Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Plagiat


__ADS_3

Waktu berlalu dengan cepat, lima hari sudah Sandra berada di tanah air.


dari berziarah ke makam keluarga sampai menghadiri acara syukuran kehamilan Vena sudah ia datangi, kini waktunya ia kembali, namun ternyata perkiraannya meleset, renovasi kediaman keluarganya yang ia prediksi akan rampung dalam tiga hari ternyata meleset, terlalu banyak bagian rumah yang hancur sehingga harus di pugar.


Sandra tak ingin kenangan masa lalunya hilang, setiap bagian dari kediaman itu memiliki memori tersendiri di hati Sandra.


Sandra memohon pada Aidan memberinya tambahan satu hari lagi untuk tinggal di Indonesia.


namun Aidan menolak gagasan itu mentah-mentah ia sudah terlalu rindu pada Sandra. Terlebih lagi anak-anak mereka sudah terus menanyakan keberadaan Sandra,


di samping itu kondisi perusahaannya juga sedang bermasalah sehingga ia harus fokus dengan urusan kantornya dan menyerahkan penjagaan si kembar pada kakek dan neneknya.


Sandra tak tahu apa yang terjadi namun dari perkataan Aidan sepertinya Ia memang harus segera kembali.


akhirnya Sandra memutuskan meninggalkan dua bodyguard-nya untuk menyelesaikan pekerjaan mengawasi kediaman Haris dan sisanya dua orang lagi ikut kembali dengannya ke negara X.


keesokan harinya


Sandra sudah sampai di negara X, ia tak sabar sampai di kediaman, ia sungguh merindukan kedua bayi kembarnya. Selama Sandra berada di tanah aid aia hanya bisa melakukn video call melepas kerinduannya.


Namun baru saja turun dari pesawat jet pribadi, ia celingukan mencari keberadaan Aidan


Sandra terkejut karena yang penjemputnya bukan Aidan melainkan Samuel.


wajah Samuel juga terlihat kusut seperti orang yang kurang tidur dengan pakaian yang terlihat sedikit kusut, ini bukan gaya Samuel. Biasanya pria itu selalu terlihat perlente seperti halnya Aidan, keduanya menyukai kerapihan dan keindahan.


"Diaman Aidan???"

__ADS_1


"Tuan muda mengutus saja menjemput anda"


"Apa terjadi sesuatu pada suamiku?? Atau kedua anakku??" tanya Sandra panik


"Semua baik-baik saja"


"Lalu mengapa kau yang menjemput ku bukan Aidan??" tanya Sandra menyelidik


"Tuan muda sibuk nyonya"


"Sam apa yang terjadi saat aku tidak berada di negara ini?????" tanya Sandra makin curiga jika ada sesuatu yang tak beres


"semuanya baik-baik saja Nyonya muda"


"Sam jika semuanya baik-baik saja suamiku yang akan menjemput ku di sini bukan kau dan wajahmu tidak akan se kusut itu.


katakan atau aku akan mencari kebenarannya"


saya sudah berjanji pada tuan muda untuk tidak mengatakannya"


"Saaaammmm....." Sandra mulai tak sabar


"kondisi perusahaan kacau.


tiga hari lalu saham perusahaan kita berada di titik terendah. produk yang akan kita luncurkan ternyata sudah diluncurkan oleh perusahaan saingan sehingga kita dituntut melakukan plagiarisme dan juga dituntut untuk mengembalikan sejumlah modal pada para investor karena mereka kecewa dengan perusahaan kita"


"Bagaimana mungkin???

__ADS_1


apa data perusahan kita bocor?????"


"Kami sedang menyelidikinya nyonya, tapi sayangnya semua buntu dan yang membuat Tuan muda tertekan adalah...


Nyonya Selina ternyata sudah menyerahkan sahamnya pada suaminya dan tuan Andy bersama beberapa.keluarganya memiliki saham di perusahaan.


jika di kalkulasi maka tampuk pemimpin perusahaan mungkin akan berganti, jika keluarga itu berkolusi maka bisa dipastikan kita akan kalah sebab Saham milik Tuan muda kalah jumlah.


Nyonya ini bencana"


"Bagaimana mama Selina begitu bodoh??"


"Selama ini itu yang tuan takutkan, kini nyonya Selina sedang di sidang oleh tuan besar dan nyonya besar"


"Kita langsung ke kantor suamiku"


"Tapi nyonya...."


"Saat ini Aidan butuh aku. Aku bisa membantunya" ucapan Sandra


"Cepat tunggu apa lagi, kau juga pasti sibuk" ucap Sandra langsung masuk ke dalam mobil.


Samuel hanya pasrah membawa Sandra menuju perubahan keluarga Lawrence, entah hukuman apa yang akan Aidan berikan padanya, yang jelas ia berada di posisi serba salah.


Sementara di sebuah ruangan kantor


"Aaarrrggh ,sial, seharusnya aku sudah mengantisipasi. Namun aku tak menduga mamaku begitu bodohnya menyerahkan sahamnya pada Andy" Dengus Aidan melempar dokumen di tangannya.

__ADS_1


Dokumen ditangannya, selain harus mengembalikan beberapa dana investor , mereka juga dalam kondisi lemah dan tersangka plagiat, Aidan harus segera menemukan dalangnya, ia mencurigai Andy dalang di balik ini semua.


Namun bagaimana Andy dan antek-anteknya bis masuk ke dalam ruangan tersebut??? Aidna sudah memasang beberapa pengamanan dan juga hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk, sepertinya ada orang dalam yang membantu Andy, tapis siapa?????


__ADS_2