
Aidan,Catty, Layla sedang dalam perjalanan menuju mansion Keluarga Seira, sementara operasi Sandra berjalan dengan sukses, Kendrick yang mengetahui Sandra sedang melakukan operasi cecar segera menuju ruang operasi, ia terlebih dahulu meminta izin pada Matthew sebagai tuan rumah dan juga dokter Silvana, walau keduanya merasa agak risih dengan keberadaan Kendrick mereka tak bisa menentang.
Akhirnya kedua anak kembar Sandra lahir dengar selamat, seorang putri kecil yng sangat cantik dan seorang lagi pria kecil yang tampan sangat mirip dengan Aidan.
Kendrick mendatangkan inkubator untuk merawat dua anak kembar yang sangat menggemaskan itu.
beruntung Olla masih menyimpan beberapa lembar pakaian bayi, sehingga si kembar terselamatkan.
Namun karena anak Olla adalah perempuan, maka semua pakaian nya berwarna pink.
Olla tak bosan mengabadikan kedua anak kembar Sandra dengan ponselnya.
Matthew Walanga khawatir jika Olla akan kembali depresi melihat pakaian bayi nya dulu, namun Mat bersyukur Olla sudah mengubur kesedihannya Karena kehilangan anak, ia terlihat antusias dan sangat bahagia.
"Ya Tuhan mereka sangat menggemaskan" ucap Jane menatap kedua Adiknya dari balik kaca
"Apa kau senang????" tanya Olla melihat betapa Jane juga sama antusias nya seperti dirinya
"Sangat senang, tapi mengapa mama Sandra belum juga bangun??"
"Dia akan segera bangun, mamamu hanya kelelahan" ucap Olla membuat senyum Jane kembali
"Maaf ,Tuan besar ada seorang tamu yang datang dan mengaku sebagai tuan muda Lawrence"ucap seorang pelayan memberitahu kedatangan Aidan
"Baik suruh dia langsung masuk" ucap Matthew menyambut kedatangan Aidan di ikuti Samuel
"Selamat datang tuan muda Lawrence"
"Tuan Matthew anda terlalu sopan, terima kasih anda sudah menyelamatkan istri dan anak saya"
"Itu semua...
Sudahlah sebaiknya anda masuk, saya yakin anda sangat ingin bertemu dengan mereka" ucap Matthew
Mat membawa Aidan menuju sebuah kamar tamu, Namun langkah Aidna terhenti saat melihat Olla
"Apa yang kau lakukan disini??" bentak Aidan Membuat Olla membeku, ia menoleh dan melihat Aidna yang terlihat sangat membencinya
"Aidan, Olla lah yang menyelamatkan Sandra.
Simpan marah mu. Olla sudah menyadari kesalahannya dan yang terpenting adalah Olla lah yang membawa Sandra dan menyelamatkannya. Kita berhutang Budi padanya" ucap Samuel membuat Aidan menghela nafas
"Maafkan aku, terima kasih" ucap Aidan lirih
"Tidak perlu minta maaf, aku tahu jika kesalahanku sangat fatal, karena aku kalian berdua pernah bercerai, maaf"
"Tidak perlu membahasnya Olla, yang terpenting kau tahu kesalahanmu dan berubah.
Aku sungguh berterima kasih berkat kau istri dan anakku selamat.
__ADS_1
Lagi pula Sandra sudah memaafkan mu, dia sudah menganggap mu saudarinya"ucap Aidan mengingat perkataan Sandra beberapa waktu lalu
"Iya... " Olla menghapus air matanya.
"Terima kasih" ucap Layla tak bisa menutupi rasa bahagianya, ia memeluk Olla.
"Thanks sudah menyelamatkan saudariku" ucap Catty tulus
"Dia...?"
"Catty adalah kakak Sandra" ucap Layla mereka lalu berkenalan.
"Lihat siapa yang datang" ucap Kendrick mengalihkan pembicaraan,
Terlihat Ken dan dokter Silvana mendorong dua inkubator mendekat
Catty dan Layla saling berpelukan, mereka bahagia, lega karena melihat kedua keponakan kecil mereka selamat
"Ya Tuhan mereka sangat kecil" ucap Aidan spontan, ia tak bermaksud mengatakan itu, namun entah mengapa kalimat itu langsung terucap
Membuat semua orang tertawa
"Kalau langsung besar yang ada kau lari, dasar aneh" Dengus Kendrick menggeleng pelan.
Ia tak menyangka sahabatnya itu setelah mendapatkan ingatannya justru bermasalah pada IQ Nya
lihat aku udah punya anak, dan kau masih jomblo" ledek Aidan alay membuat Kendrick mendengus kesal.
"Huh aku juga akan punya banyak, ya kan syang" ucap Kendrick tak mau kalah
"Kau saja yang melahirkan, aku bukan kucing" ucap Catty membuat semua orang tertawa
"Istriku, kemana Sandra???"tanya Aidan menyadari jika ia tak melihat keberadaan Sandra
"Kami menempatkan nya di ruangan sebelah, ia baru saja siuman tapi kondisinya masih lemah.
Temui dia" ucap Olla
"Ya, " ucap Aidan singkat, ia lalu menuju kamar yang di maksud.
saat pintu terbuka terlihat Sandra yang sedang makan di suapi oleh seorang gadis kecil
"Sayang...."
"Mas.... Huhuhu...
Mas Aidan" ucap Sandra serak, air mata langsung menetes di sudut matanya
"Jangan menangis, aku disini.
__ADS_1
Maafkan aku tidak bisa menjagamu" ucap Aidan langsung memeluk Sandra.
"Bukan salahmu, bagaimana kau..."Sandra baru menyadari Aidan yang memakai tongkat penyangga
"Ini teguran dari Tuhan karena sudah menyakiti mu, namun karena teguran ini aku mengingat semuanya.
Maafkan aku sayang" ucap Aidan kembali mengecup puncak kepala.sandra
"Anu ma... Jane keluar dulu" ucap Jane merona merah
"Ah sayang, sini....
Perkenalkan dia papamu.
papa Aidan" ucap Sandra, sementra Aidan terlihat bingung
"Ba.. Bagaimana kau bisa punya anak...." tanya Aidna tergagap, pikirnya langsung traveling kemana-mana
"Sayang Jane anak angkat ku.
Kami bertemu di tempat dimana aku di sekap.
Jane yang merawat ku dan perduli padaku"
"Hallo Jane, terima kasih sudah menjaga istriku.
Kau boleh memanggilku papa. Mulai sekarang kau bagian dari keluarga kami" ucap Aidan, Jane tertegun sejenak, tak lama terdengar Isak tangis
"Hei kenapa menangis???"
"Aku...."
"Apa yang kau lakukan pada keponakan ku???" Dengus Kendrick yang tahu-tahu masuk
"Bukan aku yang buat Jan menangis" ucap Aidan
"Mungkin karena wajahmu galak. Jane jangan menangis lihat om bawa siapa??"
Kendrick dan dokter Silvana membawa si kembar menemui mama nya
waktunya memberi asi
"Jane bukan menangis karena papa Aidan, Jane menangis karena bahagia" ucap Jane polos
"Anak baik, jangan menangis lagi, lihat kedua adikmu yang lucu ini" hibur Sandra.
Kini tinggal Sandra dan aidan di kamar, mereka melupakan kerinduan mereka, Aidan tak henti-henti menyalahkan dirinya, ia merasa sangat bersalah dan malu pada Sandra
Apalagi melihat luka tangan Sandra, Aidan sangat marah. Ia berjanji akan membalas Nina berkali-kali lipat. Ia tak kan melepaskan Nina.
__ADS_1