Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Kesan Pertama


__ADS_3

Wajah Stanley terlihat muram, namun tidak dengan putranya, Stalin.


Stalin berfikir jika ini kabar gembira, dan mamanya akan bahagia dan melupakan kesedihannya dengan berita ini. Stalin sangat mencintai mamanya, ia tak tega melihat kondisi Amanda yang terus depresi karena di hantui rasa bersalah walau sebenarnya bukan kesalahannya, sebab ia amnesia.


"Pa kau tidak terlihat bahagia???" tanya Stalin melihat Rekasi papanya


"Aku...


tentu saja aku bahagia jika memang dia anak Amanda maka dia putriku juga" ucap Stanley mencoba tersenyum


"Tapi ekspresimu tak mengatakan itu" ucap Stalin dengan wajah serius


"Tahu apa kau..."sangkal Stanley mencoba tersenyum


"Aku juga sulit menerimanya pa, tapi demi kebahagiaan mama kita harus menerima kehadiran wanita itu, terlebih dia kakakku.


ya walau ini akan terasa canggung pada awalnya" ucap Stalin tidak bisa memungkiri apa yang ia dan papa nya pikirkan sama.


"Ayo beri kejutan mamamu, tapi sebelumnya aku ingin bertemu dengan wanita itu, siapa namanya?????"


"Sarah pa, Sarah haris" ucapan Stalin


"Baiklah, atur pertemuan ku dengannya, setelah itu baru beritahu mamamu"Ucap Stanley ingin berbicara dua mata dengan putri istrinya itu.


"Baik tuan Quin " goda Stalin


"Dasar anak nakal" ucapan Stanley merangkul putra kesayangannya.


Sementara di sebuah apartemen sederhana


"kemewahan, aku datang hahahaha" tawa menyeramkan seorang wanita terdengar.


wanita itu menari sendirian sambil memegang gelas wine di tangannya.


sementara diatas meja berjejer beberapa botol minuman keras, Wanita muda itu sudah mabuk berat.


"Selamat tinggal tempat terkutuk, tak sia-sia aku menghabiskan semua uang simpanan ku, sana semua penderitaan ku terbayar sudah.

__ADS_1


"Tunggu pembalas ku dasar ****** sialan" ucap wanita itu membanting gelas di tangannya hingga hancur berkeping-keping, lalu kembali tertawa terbahak-bahak hingga suara gedoran pintu membuat ia bungkam


Brakk brakk braaakkkk


Suara gedoran pintu sangat kencang terdengar lalu disusul suara teriak seseorang


"Jangan berisik, dasar cewek gila....


Ini tengah malam!!!" teriak seseorang di balik pintu


"Dasar orang miskin sialan, tunggu saja aku akan membalas kalian" teriak wanita itu kembali tertawa tak memperdulikan gedoran pintu


Ia terus menari dan tertawa hingga akhirnya ia terjerembab diatas sofa dan tertidur.


Keesokan paginya Sarah terbangun dengan rasa sakit kepala yang hebat, ia mabuk berat semalam.


Ia bahkan menghabiskan uang yang tersisa di tabungan ya demi merayakan kesuksesannya


Sarah mencari ponselnya, ia melihat sebuah pesan masuk dari nomor yang tak dikenal alisnya berkerut. Sarah lalu membuka pesan singkat itu dan ia tercengang.


Itu pesan dari Stalin, putra satu-satunya Amanda dan Stanley,


Kami tunggu" Stalin


Sarah menatap jam di ponsel, ia langsung terlonjak kaget, ini sudah jam sepuluh, artinya ia sudah terlambat satu jam.


Tidak sempat lagi mandi, Sarah hanya mencuci wajahnya lalu langsung cabut ke restoran yang di maksud. Ia memakai kesal sepanjang jalan mengapa Stalin tidak menghubunginya, hanya mengirimnya pesan singkat dan kini ia jadi tampil kurnag maksimal di pertemuan pertamanya dengan orang nomor satu di negara ini.


"Sial, aku tidak sempat mandi... astaga bau ku seperti pemabuk" ucap Sarah mencium bau dirinya sendiri, ia juga tak sikat gigi, di perjalanan ia meminta sang supir taxi berhenti di apotik sejenak memberi penyegar mulut


Sarah berdandan di dalam kendaraan.


Sementara di sebuah restoran


"Apa kau sudah menghubungi wnaita itu???"


"Aku sudah mengiriminya pesan singkat mengatakan papa ingin bertemu"

__ADS_1


"Astaga Stalin.... Bagaimana jika wanita itu tak melihatnya???


Apa kau pikir papa senggang hanya untuk menunggu wanita itu???, cepat hubungi dia" bentak Stanley kesal.


Tanpa menunggu Stalin langsung menghubungi Sarah, setelah beberapankali nada dering baru tersambung, wajah Stalin terlihat kesal.


beberapa saat kemudian panggilan berakhir


"Bagaimana???"


"Dia sedang di jalan pa"


"Owh ****, satu jam setengah, tidak ada yang pernah membuatku menunggu kecuali mamamu" maki Stanley kesal bukan main.


"Maafkan aku pa"


"Sudahlah, lain kali tidak usah mengirim pesan, telepon lebih praktis.


Perjumpaan pertama saja sudah meninggalkan kesan buruk. Aku sungguh tak menyukai orang yang seperti itu


Bagaimana seorang wanita muda bangun siang hari???


Menurut informasi yang kita dapatkan dia tidak bekerja sejak di negara ini"


""Ya pa..."


"Sungguh berbeda jauh dengan mama mu, sakit saja mamamu masih ingin bekerja" gumam Stanley


"Apa informasi yang kau dapatkan sudah akurat???"


"Ya pa, pendidikannya....


Dia tidak selesai kuliah, bekerja di perusahaan keluarga, tidak da yang menonjol, apa dia sungguh anak Amanda???


Mengapa kecerdasannya tidak ada separuhnya dari Amanda???" ucap Stanley membaca berkas di tangannya


"Aku juga heran pa, mama sangat cerdas, bahkan ia menyelesaikan s2 nya tapi Sarah...."

__ADS_1


"Sudahlah, kita harus bisa menerimanya.


Mungkin dengan dukungan keluarga kita nanti ia akan meneruskan pendidikannya, sekalipun kita kaya raya, pendidikan nomor satu"ucap Stanley


__ADS_2