Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Bencana baru


__ADS_3

Rosa mengantar keponakannya hingga depan rumah, wajahnya juga terlihat khawatir.


"Alvaro, ingat!!!


Keluarga paling utama.


Harta bisa di cari" ucap Rosa yang di balas anggukan Alvaro


"aku akan selalu ingat pesan bibi"ucap Alvaro mencium punggung bibinya, kemudian memeluk bibirnya tersebut sebelum pergi.


Iring-iringan rombongan Alvaro menjauh dari perkebunan tersebut.


Mereka singgah untuk berganti kendaraan dan juga mengangkut barang mereka yang masih tertinggal di peternakan, satu jam kemudian mereka meneruskan perjalanan mereka menuju Kota.


Sementara di sebuah Belahan dunia lain


"Apa kau sudah menemukanya???"


"Maaf nyonya, saya belum menemukanya.


sebaiknya anda perhatikan kesehatan anda, saya pasti akan mencarinya sampai ke ujung dunia sekalipun.


Saat ini keadaan masih kurnag baik.


Nyonya kesehatan anda lebih utama"


"Aku belum bisa bernafas lega sebelum menemukanya . Bahkan aku merasa hidupku buruk jika...


Aku bukan manusia, aku iblis" ucap seorang wanita menangis tersedu-sedu


"Nyonya....


Semua orang pernah berbuat salah,


Yang terpenting bertaubat, memohon ampun atas semua kekhilafan yang pernah di lakukan serta meminta maaf pada orang yang pernah anda sakiti" ucap pria itu


"Tapi kapan aku bisa menemuinya????"

__ADS_1


"Nyonya jaga kesehatan anda, jika anda sakit kita akan menunda pencarian kita" ucapan si pria membuat wanita itu menghapus air matanya dan mengangguk


"Kau benar, bawakan obatku. Aku harus tetap sehat sampai bisa menemukan dia"


Di tempat berbeda


Raihan sedang kesal, ia membanting ponselnya. Sebuah kabar buruk baru saja ia terima, bahkan sangat buruk


Ia sungguh tak menyangka organisasi itu bisa mengeluarkan seseorang semudah itu.


Raihan memejamkan matanya, ia menghela nafas untuk membuat pikirannya normal.


Ia langsung menghubungi Layla, namun ponsel wanita itu tak aktif begitu juga Sandra


Kini Raihan hanya bisa berharap keadaan mereka berdua di negara itu baik-baik saja.


Raihan lalu menghubungi Ibrahim, yang membuatnya makin kesal, ponsel sahabatnya itu juga tak aktif


"Sial kemana semua orang di saat genting ini


Apa hanya aku saja yang senggang????"


Kami juga lalai tak memberi peringatan pada anda, kamu berfikir jika mereka tak akan melakukan hal gila ini, tapi..."


"Sudahlah, tidak perlu menyesali yang sudah terjadi


Atur jadwalku, aku akan terbang ke negara X" ucap Raihan pada asisten pribadinya


"Tuan, tuan, ada telepon dari kediaman utama" ucap seorang bodyguard datang tergopoh-gopoh memasuki ruang kerja Raihan


"Kediaman utama???, nanti aku akan menghubungi mereka. Saat ini aku sibuk"


"Tuan...


Anda harus kembali, mama anda jatuh sakit*ucap sang bodyguard


"Apa??? Mama sakit, ****... Ayo pergi"

__ADS_1


"Kemana tuan, bandara atau..???"


"Kau dungu, tentu saja kerumah orangtuaku, batalkan penerbanganku. Orangtuaku lebih penting saat ini"ucap Raihan mengambil jas nya dan pergi tergesa-gesa diikuti asisten pribadinya dan beberapa bodyguard menuju kediaman ornagtua Raihan.


Di Negara X


Rombongan Alvaro sudah sampai kota, Satu jam kemudian rombongan Aidan juga sampai di kota, Aidan sengaja menjaga jarak karena ia tak mau menambah masalah untuk Alvaro.


Alvaro langsung menuju ke mansion utama keluarga Clift, Ia harus segera bertemu dengan kedua orangtuanya membahas masalah adiknya.


Namun tanpa di duga Alfa dan Ayaka ada di mansion utama, terlihat keduanya sedang duduk di ruang keluarga begitu juga kedua orangtua Alvaro.


James langsung menghampiri majikanya, ia menyambut sopan kedatangan Alvaro, Sandra dan juga Catty, sementara Layla memilih langsung pulang ke apartemen, ia tak mau menyusahkan Sandra dan sepertinya kepulangan mendadak ini ada kaitannya dengan keluarga Clift lainnya.


"Siang kakek, nenek" sapa sandra soan. Mona sampai bangkit dan menyambut cucunya itu membuat wajah ayaka muram, terlihat sekali Mona menyayangi Sandra, wanita kampung itu.


Sandra mencium punggung tangan Mona, wajahnya terlihat khawatir, bahkan memegang kening mona.


"Nenek apa kau sudah baikan?? Mengapa kau tidak istirahat di kamar saja??"


"Nenekmu sudah baikkan, dia langsung sehat begitu mendengar kau kembali"ucap Juan, Sandra gantian mencium punggung tangan kakeknya.


"Syukurlah sandra ikut lega, tapi lebih baik istirahat kan biar sehat total"ucap Sandra penuh perhatian


"iya, iya nenek mendengarkan mu" ucap Mona mengelus puncak kepala Sandra


Ayaka terlihat berkaca-kaca, ia sangat cemburu, amat sangat cemburu. Rasanya saat ini ia ingin sekali membunuh sandra yang sudah mencuri perhatian dan kasih sayang orang-orang yang ia sayangi. Ayaka tak sudi berbagi itu semua.


Dulu ia selalu dimanja, di eluh-eluhkan di sanjung bagai putri.


Catty memeluk kakek neneknya lalu duduk di sebelah Alfa. Pria itu hanya melirik sekilas ke arah Cathy


"Hai paman, ku lihat kau penuh stamina"


"Catty...."


"Kau sudah kembali Alfa"sapa Alvaro berusaha mencairkan suasana, Alvaro bukan tak melihat tatapan tak suka adiknya. Sekalipun Alfa terlihat santai namun kilatan kebencian melintas dan Alvaro bisa menangkapnya

__ADS_1


"Sandra sayang, perkenalkan ini pamanmu, Alfa"


"Paman Alfa..."bisik Ayaka takut Alfa juga menyukai Sandra, jika itu terjadi Ayaka tak punya seorang pun yang perduli padanya, sebelum itu terjadi Ayaka memasang wajah tak berdaya


__ADS_2