
Setelah Semua orang berkumpul, seperti dugaan Catty, Nina menolak ruangan yang sudah di persiapkan oleh Sandra dan meminta melakukanya di ruang kerja
Sandra melempar pandang ke arah Catty yang di balas anggukan.
Kendrick menatap kekasihnya yang tersenyum dan diam-diam memberi tanda jari jempol pada Kendrick yang artinya semua sudah terkendali.
Kendrick menyela datang belakangan, kalau saja hari ini ia tak ada jadwal operasi, i sudah meluncur menjemput Catty di apartemennya untuk ke rumah Sandra bersama-sama
Aidan, Samuel dan Nina kini menuju ruang tamu, sementra semua orang menunggu di ruang tamu
"Sandra bagaimana keadaanmu, pasti sulit di hamil besar mengurus Aidan" ucap Margareth menatap kasihan pada Sandra
"Aku baik-baik saja nenek, Bagaimana keadaan nenek??
Wajah nenek sedikit pucat, apa nenek mau aku buatkan teh madu???"
"Tidak sayang, tidak. Duduklah biar aku minta pelayan yang membuatkan" ucap Margareth melihat cucu menantunya begitu baik dan perhatian.
"Kau tenang saja, sebentar lagi Aidna tak akan kambuh lagi sakit kepalanya, Nina sedang mengobati di dalam sana
"Huh, kakek tua, aku tak tahu bagaimana rubah itu merubah pasanganmu, aku curiga kau juga terhipnotis olehnya"
"Kau yang selalu saja berfikiran buruk pada orang Margareth.
Nina jelas menolong kita mengobati cucu kita"
"Menolong dengan imbalan beberapa bidang tanah??? Kau bercanda??" Sandra, Kendrick dan Catty saling pandang. Mereka tak menyangka Jaret akan menyerahkan beberapa asetnya pada Nina, walau tidak seberapa nilainya bagi keluarga nomor satu di tanah air itu, namun mereka tahu dengan pasti, Nina pasti tak akan mau diberikan aset yang berada di tempat terpencil.
lagi pula sebagian besar aset itu terdapat di tempat-tempat yang strategis.
sungguh imbalan yang sangat besar bagi Nina.
Kendrick bisa melihat bahwa tujuan Nina sudah jelas ke mana arahnya.
dini Ia hanya berharap bahwa terapi kali ini tidak berakibat buruk bagi Aidan sebab dua kali terapi saja Lina sudah sedikit banyak mempengaruhi kehidupan Aidan secara Aidan tak sadari.
Sementara di dalam ruangan kerja
Sepeti dugaan Catty Adian di minta duduk di bangku kerja Aidan yang memang multi fungsi bisa di setting mode tempat tidur.
Aidan kini dalam posisi siap di terapi, ia terlihat santai dan tersenyum ke arah Nina.
__ADS_1
Itu semua tak luput dari pengawasan Samuel
"Apa kau merasa lebih baik??"
"Ya , semua berkat kamu"
"Aku hanya membantu, aku kasihan pada istrimu yang hamil karena kau sakit-sakitan" ucap Nina terlihat perhatian dan tulus
"Ya"
"Kita mulai terapi nya, relax kan pikiranmu, pejamkan matamu, dalam hitungan ketiga kau akan tertidur.
satu....
kau akan terlelap
dua
lebih dalam lagi terlelap
Tiga ...
Aidan sudah terlelap.
senyum licik samar terlihat.
"Sam,
Taaaakkk" Nina menjentikkan jarinya dan Samuel tertidur
Nina tertawa kecil lalu kembali melangkah mendekati Aidan.
"Sungguh bodoh" ucap Nina lalu mengganti musiknya.
Samuel tak sadar sejak musim di mulai, alunannya sudah memberi hipnotis pada nya, dan hanya menjentikkan tangan Samuel sudah tertidur.
Kini Nina memasuki terapi sebenarnya.
Musik clasic yang nih itu terdengar lagi, terlihat Nina membisikkan sesuatu, dan dijawab Aidan dengan mengangguk.
Nina membisikan lagi , lagi dan lagi.
__ADS_1
ia tersenyum puas.
Nina bahkan kini duduk diatas pangkuan Adian setelah ia memposisikan bangku itu kembali tegak, mengalungkan tangannya di leher Aidan
lalu ******* bibir Adian dengan Rakus
"Aku merindukanmu sayang, sangat merindukanmu" ucap Nina terus melancarkan aksinya, setelah puas ia merapihkan dirinya lalu kembali mengganti musik pada ponselnya
"Begitu mendengar tepukan tangan kalian akan bangun", Nina bertepuk tangan dua kali dan Aidan serta Samuel terjaga.
Samuel menatap sekeliling dan melihat Aidan sudah terbangun, apa dia tertidur??? Samuel menggaruk kepalanya tak mengingat apapun.
"aku sudah selesai" ucap Nina berdiri di depan Samuel yang nampak bingung
"Sam, tolong antar Nina pulang" ucap Aidan
"Nina terima kasih, nanti aku kan menghubungimu" ucap Aidan
"Baik, aku permisi" ucap Nina datar
"Sammmm... Antar kekasihku pulang" ucap Aidna membuat Samuel terkejut.
Kekasih??? What apa yang terjadi????
"Sayang aku bisa pulang sendiri
ku sedang sakit istirahatlah setelah ini okey???"
"Baik, saaamm..." Samuel walau bingung mengikuti Nina keluar
"Bagaimana???"
"Sudah kakek, jika tak melakukan terapi ketiga tak Maslah, aku sudah selesai mengobati Aidan, aku permisi"
"Baik, bar supir Mengantarmu pulang"
"Tidak kakek, aku pulang diantar oleh Samuel, permisi semua" ucap Nina berjalan mendahului Samuel.
Kendrick menatap Samuel tak meminta penjelasan namun Samuel bingung harus bicara apa
Samuel.menuju mobilnya
__ADS_1
Ia mengetuk pesan singkat,
"BAHAYA!!!"