Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Hipnoterapi


__ADS_3

Karenina mendekati ranjang Aidan.


Wajah sedihnya langsung berubah menyeringai jahat.


Tak percuma ia yang seorang psikolog bisa memanipulasi orang dengan baik.


Nina melihat Aidan yang bergerak, tak lama terdengar suara erangan kecil Aidan yang memegangi kepalanya.


Ia segera berjalan cepat, duduk di samping ranjang dan memegang tangan Aidan. tak lupa ia meneteskan obat tetes mata di matanya, terlihat seolah ia menangis


"Aidan, huhuhu, akhinya kau siuman" ucap Nina menangis


"Aku dimana???"


"Dirumah sakit Ken, bagaimana keadaanmu?" tanya Nina khawatir


"Mengapa kau disini???"


"Itu tak penting, yang penting kau sudah siuman.


aku menunggumu sejak tadi, Aidan kau membuatku takut"


"Nina, ini tak baik.


aku sudah menikah dan memiliki istri serta sebentar lagi kami akan memiliki anak


Jaga sikapmu tolong, Aku tak ingin istriku salah paham" ucap Aidan mendorong tangan Nina.


Nina Mendengus dalam hati, pria ini...


Pria yang dulu mencintainya seperti orang gila, kini bersikap dingin padanya.


Apakah cinta untuknya sudah mati????


Semudah itu ia melupakan cinta itu???


Nina tidak rela, sungguh tak rela.


Ia ingin Aidan, kepergiannya saat itu bukan inginnya, tapi....


"Apa kau tak ingin melihatku lagi??"


"Bukan, bukan"


"Apa kau tahu bagaimana aku bisa di daerah itu???


Apa kau tak penasaran bagaimana...."


"Nina, aku ikut sedih dan menyesal tentang apa yang terjadi padamu, aku..."


"Mama mu...

__ADS_1


Mamamu yang meminta para pemberontak itu tak melepaskan ku.


Dia membayar orang-orang itu" ucap Nina dingin


"Kareninaaaaaaa...."


"Aku tidak mengatakan hal yang salah, memang itu kenyataanya


Nyonya Selina menyelidiki menghilangnya aku, namun pada akhirnya ia membayar orang-orang itu agar aku tak bisa kembali ke negara ini.


Dia yang ingin menghancurkan mu melalui aku.


Dia ingin...."


"Cukup...


Cukup...." Nafas Aidan memburu. Ia memegangi kepalanya yang terasa makin sakit.


"Aidan apa kau baik-baik saja???


Maafkan aku, aku hanya tak ingin kau abaikan.


Karena menghilangnya aku bukan inginku,"


"Nina keluar"


"Tidak, aku akan tetap disini menemanimu.


sekalipun aku menggeluti model, tapi aku tetap seorang psikolog aku bisa membantumu menyembuhkan penyakitmu"


"Aku .."


"Dengar Aidan, kaus akit begini membuatku tersiksa.


Sekalipun kau kini sudah tak mencintaiku, aku perduli padamu" ucap Karenina membuat Aidan terdiam


"Please dengarkan perkataanku.


Aku akan mengobati mu


Kali ini percaya padaku, please demi perasaan kita di masa lalu" ucap Nina memohon.


Aidan terdiam, ia mengangguk pelan


"Pejamkan matamu, aku akan melakukan hipnoterapi."ucap Nina lembut.


Aidan terpejam, ia menurut perkataan Nina.


Tak ada salahnya di coba, lagi pula mendengar penderitaan Nina Aidan sadar secara tak langsung ia lah penyebabnya.


Selina......, tangan Aidna terkepal.

__ADS_1


Jika bukan mama kandungnya, ingin sekali Aidan memakinya, namun ia tak bisa.


Bagaimanapun dia wanita yang sudah melahirkan nya.


Musik lembut mengalun, Nina memutar music clasic dari ponselnya.


Aidan merasa sangat-sangat relax,


Nina juga mengucapkan beberapa kata lembut di sela alunan musik.


Entah mengapa sakit kepalanya berangsur hilang.


Ia merasa sangat damai


"Apa yang kau lakukan!!!!" suara keras Catty membuat Nina terkejut dan ponselnya jatuh


Aidan terbangun dari sesi terapi yang di berikan Nina.


"Apa yang kau lakukan berteriak pada Nina, Catty??"


"Mas, kau sudah siuman???" syukurlah. Aku sangat khawatir padamu" ucap Sandra mendekati Aidan


"Maafkan aku membuatmu khawatir.


Aku hanya kelelahan saja" ucap Aidan mengelus puncak kepala istrinya.


Nina melirik sekilas, hatinya sangat sakit kekasih yang dulu ia cintai kini sudah berpaling sepenuhnya darinya.


Bahkan ia tak canggih menunjukan kemesraannya pada Nina.


Gigi Nina gemertak menahan emosinya.


sungguh ia tak menyukai situasi ini


Harusnya ia yang menjadi nyonya muda Lawrence jika saja Selina tak melakukan trick kotor.


Selina baru saja mengetahui jika Selina membayar para pemberontak itu untuk menahan nya selama mereka bisa


Selina mengusap tangannya, Setiap kali teringat kejadian penyekapan itu ia merasa tubuhnya kotor.


"Aku permisi, Aidan cepat sembuh"


"Nina terima kasih" ucap Aidna tulus.


Nina mengangguk dan langsung pergi


Ia harus segera pulang dan mandi


Sejak saat itu ia juga mengalami trauma nya sendiri


Nina akan berjam-jam mandi sambil menyabuni tubuhnya, ia merasa tubuhnya kotor dan baru berhenti saat ia merasa kulitnya panas karena kebanyakan di gosok

__ADS_1


"Selina .... Suatu saat aku akan membalas berkali-kali lipat apa yang sudah kau perbuat!!!" ucap Karenina mempercepat laju kendaraanya.


__ADS_2