
Hari berganti malam
Alvaro mengabarkan tidak bisa kembali ke perkebunan karena ternyata kliennya itu menginap.
Sandra tertidur lebih cepat dari waktu biasanya.
Ia bermimpi bertemu Aidan.
Aidan memeluknya sambil mengelus perutnya.
Sandra dalam mimpi itu sangat bahagia.
ia berbaring di sebuah ranjang sambil di peluk Aidan.
namun ia terbangun karena merasa seseorang beneran memeluknya dari belakang dan mengelus perutnya
"Layla...??" tanya Sandra, namun saat memegang tangan itu, Sandra sadar itu bukan tangan layla
Tubuh Sandra menegang
siapa yang masuk ke dalam kamarnya jika bukan Lyla, dan tangan itu terasa besar
"Si...siapa kau????"
"Sandra ingin berteriak, namun ia takut orang itu akan mencelakai nya.
Kini ia sedang mengandung dan harus lebih memikirkan keselamatan nya.
Air mata tak terasa menetes di pipi Sandra karena ketakutan
"Tolong lepaskan aku, aku sedang mengandung" ucap Sandra dengan suara bergetar. ia sungguh ketakutan saat ini
"Sayang diam lah, aku..."
"Aidaaaannn" pekik Sandra langsung meronta DNA bangkit.
ia mencari sakelar lampu dan terlihat jelas Aidan yang tadi memeluk Sandra
"Mau apa kau????
Keluarrrrrrrr"
"Sayang, aku merindukanmu"
"Persetan dengan rindumu, pergi...
atau aku akan berteriak" ucap Sandra dengan bibir bergetar. perasaanya kini campur aduk.
Jujur tadi ia menikmati elusan tangan Aidan di perutnya.
Terkadang ia juga merindukan Aidan mengelus perut nya yang mulai membuncit
ia membencinya tapi juga merindukan nya
"Sayang, tolong beri aku kesempatan..." Aidan langsung bangkit dan mendekap mulut sandra yang ingin berteriak
Sandra meronta, ia kalah tenaga dengan Aidan
air mata membasahi pipinya.
__ADS_1
ia sangat takut Aidan berbuat hal yang buruk padanya
"Sandra sayang, please tenang lah
aku sungguh merindukanmu.
aku datang untuk melihat kamu dan anak kita, setelah itu aku pergi"
Sandra terdiam, ia hanya menangis lirih
"Jangan menangis sayang, maafkan aku sudah melukai kamu berkali-kali.
aku pria bodoh dan egois.
kau pantas membenciku" ucap Aidan melepaskan bekapan tangannya di mulut Sandra
"Aku benci kamu"
"Aku tahu, bencilah aku, maki lah aku jika perlu pukul aku jika itu bisa mengobati sedikit rasa marah mu"
"Aku benci kamu mas.
kamu tega sekali padaku huhuhu" akhirnya tangis Sandra pecah.
ia mengisi sampai bahunya tergoncang.
Aidan memeluk Sandra, menciumi puncak kepala istrinya itu
"Jangan menangis sayang, aku merasa tersiksa melihatmu menangis"
"Tapi kau tega meninggalkanku.
"Aku tahu, aku minta maaf.
jika harus menebus kesalahanku seumur hidup aku rela"
"Aku tak ingin mengenalmu" ucap Sandra mendorong Aidna menjauh
"Jangan siksa aku lagi Sandra.
aku tersiksa lahir batin.
akhirnya aku sadari bahwa aku mencintaimu.
Aku pria bodoh yang baru menyadari setelah kehilanganmu
Saat pertama kau memintaku menikahi mu dan aku setuju, bukan karena paksaan mu.
tapi sejak awal aku sudah tertarik padamu, hanya saja aku tak punya pengalaman itu" ucap Aidan menunduk malu
"Lalu dengan wanita itu???"
"Dia teman masa kecilku, aku dulu mencintainya, mungkin...
Atau sebuah rasa nyaman.
tapi denganmu berbeda , aku merasakan jantungku berdebar, aku merasakan marah dan cemburu saat melihatmu dekat dengan seorang pria, aku...
Sandra....
__ADS_1
aku mohon maafkan aku" Sandra menatap Aidan, pria tampan itu terlihat berantakan dengan brewok yang mulai menghiasi wajah tampannya.
wajahnya yang dulu bersih kini telrijat kusam dengan lingkar hitam di bawah matanya. dan tubuhnya sedikit kurus, sepetinya Aidan kehilangan berat tubuhnya.
Sandra ingin menjauh, namun perasaan aneh saat berdekatan denan Aidan seolah menentangnya
ada perasaan ingin di manja dan di elus perutnya.
apakah ini bawaan anak dalam kandungannya yang ingin dekat dengan papanya????
"Aku...
aku sulit memaafkan mu mas"
"Setidaknya biarkan aku melihat dan mengelus perutnya.
aku ingin menyapa.anak kita, please" Sandra hanya diam
Aidan bersimpuh dan mengecup perut Sandra, ia juga menempelkan telinganya di perut Sandra
"Dia berusia empat bulan"
"Jagoan papa, maafkan papa ya nak. kamu dan mama jadi susah karena papa.
tapi harus kamu tahu, papa dan mama menyayangimu" ucap Aidan berbicara pada pertu Sandra.
Sandra menangis dalam diam, sesekali ia menghapus air matanya.
Ada rasa bahagia yang sulit ia ungkapkan.
"Sayang"
"Aku bukan siapa-siapa kamu"
"Sayang, kau istriku, selamanya.
aku belum menceraikanmu. ini lihat...
maukah kau menerimaku kembali???
"Tidak" jawab Sandra tegas
"Kalau begitu bolehkan aku sering mengunjungimu??"tanya Aidan penuh harap
"Tidak"
"Sayang...."rengek Aidan
"Aku bukan sayangmu tuan Lawrence.
Ku Lihat kau mengejar adikku, mengapa kau berubah haluan??" tanya Sandra sinis
"Aku hanya melihat sedikit kemiripan pada kalian
kerinduanku padamu membuatku gila"
"Kenapa enggak gila sekalian??? jawab Sandra sinis lalu berbalik badan hendak meninggalkan kamar itu
Aidan langsung memeluknya dari belakang.
__ADS_1