Perjanjian Pernikahan

Perjanjian Pernikahan
Menikmati Hari


__ADS_3

Sandra sedang duduk di bangku sambil menikmati makan Apel yang langsung ia petik dari pohonnya, sementara Catty dan Layla sedang sibuk memetik Apel. Mereka heboh sekali hanya dua orang gadis muda namun terdengar seperti serombongan orang, sebab keduanya berteriak dan tertawa, ramai sendiri.


Layla sampai naik keats pohon yang tidak terlalu tinggi itu, memilih beberapa buah yang ranum, ingin sekali Sandra ikut naik pohon juga tapi kedua bodyguard cantiknya melarangnya, hingga akhirnya ia pasrah hanya mengambil buah yang pendek saja, walaupun menurut sandra seni memetik buah yang paling enak adalah naik ke atas pohon lalu memakannya saat masih diatas pohon.


Apa daya sandra sedang hamil, ia juga tak mau ambil resiko terjadi sesuatu pada anak dalam kandungnya jika ia sampai terjatuh


"Sandra... Sandra sini"


"Huh kalian hanya ingin membuatku iri, aku malas melihat dua monyet yang nangkring diatas pohon"ucap Sandra yang dibalas tawa renyah Layla dan Catty


' Sayang, mengapa kau sendirian?? Kemana catty dan layla??


" Sedang jadi monyet" jawab Sandra santai


" Monyet???"


"Iya nek, tuh" tunjuk sandra ke arah layla dan catty


"Ya tuhan catty, layla...


kalian anak gadis mengapa naik-naik pohon,???teriak Rosa khawatir.


Brugh


Layla turun sambil nyengir, menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Nenek" Sapa Layla


"Astaga bagaimana kalau kau jatuh???


seorang gadis lajang naik-naik pohon, pria mana yang mau menikahi kalian???


Mana Catty???" layla melirik keatas pohon dimana catty asik nangkring


" Catty turun, nenek tusuk kayu nanti" ancam Rosa sambil menghela nafas melihat kelakuan dua gadis itu


"Sebentar lagi Nek, aku suka diatas sini"


"Apa kau kera??? Bagaimana seorang gadis makan sambil nangkring diatas pohon???


Ya Tuhan, kepalaku..."ucap rosa memegangi kepalnya

__ADS_1


Sandra melotot ke arah Catty, ia membantu nenek rosa duduk


"BIarkan saja nek, mungkin mereka berdua reinkarnasi dari kera"


" enak aja"protes Layla


"Dia iri enggak bisa naik pohon la"timpal Catty


Alvaro menghampiri sandra dan bibinya karena mendengar keributan


"Alvaro lihat, lihat bagaimana kelakuan putrimu" adu Rosa


" Biarkan saja bibi, Catty tak pernah sebebas ini, selama ini dia sekaku menahan dan membatasi diri, dia juga perlu merasakan namanya kebebasan dan keinginan'


"Kau benar nak, tapi bibi hanya takut mereka cidera"ucap Rosa yang tahu bagaimana kerasnya hidup Cathrine.


Gadis muda itu meneken dirinya sendiri, bahkan keluarga Clift sampai lelah membujuknya


Itu semua karena Catty ingin membuat mereka bangga padanya dan tak ingin menyusahkan Alvaro.


"tidak akan, ini pohon ke sepuluh yang mereka panjat" ucap Alvaro menunjuk pada beberapa keranjang buah yang sudah terisi apel hasil Layla dan Catty


Akhirnya mereka di kebun apel sampai sore, bahkan makan siang pun di kirim kesana


mereka menikmati makan siang di bawah pohon apel yang rindang sambil menggelar tikar seperti sedang tamasya.


Rencananya besok David akan membawa Sandra Layla dan Catty ke ke kebun strawbery mereka yang berada di sebelah barat.


Tentu saja mereka menyambut gembira dan tak sabar menunggu esok


Alvaro tak ikut karena ia harus kembali ke villa peternakan, sebab ada rekan bisnisnya yang ingin membeli kuda unggulan dan Alvaro harus menyambut mereka.


Malam itu Sandra tidur pulas karena kelelahan, Tanpa ia ketahui Catty, Layla dan Alvaro masih terjaga.


Mereka sedang berdiskusi sekaligus menjelaskan situasi pada Rosa dan David.


Rosa sampai geram mendengar itu, dia berjanji akan menjaga Sandra dengan sekuat tenaga


"Paman tak perlu khawatir.


aku kan meminta penjaga lebih teliti lagi"

__ADS_1


"Aku minta maaf menyusahkan bibi"


"Anak bodoh, kau tidak menyusahkan mu.


Bagaimanapun Sandra cucuku juga, seperti hal nya Catty dan juga Ayaka"


"Aku enggak punya nenek"ucap Layla


"Gadis kecil, aku nenekmu juga.


nenek Catty dan Sandra juga nenekmu" ucap Rosa membuat semua orang tersenyum


Keesokan paginya


Alvaro sudah rapih, ia sarapan dulu bersama sebelum pergi.


Sementara pra wanita di giring menuju perkebunan Strawberry jumbo milik Davit.


Sandra , Layla dan Catty bahkan sampai berlari kecil sangking bahagianya.


mereka menghabiskan waktu memetik buah strawberry


sampai di vila mereka membuat berbagai makanan dan minuman dari strawberry.


Hari berganti malam


Alvaro mengabarkan tidak bisa kembali ke perkebunan karena ternyata kliennya itu menginap.


Sandra tertidur lebih cepat dari waktu biasanya.


Ia bermimpi bertemu Aidan.


Aidan memeluknya sambil mengelus perutnya.


Sandra dalam mimpi itu sangat bahagia.


ia berbaring di sebuah ranjang sambil di peluk Aidan.


namun ia terbangun karena merasa seseorang beneran memeluknya dari belakang dan mengelus perutnya


"Layla...??" tanya Sandra, namun saat memegang tangan itu, Sandra sadar itu bukan tangan layla

__ADS_1


__ADS_2