakit, kakek nenek aku mau buang air dulu"


"Jordan Lawrence, jangan beralibi lagi"ucap Margareth dengan tatapan tajam


"Nenek, aku tak bohong. Bagaimana jika aku buang gas di mobil"


"Tidak sopan, cepat pergi sebelum aku hilang kesabaran!!!"ucap Jaret membuat Jordan langsung ngirit ke kamar.


Di kamar ia ingin menghubungi Layla, sialnya ponselnya tertinggal di atas meja.


Jordan merutuki kebodohannya, mengapa hari ini ia membuat kesalahan berkali-kali.


Kini kakek neneknya sudah tahu siapa sandra, Jordan tak tahu apa yang kedua orangtua itu akan lakukan pada Sandra. Jordan takut membayangkan.


Jordan berjalan mondar-mandir,


Ia bingung harus bagaimana. Akhirnya ia menghubungi Kendrick. Hanya pria itu yang terlintas dalam pikiran Jordan.


TOk TOK TOK

__ADS_1


"Jordan apa kau tenggelam di toilet???"teriak Jaret, jelas kakeknya itu sudah tak sabaran


"****, gue bisa mati muda karena kaget"maki Jordan langsung mencuci wajahnya lalu keluar sambil nyengir, terlihat wajah kesal kakek dan neneknya


__ADS_2