Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Menyusul Sandra


__ADS_3

"Tuan muda Lawrence aku tidak suka membahas wanita kampung itu bagaimana jika kita membahas tentang kita"


"Ide bagus" ucap Aidan menggerutu dalam hati


"Jadi apa rencanamu menghadapi Sandra???


ya kalian kan akan menjadi satu keluarga nantinya.


aku yakin paman Alvaro akan bersikeras membawa Sandra tinggal.bersama kalian"


"Itu lah, aku berharap Sandra tidak pernah ada dalam kehidupan kami, walau sebenarnya aku ingin memiliki saudari dulu, tapi bukan kakak dan bukan juga Sandra"


"Owh ya, beberapa waktu lalu aku berusaha menghubungi paman Alvaro, tapi ponselnya tak aktif"ucap Aidna berbasa-basi


Ayaka menatap penuh selidik ke arah Aidan


"Kau tahu tindakan ku kemarin kurnag sopan.


bagaimanapun paman Alvaro adalah lebih senior daripada aku.


Aku ingin meminta maaf secara langsung"


"Tidak aktif ya?" tanya Ayaka langsung mengeluarkan ponselnya, lalu ia mencoba menghubungi alvaro.


seperti perkataan Aidan memang tak aktif.


Ayaka lalu menghubungi nomor lain dan dengan wajah datar ia bertanya


"Papa dimana?"


"Kenapa tak membawaku ikut, aku tahu di disana kan???"


"Mama??? ah lupakan, aku juga tak akan mengatakan pada mama, bukan berati aku membela papa.


aku hanya tak ingin melihat kalian bertengkar"


"Lupakan, aku masih marah dengan papa.


nikmati saja momen papa berdua dengan kakak ku tersayang itu" ucap Ayaka sinis lalu mengakhiri panggilan teleponnya.


Wajahnya terlihat buruk.


Aidan bersorak senang.


rupanya Benar dugaannya, Alvaro membawa Sandra ke suatu tempat, dari pembicaraan Ayaka ia bisa menebak semuanya.


"jangan bersedih, ku masih memiliki mamamu"


"Aku benci papa.

__ADS_1


dia asik-asikan berlibur di peternakan kamu tanpa mengajakku.


dan membohongi mama jika ia sedang dinas keluar negeri


Aidan, aku harus bagaimana??"tanya Ayaka mulai menangis lirih.


Sekalipun ia tak menyukai Ayaka, namun melihat wanita menangis Aidan tak tega


"Sudahlah jangan menangis.


biarkan saja mungkin papamu sedang menebus kesalahannya di masa lalu karena menelantarkan Sandra.


jika kau berada diposisi Sandra, hidup sebatang kara dan hanya dengan nenekmu, memiliki bibi dan paman serta keponakan jahat yang menyiksamu.


Jadi Ayaka cobalah mengerti papamu."


"Apakah kehidupan wanita kampung itu sangat menderita??" tanya Ayaka .


"Yang ku dengar begitu.


hanya neneknya yang menyayanginya, namun sudah tiada.


Sedang kau memiliki segalanya sejak lagi, berbaik hati lah sedikit pada Sandra.


kau nona besar yang berhati bersih bukan??"


"Ya, benar


Setelah mengantar Ayaka sampai ke kediaman Alvaro, Aidan langsung menuju sebuah tempat.


peternakan keluarga Alvaro.


dengan cepat ia mendapatkan informasi keberadaan Alvaro dan Sandra.


namun anak buahnya yang berada di desa itu mengatakan bahwa villa keluarga Alvaro di jaga ketat.


mau tak mau Aidan mempersiapkan semuanya untuk menerobos masuk ke dalam villa tersebut.


Di tengah perjalanan mobil berhenti di depan sebuah mobil yang menepi.


keluarlah Aidan dari mobilnya.


Sementara dari mobil itu keluar Samuel dan juga seorang anak buah Samuel


Lima menit kemudian beberapa mobil juga tiba.


Terlihat air muka Samuel tidak baik.


ia sudah berusaha keras menyembunyikan Sandra dari Aidan, namun justru Aidan bertemu dengan Sandra di tempat yang tak terduga sama sekali.

__ADS_1


sepertinya Memnag takdir diantara mereka harus seperti itu


"Tuan muda, apa anda tak bisa menahan sedikit saja??


kita tak bisa menyinggung tuan Alvaro begitu saja.


ini seperti kita menyerang keluarga Clift"


"Apa aku perlu pendapatmu.


istriku di sembunyikan papa mertuaku sendiri.


aku hanya ingin menemui Sandra dan juga melihat kondisi anak ku.


apa itu sebuah kesalahan???"


"Tuan muda, jelas anda salah.


anda yang mencampakkan Nyonya muda"


"Kau tak perlu mengingatkan aku Sam, aku tahu dosa-dosa ku pada Sandra"


"Jika begitu kita sebaiknya menunggu dengan tenang di kota dan membiarkan Nyonya muda istirahat untuk pemulihannya.


Setelah anda menemunya, nyonya muda jatuh pingsan karena tertekan.


orang ku sendiri yang melaporkan padaku jika dokter Alan dampaid Atang memeriksa nyonya muda


Tuan muda...


sebagai asisten mu aku hanya mengingatkanmu,


jangan sampai kesalahan yang lebih fatal kau lakukan dan berimbas pada hancurnya jalan kembali pada Nyonya muda.


anda sudah membuat kesalahan menceritakan nyonya tanpa mendengar laporan ku.


Saya khawatir nyonya muda akan menerimamu jika kau melakukan kekerasan di depan matanya, apalagi pada papanya, dia akan membenci anda lebih dalam"ucap Samuel Memperingati Aidan


ia hanya khawatir Aidna lepas kontrol dan akan membahayakan Sandra dan anak dalam kandungannya.


"Aaarrgghhh ****" Aidan memukul kap mobil karena frustasi.


perkataan Sam memang benar.


ia tak mau Sandra makin membencinya sehingga peluang untuk mendapatkan Sandra makin tipis saja.


Ia harus memikirkan cara bagaimana mendapatkan hati Sandra lagi.


namun saat ini Aidan tak memiliki cara untuk itu.

__ADS_1


otaknya yang bisanya cemerlang kini buntu.


__ADS_2